Tinggalkan vote/komen bila sudi.
Happy reading.
~~~~~^^^~~~~~
Di sebuah kafe, Bella duduk berhadapan dengan Kevin. Di meja mereka terdapat dua gelas minuman dan beberapa cemilan. Ya, Bella menerima ajakan Kevin. Meskipun Bella sangat berniat menerima ajakan itu, ia tetap merasa canggung. Ia pun tidak banyak bicara. Ditambah, Kevin hanya memperhatikannya. Laki-laki itu tidak mencoba memulai sebuah obrolan. Bella menjadi bingung.
"Aku benar-benar minta maaf soal semalam," ucap Kevin.
"Sampai kapan kau akan meminta maaf, Kevin? Aku sudah bilang tidak apa. Semua bisa aku atasi," ucap Bella. Kevin tersenyum manis.
"Um, semalam itu memang ayahmu, 'kan, Bell?" Pertanyaan Kevin membuat alis Bella bertaut.
"Kau jangan salah paham. Aku bukan mau menuduhmu macam-macam," ucap Kevin panik. Bella malah tersenyum.
"Ya, pantas kau bertanya seperti itu karena dia terlihat belum tua, bukan?"
"Iya, itu maksudku."
"He is my Step Dad," ucap Bella. Kevin menganggukkan kepala paham.
Bella memakan waffle-nya sebelum menyeruput cokelat panasnya. Setelah itu, ia mengedarkan pandang. Dia merasa cukup bosan. Ya, sejak pindah ia menjadi tidak terlalu suka mengobrol. Apalagi, mengobrol dengan orang yang belum ia kenal lama. Kevin yang menyadari apa yang tengah Bella rasakan, langsung memutar otak. Dia mencoba memikirkan tempat yang sudah pernah ia kunjungi.
"Bell, apa kau ingin pergi ke tempat wisata dekat sini?" Tawar Kevin.
"Boleh. Ayo," jawab Bella. Kevin merasa sangat senang. Ia pun membayar yang telah dipesan sebelum membawa Bella pergi.
Mereka berdua pergi ke sebuah tempat wisata. Kebetulan, tengah ada acara di tempat tersebut sehingga sangat ramai. Mereka berkeliling sembari bergandengan tangan. Bella merasa sangat senang. Sudah lama ia tidak merasakan keramaian seperti ini. Saat dia masih berada di tempat kelahirannya, ia selalu mengikuti festival yang diadakan hampir setiap tahun bahkan beberapa bulan sekali. Ia bisa merasakan kembali suasana yang telah sirna beberapa bulan belakangan.
"You look so happy," ucap Kevin ketika mereka tengah melihat sebuah pertunjukan. Bella tersenyum lebar.
"Yeah, aku sangat suka festival," ucap Bella. Kevin ikut merasa senang. Ia pun memperhatikan Bella lagi. Gadis itu terlihat heboh dan beberapa kali tertawa. Kevin merasa tidak salah memilih tempat.
Setelah selesai melihat pertunjukan, mereka berdua membeli makan dan duduk di tempat istirahat. Mereka duduk bersebelahan. Bella memakan sosis-nya dengan lahap sembari melihat ke sekitar. Begitupun dengan Kevin. Ia tengah mencari bazar yang mungkin bisa dikunjungi lagi. Hingga arah pandangnya berubah ketika merasakan seseorang menggenggam tangannya. Kevin menoleh dan melihat Bella tengah tersenyum ke arahnya.
"Terima kasih karena sudah mengajakku kesini, Kevin. Aku merasa jauh lebih baik dari sebelumnya," ucap Bella. Kevin menganggukkan kepala.
"Um, aku juga ingin meminta maaf karena mungkin aku terlalu kaku. Aku tidak terbiasa pergi bersama laki-laki," ucap Bella lagi yang membuat Kevin tertawa kecil.
"Kau tidak kaku sama sekali, Bell. Kau terlihat begitu lepas hari ini," ucap Kevin. Bella hanya tersenyum malu.
"Can I kiss you, Bell?" Tanya Kevin tiba-tiba. Bella langsung meneguk ludahnya. Dia lantas memperhatikan sekitar. Mereka cukup jauh dari keramaian.
"Jika kau tidak mau, tidak apa. Jangan sungkan untuk menolak," ucap Kevin lembut. Bella bergeleng pelan sebelum menaruh satu tangannya di pipi Kevin. Ia mendekatkan wajahnya pada laki-laki itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Step-Dad ✓
Romance"Aku tidak pernah berniat merusak. Aku tidak pernah ingin terjebak. Tetapi, semua mengalir tak terkendali hingga sebuah dosa aku perbuat. Gilanya, aku menikmati dosa tersebut. Bahkan, otakku mulai mendoktrin hal-hal jahat. Aku mengharapkan sebuah ke...
