TSD (29) : Xavier, Bella, and The Twins

16.4K 392 71
                                        

Tinggalkan vote/komen bila sudi.
Happy reading.

(๑♡⌓♡๑)

Pagi-pagi buta, seseorang memencet bel rumah dengan kesan tidak sabaran. Bella pun mencuci tangannya dan pergi dari dapur untuk melihat siapa yang bertamu. Baru saja pintu terbuka, Bella langsung membulatkan mata. Reflek ia hendak kembali menutup pintu. Tetapi, sosok di hadapannya ini jauh lebih kuat hingga Bella terdorong dan pintu malah terbuka lebar. Tentu saja, Bella menatap sengit orang di hadapannya. Mau apa dia kesini?

"Hai, Bella," sapa orang itu dengan senyuman miringnya. Bella mengepalkan tangan.

"Mau apa kau kesini, Xav?" Tanya Bella dengan suara tegas. Ya, Xavier mendatangi Bella. Entah apa tujuan pria itu. Yang jelas, Bella sangat tidak menyukai kehadirannya.

"Uh, santai, Bell. Kenapa kau terlihat marah begitu?" Tanya Xavier. Bella membuang muka. Kenapa pria itu bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa?

"Rumahmu sangat nyaman," ucap Xavier sembari duduk dengan santai di ruang tamu. Bella berdecak sebal.

"Aku tidak pernah menyuruhmu untuk duduk!" Tegas Bella. Xavier malah tersenyum. Dia menatap Bella dan mengamati wanita itu dari atas sampai bawah.

Setelah enam tahun, Bella banyak mengalami perubahan. Rambut Bella yang dulu selalu dibiarkan tergerai panjang, kini menjadi lebih pendek. Postur tubuhnya yang dulu tergolong kurus, kini menjadi lebih berisi. Wajah Bella yang dulu terkesan lugu dan lucu, kini menjadi dewasa dan begitu tegas. Semua yang ada pada Bella saat ini, membuat Xavier menjadi lebih liar.

"Berhenti menatapku seperti itu!" Sentak Bella membuat Xavier tersadar. Pria itu tersenyum tipis.

"Bisakah kau menurunkan sedikit nada bicaramu? Aku ingin kita mengobrol dengan tenang," ucap Xavier. Bella malah bersedekap dada.

"Tidak ada hal yang perlu kita obrolkan, Xav," ucap Bella.

"Tentu saja ada!"

"Memang apa?"

"Soal anak-anakmu," ucap Xavier. Bella sebenarnya sudah menduga itu. Tetapi, Bella tetap merasa sedikit panik.

"Sejak melihat mereka waktu itu dan mengetahui kau adalah Ibu mereka, ada sesuatu hal yang membuat hatiku ganjal. Aku sudah berusaha mengabaikan, tetapi sesuatu terus mendorongku untuk mencari tahu," ucap Xavier. Pria itu kini menatap Bella serius.

"Aku mencari tahu tentang kelahiran mereka. Setelah aku tahu, aku merasa sangat kaget. Mereka lahir 6 bulan setelah kau pergi. Jadi-,"

"Jika kau mengira mereka adalah anakmu, maka dugaanmu itu salah. Mereka hanya anak asuhku," ucap Bella.

"Kau pikir bisa membohongiku, Bell? Aku mencari tahu langsung ke rumah sakit tempat mereka dilahirkan. Cukup mudah karena itu bukan rumah sakit bagus yang susah ditembus privasinya. Jelas-jelas, kau yang melahirkan mereka. Tentu saja itu anakmu yang otomatis adalah anakku juga!"

"Kau jangan terlalu percaya diri, Tuan Xavier. Anakku, belum tentu anakmu."

"Apa maksudmu? Kau berhubungan dengan pria lain saat masih bersamaku?"

"Kalau iya kenapa?" Tanya Bella sengit. Xavier langsung beranjak dari duduknya. Ia menatap Bella lurus dan mulai mendekat. Reflek, Bella langsung mundur. Jujur, ia masih belum bisa menghadapi tatapan penuh intimidasi milik Xavier.

"Kau tidak pandai berbohong, Bell. Kau memang pernah berciuman dengan pria lain dan berusaha berhubungan dengan orang itu. Tetapi, aku tahu bahwa hanya aku yang menikmati tubuhmu. Hanya aku yang menyentuhmu sejauh itu, Bell. Tidak ada pria lain yang melakukannya," ucap Xavier. Bella meneguk ludahnya. Jantungnya berdegup sangat kencang.

The Step-Dad ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang