Indonesia dilanda musim hujan dengan intensitas tinggi bagian Bandung kota. Akhir-akhir ini hujan sering bertandang mengguyur jalanan. Belum lagi ramalan cuaca buruk dari badan meteorologi yang sering meleset. Maklum, namanya juga ramalan manusia.
Sayangnya Bandung gak pake jasa Mbak Rara yang pegang remot langit, yang seolah bisa diredakan sekali pencet. Jadi ya biarlah hujan terjun sebagaimana takdir membawa mereka dengan tugas memberkahi bumi.
Seperti sekarang, kampus hanya menyisakan Aileen yang menunggu hujan teduh. Mendung jelas sangat pekat, yang harusnya masih jam setengah 4 sore lebih kentara seperti malam hari. Belum lagi pesta kilat dan guntur yang menjadi harmoni pendukung rintik hujan.
Jadi, yang dilakukan anak itu—mengamati aliran air dari ketinggian menuju tanah landai. Serta harus merasakan tempias hujan yang membuat sebagian badannya basah dan dingin. Sedikit menggigil dan memeluk dirinya sendiri. Harusnya ia menunggu di dalam kampus, tapi karena sepi dan takut, ia berakhir di emperan sambil menatap sendu butiran jatuh.
Sosoknya kini lebih dikenal sebagai Aileen si penyendiri. Dia lebih terbiasa sendirian akhir-akhir ini, melenggang masa bodoh di lingkungan kampus, makan sendiri berteman sumpalan earpod atau kalau dia beruntung, Rendika ikut gabung menemaninya menghabiskan bersuap-suap nasi untuk mengusir suntuknya.
Berdamai dengan hidup menjadi solusi yang menjanjikan. Menerima segala bentuk kekurangan, sedih, pahit dan sakitnya adalah satu langkah awal menuju kesembuhan.
Karena pada akhirnya sehebat apapun luka, serekat, se-soulmate apapun hubungan manusia. Yang paling berharga adalah memeluk diri sendiri.
Apalagi, ah sudahlah. Jangan bahas pertemanan mereka yang rasanya seperti kerak upil. Dulu memang lengket, tapi berakhir dibuang jua.
Salah satu dampak terbesar pada hidupnya yang sekarang mengalami masalah 'trust issues'.
5 menit, 10 menit, hingga hampir satu jam berlalu begitu saja. Jemu. Tak ada tanda-tanda hujan akan teduh. Sepertinya memang sengaja Tuhan turunkan untuk menahan Alin pulang. Karena pada detik berikutnya ia tak sendiri.
Gibran mendekatinya dengan langkah kaki kaku. Banyak keraguan yang dapat Alin tangkap dari Gibran, membuatnya mengulas senyum simpul sebagai sambutan.
Bagi Aileen, Gibran selalu sama di matanya sejak pertama ia kenal pada masa ospek dulu. Pemuda itu selalu dilingkupi kehati-hatian, ragu-ragu yang kentara, sesuatu seperti kabut yang menutup jarak jangkau lingkungan sekitarnya.
Jadi tak heran kadang obrolan mahasiswi lain yang pernah Aileen dengar adalah tentang bagaimana Gibran rasanya sulit didekati, Gibran yang misterius, Gibran yang tampan tapi sangat jaga jarak, atau bahkan Gibran yang hanya tersenyum pada sesama kaumnya.
Segala sesuatunya selalu berakhir sama. Aileen mengambil alih untuk berbicara lebih dulu karena ia tahu, menunggu Gibran mendekat itu hal yang susah. Pemuda dengan tipikal tak akan say hi jika tak akrab atau pemuda yang tiba-tiba bertingkah gila ketika sudah masuk dalam radar pertemannya. Gibran se-simpel juga se-susah itu.
"Hai," sapa Aileen setengah meninggi, menghalau suara hujan agar didengar Gibran hingga pemuda itu hanya mengangkat tangan sebagai respon dan tersenyum simpul. "Belum balik?"
"Iya, abis dari ruang praktek."
Aileen mengangguk lamat, kembali melantingkan pandangannya pada rinai hujan yang tak kunjung reda.
Angin dingin, bau hujan, pekat awan. Seakan membuat badai di hati Gibran. Apakah pilihannya berdiri di samping Aileen adalah hal yang benar, apakah seharusnya ia memutar langkah ketika menangkap sosok Aileen sendirian, ataukah ini memang pilihan yang tepat untuk menyelesaikan perasaannya?
Setelah membiarkan sunyi memeluk kecanggungan di antara mereka sedikit lebih lama, Gibran berdeham lalu membuka suara.
KAMU SEDANG MEMBACA
IRIDESCENT [NCT]
Novela JuvenilPerasaan itu ibarat warna, kadang biru kadang abu-abu. Tapi karena warnawarni itu hidup jadi lebih layak disyukuri. Kenapa? Ya karena cinta aja gak cukup. Ada banyak hal kompleks yang bertumbuh bareng perasaan lain. #7-gfriend 19/10/22 #5-gfriend 21...
![IRIDESCENT [NCT]](https://img.wattpad.com/cover/306840329-64-k228187.jpg)