MCK 27

4K 364 82
                                    


Happy reading!
.
.
.
.
.
MCK

"Andrez kok mata kamu bengkak? Kamu habis nangis?" Tanya Nathalie yang melihat anak bujangnya pulang dengan mata yang bengkak seperti usai menangis.

"Gapapa ma, biasa tadi kangen-kangenan sama mereka semua. Jadi pada nangis deh," jawab Andrez berbohong.

"Owhh wajar sih, yaudah duduk dulu yuk. Masih banyak hal yang mama dan papa yang ingin tanya sama kamu."

"Iya ma, oiya baby twins kemana ma?"

"Udah tidur."

Andrez serta kedua orang tuanya duduk bersila di ruang tengah termasuk Kia. Banyak hal yang ingin orang tua Andrez tanyakan kepada Andrez mengenai kejadian 5 tahun yang lalu. Dan yang pastinya kalian para readers juga pada kepo kan apa yang terjadi sama Andrez 5 tahun yang lalu? Yuk simak obrolan mereka.

"Gimana kabar kamu?" Tanya Bram membuka obrolan.

"Seperti yang papa dan mama lihat, aku sehat," jawab Andrez sambil menampilkan senyumannya, meski sebenarnya hatinya sedang hancur.

"Coba jelasin apa yang sebenarnya sudah terjadi Drez. Bagaimana ceritanya kamu bisa selamat dari kecelakaan itu?" Tanya Nathalie.

Andrez menarik nafas dalam-dalam, sepertinya kali ini ia akan bercerita panjang lebar.

"Berawal dari aku sadar dan ternyata aku berada di rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa aku sudah koma selama tiga bulan. Ternyata aku ditolong oleh seorang pemuda, nama bang Alex. Umurnya saat ini 25 tahun, 3 tahun lebih tua dari aku. Selama koma bang Alex yang ngerawat aku. Bahkan ketika sudah sadar pun bang Alex yang ngerawat aku hingga kondisiku benar-benar pulih. Dia orang yang sangat baik, dia merawat aku dengan ikhlas padahal kami sama sekali belum kenal."

"Lalu gimana dengan mobil BMW itu? Itu mobil siapa Drez? Mobil itu sangat mahal," tanya Bram karena melihat Andrez pulang mengendarai mobil BMW.

"Itu mobil aku pa, mobil yang aku beli dengan hasil jerih payah aku sendiri. Aku tinggal dengan bang Alex hampir satu tahun. Selama itu aku benar-benar bergantung dengan bang Alex. Bahkan ternyata bang Alex masih harus membiayai ayahnya yang sedang sakit keras dan dua adiknya yang sedang sekolah. Bang Alex hidup sendirian di kota orang. Aku merasa berhutang budi sama bang Alex, mengingat dia harus membiayai ayah dan adiknya tapi ditambah lagi dengan kehadiranku. Akhirnya aku berinisiatif untuk kerja jadi TKI di Jerman, awalnya bang Alex menolak tapi aku berusaha untuk mendapat izin dari dia. Akhirnya dengan susah payah bang Alex mengizinkan aku kerja di Jerman. Aku kerja di Jerman selama empat tahun. Gaji yang aku dapat sangat lumayan perbulannya bahkan lebih dari kata cukup. Selama bekerja di Jerman, setiap bulannya aku mengirim uang untuk biaya berobat ayah bang Alex dan biaya sekolah adiknya. Rupanya uang yang aku kirim lebih dari cukup, dan bang Alex menyimpan uang itu. Setelah dua tahun aku di Jerman, aku dan bang Alex membuka sebuah restoran dengan uang hasil tabunganku dan uang sisa yang ditabung oleh bang Alex. Restoran itu semakin lama semakin berkembang hingga saat ini sudah mempunyai tiga cabang. Dari penghasilan itulah aku bisa beli mobil itu."

Nathalie sampai meneteskan air mata ketika mendengarkan perjuangan anaknya bekerja menjadi TKI di negara orang. Di sini ia dan suaminya berkecukupan tapi di sana anaknya malah harus bekerja banting tulang untuk menyambung hidup.

Sebenarnya ada satu hal yang tidak Andrez ceritakan. Alex adalah seorang gigolo. Alex melayani tamu pria dan wanita. Awal Andrez mengetahui itu membuat Andrez kecewa. Itu adalah salah satu alasan Andrez untuk berangkat ke Jerman. Dengan perjanjian, Alex berhenti bekerja sebagai gigolo dan pulang ke kampung halamannya untuk merawat ayah dan kedua adiknya.

My Childish Kenzio 1 (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang