MCK 11

6K 420 11
                                    


Kenzio baru saja selesai bermain futsal. Ia masih mengenakan seragam futsal dengan keringat yang belum kering. Sebelum pulang ke rumah, ia berencana mampir di sebuah cafe untuk membeli makanan. Setelah tiba Kenzio masuk ke dalam cafe. Setibanya di dalam, Kenzio seperti melihat 3 orang yang ia kenali. Segera saja ia menghampiri mereka.

"Ayank kok kamu di sini?" Tanya Kenzio heran melihat Andrez bersama Intan dan Nabil. Untung saja cafe sedang sepi pengunjung, jadi tak masalah dengan Kenzio yang memanggil Andrez dengan embel-embel ayank.

"Gak kok, cuma nyantai doang bareng Intan dan Nabil. Kamu sendiri ngapain di sini?" Tanya Andrez balik, namun bukannya menjawab Kenzio langsung duduk di samping Andrez dan memeluk Andrez.

"Ihh bau Jio," ujar Andrez sambil menjauhkan tubuh Kenzio.

"Mana ada bau," ujar Kenzio pelan sambil mempoutkan bibirnya.

"Pulang sana gih mandi," suruh Andrez yang membuat Kenzio bertambah kesal.

"Ya pulang sama kamu lah, mana mau aku pulang sendiri."

"Kamu ke sini sendiri kan? Yaudah pulang sendiri."

"Gamau!"

"Udah deh Drez mending lu pulang. Gue sama Nabil juga mau pulang. Udah lama banget kita di sini," ujar Intan menengahi.

"Bentar gue masih mau nanya. Lu gak salah kan kalau si Leo ngehamilin Renata?" Ujar Nabil bertanya.

"Nyinyir banget lu," ujar Intan judes.

"Renata hamil?" Tanya Kenzio bingung.

"Iya dia hamil, mantan lu kan?" Tanya Intan balik.

Kenzio hanya diam beberapa saat. Dirinya masih tak menyangka kalau Renata hamil di luar nikah seperti ini. Untung saja saat masa pacaran ia tak pernah merusak perempuan itu.

"Woi kok malah diam sih! Atau jangan-jangan lu kesal ya karena dia hamil?" Ujar Intan menelisik.

"Nggaklah ngapain gue kesal. Gak ada hubungannya juga sama gue," jawab Kenzio.

"Beneran nih, atau lu takut Andrez bakal marah," ujar Intan lalu melirik Andrez dan tersenyum licik.

"Ngeselin lu ya! Gue bilang gue gak peduli!"

"Santai dong, kalau emang gak peduli ngapain ngegas juga."

Kenzio yang sudah kepalang kesal langsung menarik tangan Andrez keluar dari cafe. Andrez hanya diam mengikuti Kenzio sampai mereka tiba diparkiran.

"Apaansi main tarik-tarik aja!" Sentak Andrez lalu melepaskan tangannya secara paksa.

"Maaf yank, habisnya Jio kesal Intan selalu aja ganggu Jio," adu Kenzio seperti anak kecil yang sedang mengadu ke ibunya.

"Yaudah ayok pulang," ajak Andrez.

Mereka pulang dengan mengendarai motor masing-masing. Tujuan mereka ke rumah Kenzio. Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Kenzio yang lumayan besar. Dan saat ini mereka telah berada di kamar milik Kenzio.

"Jio mandi dulu ya, ayank tunggu aja di sini."

"Iya, jangan lama-lama."

Kenzio pun masuk ke kamar mandi. Sedangkan Andrez ia iseng-iseng melihat isi kamar Kenzio. Beberapa menit kemudian Kenzio keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang. Seperti biasa, ABS milik Kenzio selalu membuat Andrez salfok.

"Ayank lagi ngapain?" Tanya Kenzio yang sedang mencari baju di lemari.

"Gak ngapa-ngapain, liat-liat aja."

My Childish Kenzio 1 (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang