Hari ini tidak banyak yang dilakukan oleh Renjio, harinya benar-benar membosankan setelah Abigail dan Seno memutuskan untuk meninggalkan rencana mereka mencari tahu tentang pembunuhan Dera.
Abigail juga sempat mengucapkan selamat tinggal kepada Renjio, mulai dari sekarang mereka akan hidup tanpa saling mengenal lagi. Renjio hanya mengangguk, namun hatinya begitu sakit, aneh rasanya.
Renjio membuka pintu gudang sekolah, berharap ada seseorang di dalamnya. Mau itu Abigail atau Seno.
Namun begitu terkejutnya Renjio ketika melihat sosok laki-laki yang tengah duduk menghadap ke sebuah laptop yang masih berada si atas meja, laptop itu masih belum di bawa oleh pemiliknya. Laptop itu dibiarkan menyala menampilkan sebuah tampilan CCTV dari sebuah dalam ruangan.
"Seno?" panggil Renjio.
Salah. Laki-laki itu bukanlah Seno, melainkan Alvian yang sedang melongo di depan layar laptop. Ia membalikkan badannya ke arah Renjio yang baru saja datang.
Renjio kaget, ia memundurkan tubuhnya untuk menjauhi Alvian. Semua rencananya mungkin akan segera diketahui oleh Alvian.
"Jadi, ini semua apa maksudnya? Kalian menyadap ruangan privasi kami?"
Renjio hanya memalingkan tatapannya dari Alvian, ia tidak tahu harus melakukan dan menjelaskan apa. Karena kini ia sudah ditangkap basah.
"GUE BUTUH PENJELASAN LO, RENJIO!"
"GUE KIRA LO TEMENAN SAMA GUE KARENA EMANG LO SENANG, TAPI? LO TEMENAN SAMA GUE KARENA INI. MAKSUDNYA APAAN?!"
Renjio menggelengkan kepalanya, ia mengacak-acak rambutnya. Kepalanya benar-benar buyar.
Alvian memegang erat-erat kerah baju Renjio, matanya melotot marah ke arah bola mata coklat milik Renjio. "GUE MASIH MENUNGGU PENJELASAN DARI LO RENJIO!!"
BUGG
Renjio menonjok rahang Alvian sampai jatuh tersungkur ke lantai, bibir Alvian pun sampai berdarah.
Alvian hanya berdecak mengusap darah dari bibirnya, berusaha untuk berdiri sambil menepuk-nepuk celananya yang agak kotor. "Berani lo nonjok gue? Padahal disini lo yang salah!!"
BUGG
Alvian membalas tonjokan dari Renjio, kali ini Alvian membalasnya dengan lebih keras. Renjio tersungkur menabrak meja di belakangnya, ia berusaha untuk mengangkat tubuhnya namun tubuhnya masih lemah karena kesakitan.
"Gue udah anggap lo sebagai temen gue, Ren. Ternyata lo punya niat tersembunyi di baliknya!"
Alvian kembali memegang kerah Renjio, dengan posisi Renjio yang masih tertunduk kesakitan di lantai. Alvian kembali menonjok wajah Renjio, wajah Renjio mulai dipenuhi oleh darah.
"Keisya," lirih Renjio.
Apa salah Renjio? Padahal niatnya ia ingin membantu Abigail mencari tahu siapa pembunuh Dera, semua yang ia lakukan di dunia ini akan selalu berakhir dengan kesakitan. Walau yang ia lakukan itu adalah hal baik.
Apakah ini masih termasuk hukumannya karena Keisya? Ternyata Keisya masih belum bisa memafkannya, kesalahannya di dunia dulu terlalu besar.
"Dera di bunuh," ucap Renjio dengan lemah, namun ucapannya masih bisa di dengar oleh Alvian.
Alvian menghentikan tonjokkannya, tatapannya terlihat kabur kosong melihat wajah Renjio samar-samar.
"Maksud lo apa?!"
Renjio melihat wajah Alvian namun penglihatannya kabur, samar-samar suara Alvian mulai runyam di telinganya. Kemudian gelap.
Renjio membuka matanya, ia terlihat linglung melihat tempat yang kini telah berubah. Tempatnya sangat tidak asing menurutnya, ruangannya pun berbau khas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Story Renjio [ END ]
Teenfikce15 Juli 22 - 6 Mei 23 Renjio, hidupnya dikelilingi oleh rasa bersalah kepada sahabat kecilnya Keisya. Seakan-akan kini Keisya sedang menghukum Renjio, namun ternyata hukuman itu sangat menyakitkan bagi Renjio. Seusianya ini, Renjio masih tidak bisa...
![Story Renjio [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/316314393-64-k767752.jpg)