"jika sekarang aku bahagia di sini aku harap kamu juga bahagia di atas sana, sudah cukup kamu menderita di sini."
Abigail mengelus pundak Renjio, ia hanya mengangguk mendengar sebuah ucapan yang keluar dari mulut Renjio di depan kuburan Keisya. Karena sekarang mereka banyak waktu luang, Abigail memutusakan untuk mengajak Renjio pergi ke kuburannya Keisya. Ia ingin ikut berdoa untuk Keisya.
"Halo Keisya, ini adalah kali pertama aku ke sini. Mungkin di atas sana kamu sering memperhatikan kita, aku Abigail. Maaf jika aku lancang telah mengganti posisi kamu bagi Renjio."
Renjio hanya tersenyum, "dia baik, cuman kalau mood nya gak bagus suka agak nyebelin."
Abigail memukul punggung Renjio tidak terlalu keras namun suara geplakannya terdengar sangat jelas. "Ya gak apa-apa namanya juga cewek!"
"Iya aku ngerti kok, kan cuman bercanda."
"Bercanda kamu agak ngeselin, gak ramah tau gak?!"
Renjio tersenyum manis, membuat hati Abigail semakin meleleh. Jika dilihat-lihat baik-baik Renjio tampan jika tersenyum apalagi jika tertawa.
"Abigail itu anaknya baik, dia yang merubah dunia aku. Dia yang udah mengisi sebuah kesepian dalam hidup ku."
Hati Abigail terlihat berbunga-bunga mendengar semua pujian yang ia dengar dari Renjio, rasanya ia bahagia karena sudah dipertemukan oleh sosok laki-laki yang sangat lembut seperti Renjio.
"Udah ini kita mau kemana?" tanya Renjio.
Abigail sedikit berfikir sejenak, "kemana aja deh aku ikut."
"Ke mall, mau?"
"Kok ke mall sih? Emang ada barang yang harus kamu beli, tumben belinya di mall. Biasanya juga suka ke pasar atau toserba."
"Ada deh pokonya, rahasia. Nanti juga kamu bakal tahu."
Abigail hanya mengangguk mengiyakan, "ya udah kalau ada barang yang kamu beli, kita pergi ke mall aja."
"Kok kamu kayak gak mau gitu aku ajak ke mall, nanti aku beliin boneka deh janji!"
Abigail hanya berfikir jika mereka pergi ke mall mungkin ia akan banyak menghabiskan uang, karena dia adalah tipe orang yang gampang tertarik pada sesuatu barang. Tangannya akan gatal jika ia menginginkannya.
Mereka pun pergi dari kuburan Keisya, berharap mereka bisa bersenang-senang di hari libur ini dengan penuh senyuman manis yang akan selalu mereka pancarkan.
Mereka seakan-akan sudah melangkah keluar, melangkahkan kakinya ke dunia bebas yang lebih menyenangkan lagi. Suka maupun duka yang mereka terima nantinya akan mereka lalui bersama-sama.
"Ya ampun, aku gak akan mengira bahwa mall emang se besar ini dan se ramai ini," ucap Renjio.
"Hah, kamu kira mall itu kayak kuburan apah. Sepi gitu? Ya ini mah tempat-tempatnya orang yang berbondong-bondong buat belanja!"
"Iya gak apa-apa lah, yang penting aku bisa beli barang yang aku mau!" ucapnya dengan antusias.
"Emang mau beli apa, sih?! Butuh banget ya sama barangnya, sampai harus rela pergi ke mall yang ramai kayak gini, berisik tahu gak?!" mungkin Abigail adalah orang yang cukup tidak suka dengan keramaian, karena memang keramaian adalah sesuatu hal yang menganggu, banyak orang yang kesana-kemari dengan berisik.
"Iya penting banget, lah. Orang ini tentang masa depan aku, jadi apapun rintangannya pasti aku lewati. Segini mah tantangannya gampang!"
"Barang? Buat masa depan kamu? Buku maksudnya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Story Renjio [ END ]
Fiksi Remaja15 Juli 22 - 6 Mei 23 Renjio, hidupnya dikelilingi oleh rasa bersalah kepada sahabat kecilnya Keisya. Seakan-akan kini Keisya sedang menghukum Renjio, namun ternyata hukuman itu sangat menyakitkan bagi Renjio. Seusianya ini, Renjio masih tidak bisa...
![Story Renjio [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/316314393-64-k767752.jpg)