The Secret

2K 118 9
                                        

"Maaf aku telat" Lan menghampiri Ali yang tengah berdiri di depan perpustakaan klan Sagaras "Tak apa aku juga baru sampai. Jadi sekarang bagaimana?"

"Ikut aku"

Mereka berdua berjalan menuju gerbang perpustakaan, terhenti sejenak untuk melakukan proses screening. Ali sudah terbiasa dengan proses ini, Ia sudah berkali-kali bolak balik perpustakaan untuk mempelajari setiap teknologi baru yang Ia temui.

"Lan dan Ali-Putra Kstaria No.1. Anda ingin mengetahui apa?" Ali memutar mata, sudah bosan mendengar deretan huruf di belakang namanya.

"Hiburan, untuk dua orang" Ali mengernyit bingung, namun tak urung mengikuti Lan. Kata hiburan di sebuah perpustakaan terdengar aneh di telinganya.

Begitu pintu dibuka, mereka disambut dengan ruangan dengan dua sofa antigravitsi dan layar hologram begitu besar. Kini Ali mengerti, apa yang dimaksud dengan hiburan, itu adalah bioskop.

"Ali duduk di sini" Lan memanggil, menyuruhnya duduk di salah satu sofa "Bukannya kita akan menyusup? kau takkan menyuruhku menonton kan?" Ali menggerutu

"Cepat Ali, kita tak punya banyak waktu"

Begitu Ali duduk, Lan meletakkan sebuah benda berwarna gelap mirip slime di sampingnya. Seketika benda tersebut membesar meniru persis bentu tubuh Ali, bahkan warna pakaian yang Ali kenakan saat itu.

"Wow" Tanpa sadar Ali berteriak, Ia sudah pernah menggunakan teknologi seperti ini waktu bertarung dengan pangeran tanpa mahkota, tapi Ia tak tahu teknologi itu juga bisa meniru manusia dengan sempurna. Lan mengabaikan teriakan Ali, duduk di sofa yang lain lalu meletakkan teknologi yang sama di sampingnya.

"Kita tak punya banyak waktu Ali, kita harus kembali sebelum mereka menyadari ada yang tidak beres di ruangan ini"

"Apa mereka memasang CCTV di sini?"

"CCTV?"

"Hmm semacam alat perekam?"

Lan menggeleng "Tidak, tentu saja tidak. Sagaras sangat menghormati privasi seseorang. Tapi mereka bisa mendeteksi suhu ruangan yang tidak normal. Dalam waktu 1 jam, mereka pasti bisa menyadari tak ada manusia di ruangan ini jadi kita harus kembali sebelum itu"

"Lalu sekarang kita kemana?"

Lan berjalan menuju pintu, terlihat menghubungkan monitor yang terpasang di pintu dengan benda yang melingkar di tangannya. Ali bisa melihat bahwa ini bukan pertama kalinya untuk Lan, Ia pasti sudah berkali-kali membobol pintu rahasia untuk mencari cara keluar dari Sagaras.

Pintu terbuka. Mereka di sambut dengann ruangan begitu gelap, tak ada sedikit pun cahaya di sana setelah mereka menutup pintu. Tapi sepertinya Lan sudah mempersiapkan segalanya, melalui benda di pergelangan tangannya Ia mentransfer energi ke beberapa lampu yang ternyata berada di empat sisi ruangan, membuat tempat itu terang benderang.

Seketika Ali takjub dengan benda-benda di sekitarnya. Matanya melebar melihat beberapa kotak hitam, persis dengan yang Ia lihat di bangkai kapal expedisi 40.000 tahun yang lalu. Kotak hitam yang akan aktif menyerang begitu mendeteksi adanya ceros.

"Ayo Ali, cari cermin itu. Kita harus cepat" Ali sebenarnya sangat ingin memeriksa benda-benda lain namun cermin yang bisa digunakan untuk teleportase itu lebih penting.

Baru beberapa menit mencari, terdengar suara alarm memekakan telinga

"Kenapa bisa secepat ini? Ali kita harus segera pergi, sebentar lagi mereka tiba" Ali tak mendengarkan, matanya menajam memperhatikan setiap deretan benda, buku-buku yang berjejer, berharap melihat sesuatu yang berkilau. Ini bisa jadi satu- satunya kesempatan untuk berkomunikasi dengan Raib.

After SagarasTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang