Karena Bab nya nggak bernomor, aku kaget dong ternyata sudah chapter 42. Real, It's a long way. Makasih banget yang selalu nyempatin komen dan vote di setiap Babak.
Kita bener-bener sudah deket banget dengan last chapter huhuhu
.
.
.
Raib berdiri di depan gerbang tinggi rumah Ali. Ia sedang berpikir untuk menyelinap masuk ke basement Ali untuk mencari pentunjuk lokasi keberadaan biang kerok itu. Raib melakukan ini setelah Ceros itu sudah menghilang selama hampir 1 bulan. Ini bukan lagi tentang Ali yang mengasingkan diri karena hasrat cerosnya, tapi pasti telah terjadi sesuatu dengan biang kerok itu. Pikir Raib. Maka malam itu, setelah bergelut dengan batinnya dan mengabaikan semua nilai etika tentang masuk ke rumah orang lain tanpa izin, Raib memantapkan diri. Ia harus melakukan sesuatu.
Gelap. Basement itu sangat gelap dan pengap. Raib menggunakan sarung tangannya sebagai sumber cahaya. Ia tak melihat ILY, yang artinya Ali bepergian menggunakan kapsulnya sendiri. Itu artinya juga, biang kerok itu tak diculik oleh penjahat dunia paralel, seperti duga awal Raib. Raib memeriksa meja kerja Ali. Meja besar itu sangat berantakan, penuh dengan kertas-kertas yang telah menguning, lembaran-lembaran peta dan buku-buku tua.
Raib duduk, mulai memeriksa satu per satu. Ia yakin akan ada petunjuk lokasi klan yang dikunjungi biang kerok itu. Hampir 2 jam Raib duduk di sana, dan belum ada petunjuk yang dia ditemukan. Kertas-kertas di meja hanya menginformasikan tentang sejarah-sejarah klan tua, bahkan tak satupun halaman yang membahas tentang keturunan murni dan ceros. Ia heran kenapa Ali menumpuk begitu banyak buku seperti ini.
Raib mulai mengantuk, namun Ia memaksakan diri. Ia harus mendapatkan suatu petunjuk. Raib kembali membuka buku yang lain, kali ini sedikit tertarik dengan halaman yang membahas tentang asal-usul Pangeran tanpa mahkota, namun tak sedikitpun yang menyinggung tentang ceros dan keturunan murni. Buku itu murni membahas tentang silsilah keluarga si tanpa mahkota. Raib kembali bertanya, untuk apa Ali mengulik kehidupan si tanpa mahkota.
Raib menutup buku. Ia tahu esok hari mencari petunjuk kemana. Ia harus mengunjungi borobudur.
****
Satu minggu yang lalu, ILY mendarat di klan ANOA. Ini adalah klan Lalana, keturunan murni yang menikah dengan Ceros Alpha dan meninggal diusia muda. Ali telah menelusuri silsilah keluarga Si Tanpa Mahkota hingga sampai kepada keturunan Murni. Walau harus melakukan puluhan lompatan karena klan ANOA terletak sangat jauh dari galaksi bimasakti, Ali akhirnya tiba. Namun sudah 1 minggu dan Ia belum juga menemukan area yang dulu menjadi tempat tinggal Lalana dan Ceros alpha, suaminya. Klan ANOA sangat luas, ditambah itu adalah kejadian ratusan ribu tahun lalu sehingga pasti sudah terjadi banyak perubahan pada areanya.
Ali menghembuskan nafas kasar, Ia kembali memakai kacamata pengintainya, mencoba terhubung dengan kamera-kameranya yang Ia sebar di berbagai klan. Namun tak ada signal, tentu saja karena klan ANOA terpisah puluhan ribu cahaya dari galaksi bimasakti. Selama itu juga Ia tak bisa memantau keadaan Raib, Ia tak tahu apasaja yang Putri Bulan itu lakukan, atau bahaya yang mungkin mengintai keturunan murni itu.
"Hai" Ali tersadar dari pikirannya, ketika sebuah suara merdu menyapa. Seorang perempuan, umurnya takkan jauh dari Ali, berambut panjang dengan wajah cemerlang. Sesaat Ali terpana, lalu Ali menundukan wajah, tatapan mereka terputus.
"Kendalikan kekuatanmu Leya" Ali mendumel, yang disusul dengan tawa sang gadis.
"Aku senang kita bertemu lagi" Gadis itu mendudukkan diri di samping Ali, langsung meraih buku-buku yang sedari tadi dibuka Ali.
Dia adalah Leya, gadis yang mempunyai kekuatan memikat. Pertemuan mereka begitu dramatis, Leya yang saat itu tengah menghindari kejaran sekumpulan pria bertabrakan dengan Ali yang sedang berkeliling, itu hari pertamanya tiba di klan ANOA. Gadis itu mempunyai kekuatan seperti STAR, kekuatan memikat hanya melalui tatapan mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Sagaras
FantasyIni Kisah tentang Raib dan Ali setelah perpisahan mereka di buku SagaraS. Tentang kesedihan dan kerinduan Raib. Tentang kerinduan dan perjuangan Ali untuk bertemu Raib lagi. Tentang musuh antar klan yang kembali mengusik ketenangan klan Bumi.
