Ali, Master Batozar dan Lan kembali ke klan bulan, mereka langsung menuju markas pertahanan klan bulan yang dipimpin oleh panglima Tog. Sebelum pergi Ali telah berpesan pada panglima Tog untuk menyisir wilayah distrik sungai jauh jauh, menganalisis daerah mana saja yang memungkinkan dibentuknya sebuah klan kecil.
"Bagaimana?" Tanya Ali. Dalam ruangan telah terbentuk peta hologram distrik sungai jauh-jauh.
"Seperti permintaanmu, aku memindai beberapa wilayah berukuran luas yang jauh dari pemukiman. Ada 6 wilayah, namun timku tak menemukan ada kejanggalan di sana" Ucap Panglima Tog, sambil membagi peta distrik sungai jauh-jauh menjadi 6 bagian.
"Berapa banyak pasukan yang harus kusiapkan?" Tanya Panglima Tog lagi. Ali terdiam, jangankan jumlah pasukan, titik masuk ke klan minor tersebut kalau pun ada dia belum tahu dimana. Jika mengikuti aturan Sagaras, pasti ada fenomena abnormal yang terjadi di sekitar klan itu tapi nyatanya tak ada kejanggalan sedikit pun.
"Ali" Panglima Tog mendesak. Ali menatap seluruh penghuni ruangan yang didominasi oleh pasukan panglima Tog. Otaknya buntu, tak ada fenomena abnormal lalu Ia harus mulai dari mana. Precious stone adalah teknologi tua yang Ia bahkan tak memahami cara kerjanya. Bagaimana Ia menemukan Raib di wilayah yang bahkan tak berpenghuni.
"Aku, Lan dan Ali akan ke sana terlebih dahulu. Kami akan mengirimkan informasi begitu menemukan sesuatu" Batozar berucap setelah keheningan begitu lama. Panglima Tog sejenak terlihat ragu, sebelum mengangguk dan membubarkan pasukannya.
"Jangan menanggungnya sendiri" Batozar berucap setelah ruangan itu hanya berisi mereka bertiga "Menyelamatkan Raib bukan hanya tanggung jawabmu. Itu harusnya menjadi tanggung jawab seluruh klan" Lanjut Batozar sambil menepuk bahu Ali.
"Apa yang harus kita lakukan? Tak ada abonormalitas seperti Sagaras, bagaimana kita menemukan pintu masuknya?"
"Tak ada hal terjadi begitu saja, semua punya alasannya, kau tahu itu. Ada alasan kenapa Raib mengalami semua ini, alasan kenapa precious stone jatuh di tanganmu. Alam ini selalu mencari keseimbangannya Ali, entah harus mengorbangkan atau-"
"Tak ada siapapun yang akan berkoban" Suara Ali meninggi, wajahnya mengeras. Fakta bahwa ibu Raib harus berkorban untuk apapun yang mereka sebut keseimbangan, membuatnya emosi "Tidak Raib, tidak Seli. Aku akan membawa mereka pulang" Putus Ali.
Tak ada yang berbicara untuk beberapa saat. Lan seperti melihat sisi Ali yang baru, selama mengenal Ali dia belum pernah melihat temannya itu meninggikan suara atau terlihat marah.
Ali terduduk, mengusap wajahnya yang terlihat sudah sangat frustasi. Siapapun takkan mengerti. Precious stone padanya tidak lagi hangat, tapi menjadi sangat dingin. Hangat berarti pasangannya dalam bahaya, tapi sekarang batu itu sedingin es, Ali tak tahu apa artinya. Bayangan Raib terbujur kaku kembali menghantui.
"Sekali lagi maaf Master Batozar, aku-"
"Tenanglah aku tahu kau sangat khawatir. Raib akan baik baik saja, ingatlah dia bukan perempuan biasa, dia seorang keturunan murni yang mungkin kau saja tak bisa mengalahkannya" Ucap Batozar sambil menepuk bahu Ali. Ia bukan Av yang bisa memberikan energi ketenangan tapi Ia berharap bisa sedikit meredakan kekhawatiran Ali.
"Kau bilang Raib bisa menghilang, mengeluarkan pukulan berdentum, membuat sekitarnya membeku, dan berbicara dengan alam, bahkan jika Ia terluka Ia punya kekuatan menyembuhkan" Tambah Lan.
Ali sontak tersenyum. Benar, mungkin kekhawatirannya terlalu berlebihan. Yah Raib akan baik baik saja. Harap Ali.
"Kita ke distrik sungai jauh jauh"
*****
Sesuai dengan arahan panglima Tog, ada 6 wilayah yang jauh dari pemukiman warga dan yang luasnya cukup untuk dijadikan sebuah klan minor. Ali, Master Batozar dan Lan menelusuri wilayah tersebut satu persatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Sagaras
FantasiIni Kisah tentang Raib dan Ali setelah perpisahan mereka di buku SagaraS. Tentang kesedihan dan kerinduan Raib. Tentang kerinduan dan perjuangan Ali untuk bertemu Raib lagi. Tentang musuh antar klan yang kembali mengusik ketenangan klan Bumi.
