The First Plan pt 2

2.2K 133 0
                                        

Ali memasuki gedung yang ibunya sebut sebagai perpustakaan. Sebenarnya tak salah, hanya saja isinya bukan rak buku melainkan jutaan kapsul hologram kecil yang melayang di jarak setengah meter di atas kepala Ali, memenuhi hingga langit-langit ruangan. Begitu masuk Ia disambut sebuah robot yang dirancang seperti perempuan, bahkan suara yang dikeluarkan tak ubahnya seperti suara manusia.

"Ali-Putra Ksatria No. 1. Apa yang ingin anda ketahui" robot itu berucap setelah beberapa detik melakukan scanning ke wajah Ali. Sejenak Ali ragu, namun Ia tak punya kata kunci lain "Teknologi purba"

"Ruang baca telah diatur S12G6. Silahkan ikut saya"

Robot itu berjalan sempurna, layaknya manusia menuju sebuah pintu diikuti oleh Ali. Pintu itu secara harfiah benar-benar hanya sebuah pintu, tak ada ruangan di sebelahnya.  Sejenak robot memasukkan semacam kode ke display monitor yang tertempel pada badan pintu hingga layar menunjukkan tanda hijau, tertulis "OPEN the DOOR"

"Silahkan menikmati waktunya"

Ali membuka pintu tersebut, yang langsung disambut puluhan kapsul. Ali menghela nafas kasar, kalau boleh jujur matanya sudah sedikit lelah membaca deretan huruf pada hologram. Sejak tiba di sini saja Ia sudah menamatkan puluhan hologram dan sekarang apa Ia harus membaca lagi. Tak adakah cara cepat seperti google? Ia hanya ingin mencari teknologi teleportase yang berhubungan dengan cermin.

Sedetik kemudian 3 kapsul hologram mendekat padanya. Ali sepertinya mengerti, kapsul-kapsul ini bisa membaca pikirannya. Kapsul pertama mengaktifkan diri sendiri, terbuka hingga tampil hologram seperti buku. Lembar demi lembar buku tersebut terbuka hingga berhenti di sebuah halaman.

Ali membaca dengan cepat hingga Ia menemukan kata teleportase. Dalam buku tersebut dikatakan, bahwa beberapa klan yang menguasai teknik tinggi dapat berteleportase antar klan lewat air, ini seperti teleportase lewat cermin. Namun hanya itu tak ada lanjutannya, tak ada sedikitpun yang membahas cara-cara teleportase lewat cermin.

Kapsul kedua melakukan hal yang sama hingga terpampang sebuah halaman. dikatakan bahwa pada suatu masa di klan SagaraS ada seseorang yang dapat berteleportase antar klan melalui bayangannya, selama klan yang ingin dituju berada dalam kondisi siang dimana bayangan dapat terbentuk sempurna. Tak seperti teleportase cermin, teknik ini dikuasai bukan dari latihan tapi murni dari gen yang terkandung di tubuhnya. Lagi-lagi informasi hanya berhenti sampai di situ.

Ali tak berharap banyak pada kapsul ketiga, sepertinya Ia sudah mengerti apa yang sedang terjadi. Informasi tentang teleportase cermin sengaja dihilangkan dari kapsul-kapsul ini. Ali bisa menebak, mengapa hanya teleportase dengan cara cermin yang dihilangkan sementara teleportase yang lain masih dibiarkan diketahui publik, kemungkinan hanya dengan teleportase itulah yang dapat menembus pertahanan SagaraS

Namun sekarang semua buntu, jika informasi itu sengaja dihilangkan lalu bagaimana Ia dapat berkomunikasi dengan Raib.

***

Raib dapat merasakan bahwa ada yang mengikutinya sejak Ia meninggalkan sekolah. Hari ini Ia pulang terlambat karena ada ekskul drama. Raib berusaha menyibukkan diri dengan mengikuti kegiatan tambahan di sekolahnya hingga beberapa kali Ia ketinggalan angkot terakhir dan harus rela membayar mahal ojek online untuk pulang.

Namun sudah seminggu ini apapun itu mulai mengikutinya, bahkan Raib merasakan aura mereka saat dalam mobil sekalipun. Anehnya mereka tak sekalipun mengusik Raib saat berada di rumah. Hari ini Raib benar-benar ingin memastikan mereka makhluk dari klan mana. Ia bukan Raib dua tahun lalu yang tak tahu apa-apa. Pengalamannya ke berbagai klan telah membentuknya menjadi seorang petarung kuat

Raib turun dari ojek online ditempat yang masih cukup jauh dari rumahnya. Ia berjalan menuju lapangan luas yang berada tak jauh dari lokasinya sekarang.

"Keluarlah kalian" Raib berteriak "Keluarlah wahai kalian yang sedang bersembunyi" kali ini Raib berteriak menggunakan bahasa klan bulan.

Raib waspada, netranya menatap tajam setiap pergerakan pohon bahkan desau angin, walau dalam kegelapan malam. Ia dapat merasakan mereka berpencar dan tengah mengepungnya. Ada tiga makhluk, alam memberi tahu Raib.

BOOM

Raib melepas kuat pukulan berdentum ke arah depan lalu segera berbalik membuang tameng dan kembali melepaskan pukulan berdentum ke arah atas hingga sedetik kemudian Ia bisa melihat dua sosok tengah tersungkur di depannya. Ia sengaja melepas pukulan berdentum sekuat mungkin dan kuda-kuda yang kuat hingga lawannya tak bisa bergerak bahkan hanya untuk berteleportase.

"Kalian siapa? dari klan mana?"

CTARRR

Hampir saja Raib tersambar petir jika angin tak memperingatkannya. Ia segera berpindah secepat mungkin,

namun kilat-kilat itu terus mengikuti posisinya. Raib berpikir cepat, satu-satunya cara adalah menemukan sang pemilik kekuatan namun sangat susah melihatnya di tengah kegelapan malam dan posisinya yang harus terus berpindah.

CTARR

Satu kilatan lagi menyerang Raib. Ia tak sempat berteleportase maka Ia membuat tameng transparan yang seketika langsung hancur, tapi itu memberi Raib sepersekian detik untuk melompat dan langsung memasang kuda-kuda melepaskan pukulan berdentum, namun nihil lawannya sudah tak di sana lagi. Dia telah pergi, begitupun dua temannya yang tadi telah dikalahkan Raib.

Raib menghela nafas, jantungnya berdegup kencang. Dua pemilik kekuatan klan bulan dan satu orang dari klan matahari. Raib belum bisa menebak apa yang mereka cari di bumi, tapi apapun itu pasti berhubungan dengannya atau buku kehidupan. Hanya dua itu yang bisa menarik perhatian para penjahat antar klan, buku kehidupan dan statusnya sebagai keturunan murni yang satu-satunya bisa menggunakan buku kehidupan tersebut.

Raib tersenyum getir, biasanya di kondisi seperti ini Ali akan selalu mempunyai jawaban dan penjelasan. Ia dengan otak jeniusnya pasti bisa menebak maksud dan tujuan para penjahat tadi. Raib hanya dapat berdoa, semoga mereka telah meninggalkan bumi dan tak kembali lagi. 

To be Continued......

After SagarasTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang