Escape

1.5K 104 7
                                        

Eli dan ke duabelas kstaria Sagaras tengah berada di ruang rahasia, di depannya terdapat  cermin besar menampakkan seorang laki-laki yang sejak tadi terus berwajah cemas.

"Mereka menahan teman keturunan murni, bernama Seli. Lalu kemarin aku mendapat informasi bahwa Putri bulan telah berada di sana dengan tujuan untuk menyelamatkan sahabatnya. Aku khawatir Raib dan temannya itu akan membocorkan lokasi Sagaras" Ucap laki-laki di cermin

"Aku belum pernah bertemu dengan keturunan murni tapi cerita yang beredar bahwa walau masih sangat muda Ia jelas mewarisi kekuatan para pendahulunya. Ia bahkan bisa menerobos gerbang Sagaras, melempar salah satu kstaria ke dimensi lain. Apakah itu cerita bohong?" Ucap Kstaria No. 2 sambil menatap Eli.

"Jelas Ia mewarisi kekuatan keturunan murni, tapi perlu diketahui Ia dibesarkan di klan bumi sebagai manusia biasa, bukan sebagai prajurit. Emosi dan hati nurani akan sangat berpengaruh padanya. Jika yang dipertaruhkan adalah nyawa seorang sahabat, maka penduduk klan bumi akan melakukan apapun" Kstaria No. 8 berpendapat, terlihat beberapa kstaria lain menganggukkan kepala pertanda setuju.

"Bagaimana menurutmu Eli? Apakah teman Ali itu dapat dipercaya?"

Semua kstaria sontak menatap Eli, menunggu jawaban. Beliau baru akan membuka mulut saat terdengar sebuah ledakan.

BOOOM

Ruangan itu goyah seperti tengah terjadi gempa,  serpihan-serpihan atap berjatuhan namun tidak sampai merobohkan.

"APA YANG TERJADI?" Kstaria No. 5 berteriak. Tak pernah ada gempa di Sagaras, mereka punya teknologi peredam gempa. Betapapun kuatnya gempa yang terjadi di permukaan klan bumi, Sagaras takkan merasakan efeknya sedikitpun.

"Ali" Kstaria No. 10 berucap sambil menekan sesuatu di telinganya, sepertinya seseorang tengah memberi informasi.

"Ali menghacurkan gerbang 5"

.....

.....

****

"Apakah semua persiapanya telah selesai?" Mereka bertiga tengah berkumpul di Markas Lan. Inilah hari yang mereka tunggu, teknologi yang mereka kembangkan berhari-hari telah lulus uji dan kini saat nya melihat hasilnya.

"Ngomong-ngomong di mana kau menyisipkan alatnya Ana?" Ali bertanya, pasalnya Ana mengajukan diri untuk bertanggung jawab di kstaria mana alat itu harus diletakkan agar aman.

Ana tersenyum. Saat mengatahui bahwa alat itu harus disisipkan di benda yang mereka pasti bawa ke ruang rahasia, Ana teringat bahwa kstaria 7 mempunyai jadwal penggantian kaki palsu dalam waktu dekat. Ia hanya perlu memodifikasi sedikit bagian kaki palsu dan menyisipkan alatnya.

"Wow aku tak tahu bahwa kekasihku ini sangat cerdas" Lan berucap takjub, baru akan memeluk Ana sebelum dihentikan Ali "Kalian bisa lakukan nanti saat aku tak ada"

"Bilang saja kau iri" Lan mencibir

Mereka telah menciptakan sebuah alat yang sederhananya berfungsi seperti pelacak, namun dengan teknologi yang lebih mutakhir. Alat ini setelah diupgrade berkali-kali mereka pastikan takkan terdeteksi oleh teknologi tercanggih Sagaras sekalipun. Fungsinya mengirimkan lokasi ruang rahasia, tempat ke tiga belas kstaria selalu mengadakan pertemuan dan juga mereka yakini cermin itu berada. Selain signal lokasi, alat ini juga berfungsi sebagai penyadap suara, sehingga mereka akan mengetahui apa saja yang kstaria itu bicarakan.

"Semua telah siap. Kita hanya perlu menunggu ksatria 7 memasuki wilayah luar teritory teknologi pemindah" Alat itu dirancang akan aktif saat berada di wilayah yang tak terdeteksi oleh alat pemindah. Tak perlu menunggu waktu lama, sebulan sebelumnya Ali sudah memata-mata aktivitas para kstaria, sehingga bisa memprediksi waktu-waktu mereka akan mengadakan pertemuan.

After SagarasTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang