Halo .... Halo ....
Aku lupa jelasin tentang karekter Raley dan Xun.
Mereka adalah keturunan murni dan ceros di universe yang lain. Di universe lain, keturunan murni dilatih langsung oleh para tetua untuk menguasai seluruh kekuatan keturunan murni, sementara Xun di umur nya yang masih sangat mudah sudah menjadi ilmuwan. Mereka berbagi takdir yang sama yaitu terjadinya perang, tapi pada universe Raley, Xun bekerja keras mencegah peperangan itu terjadi. Ceros dan Keturunan murni di berbagai universe akan memiliki nama berbada namun wajah yang sama. Saat Raley menampakkan diri di Sagaras, Ia menggunakan kekuatan seperti Cope agar tak dikenali sebagai Raib. Pun Xun juga memiliki wajah yang sama dengan Ali hanya gaya rambutnya yang berbeda.
Nah itu informasinya. Semoga lebih bisa dimengerti alasan kehadian mereka.
.
.
.
Keheningan terjadi sejak Raley meninggalkan area peperangan. Ratu Callista masih memulihkan kekuatan, semantara para kstaria Sagaras tak ada yang berani maju. Sebenarnya ini kesempatan bagus untuk menyerang mengingat Ratu Callista sedang kelelahan dan semua pasukannya telah pingsan, namun tubuh mereka tak adapat bergerak, seakan-akan ada kekuatan khusus yang menahan kaki-kaki mereka.
Spark terkesiap begitu melihat Ratu Callista telah bediri kokoh kembali. Wanita itu menyeringai, menatap lawannya yang tak bergeming sedikit pun.
"Ayo kita selesaikan"
Wanita itu mengangkat tangan, dan sekejap bangunan yang masih berdiri di dekat mereka hancur lebur . Dengan kekuatan telekinesis, Ratu Callista mengarahkan reruntuhan bangunan tepat di atas para penduduk Sagaras. Seli panik, Ia harus bergerak namun kaki-kaki nya tak dapat bekerja sama, begitupun para kstaria yang lain. Maka saat reruntuhan bangunan dilepaskan Ratu Callista, Seli hanya dapat menutup mata.
Namun hingga beberapa detik kemudian, tak ada yang terjadi. Seli membuka mata, melihat seluruh para penduduk Sagaras dilindungi tameng transparan. Tak jauh di depannya, di depan Ratu Callista- berdiri seseorang yang begitu Seli rindukan. Tanpa sadar wajah Seli telah penuh air mata.
"Ra..."
Reruntuhan bangunan di atas kepala Seli hancur lebur, disusul dengan menghilangnya tameng transparan dan tubuh Ratu Callista yang terhempas beberapa meter ke belakang.
"Maaf membuat kalian menunggu lama" Raib berbalik, berucap kepada segenap penduduk Sagaras. Netranya menelisik, mencari wajah-wajah sahabatnya. Sontak Seli berlari memeluk Raib, begitu tatapan mereka bertemu.
"Hiks .... hiks .... Ra" Seli menangis tersedu-sedu di pelukan Raib, membuat keturunan murni itu juga menitikkan air mata.
"Hiks .... kau kemana saja"
"Maaf Sel, membuat kamu khawatir"
Seli melepas pelukan, mengusap wajah yang basah, memandangi wajah sahabatnya dengan mata berbinar. Raib mengalihkan pandangannya ke wajah lain yang juga ikut mengerumuninya, sejenak mengabaikan keberadaan Ratu Callista di depan sana. Raib mencari seseorang, sahabatnya yang lain, laki-laki berambut berantakan.
Belasan detik mata Raib menelisik, namun wajah itu tetap tak ditemukan.
"Sel, mana Ali?"
Tenggorokan Seli tercekat, tak tahu harus menjawab apa, maka gadis itu hanya menunduk, menghindari tatapan Raib.
"Sel" Raib kembali bertanya, kali ini dengan nada cemas. Gadis itu menatap wajah-wajah lain mencari jawaban, namun warga Sagaras juga seperti menghindari tatapannya. Jelas mereka menyembunyikan sesuatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Sagaras
FantasyIni Kisah tentang Raib dan Ali setelah perpisahan mereka di buku SagaraS. Tentang kesedihan dan kerinduan Raib. Tentang kerinduan dan perjuangan Ali untuk bertemu Raib lagi. Tentang musuh antar klan yang kembali mengusik ketenangan klan Bumi.
