The End of War

1.1K 78 22
                                        

"Ali" Raib berucap lirih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ali" Raib berucap lirih

Perlahan netra yang sebelumnya kosong kembali  terisi emosi, rambutnya kembali menghitam dan mahkota es sempurna hilang dari kepala Raib. Gadis itu tak bisa mengendalikan diri, saat tubuhnya tanpa sadar berdiri lalu menghambur ke pelukan Ali.

"Hiks .... hiks .... aku pikir kamu sudah ... hiks ....hiks .... aku pikir" Raib masih terus meracau sambil terisak di pelukan Ali. Gadis itu benar-benar tak sadar tengah berada di medan perang dengan penduduk Sagaras yang menyaksikan adegan mereka.

Sementara Ali terkejut sejenak, untuk selanjutnya memerah menahan malu. Ia sadar penduduk Sagaras, teman-teman bahkan Ibunya yang sudah sadar kini menatap mereka berdua.

"Ra" Ali berbisik, mencoba menyadarkan Raib akan situasinya namun gadis itu tak bergeming. Adegan tersebut berlangsung hingga puluhan detik selanjutnya dan Raib masih tak bergerak, gadis itu mencekram baju depannya dengan kuat.

Ali mencoba menatap sekitar, dengan hati-hati para kstaria Sagaras mengamankan Ratu Callista yang sudah tak berdaya. Para penduduk Sagaras juga mulai bergerak memindahkan penduduk atau pun musuh yang gugur. Teman-temannya, bahkan Ibunya turut membantu, seolah mengabaikan dua remaja yang masih tengah berpelukan di medan perang.

"Ra" Ali kembali berbisik, Jika boleh jujur Ia juga ingin memeluk Raib sekuat tenaga namun kondisinya sangat tak memungkinkan. Maka setelah puluhan detik berlalu, Ali memberanikan diri mendorong tubuh Raib dan betapa kagetnya melihat ternyata gadis itu tak sadarkan diri. 

"Ra" Ali berteriak, gelombang ketakutan kini kembali menghantuinya. Jangan sampai Raib tertidur kembali. 

Mendengar teriakan Ali, sontak penduduk lain kembali berkumpul. Dokter Mur dan Ana maju untuk memeriksa. Wajah-wajah kembali tegang, Seli berkali-kali mengerjap menahan tangis. Ia tak ingin melihat sahabatnya tertidur kembali.

"Dari pengamatan visualku dia hanya tertidur, namun kita tetap perlu memeriksa keseluruhan untuk memastikan"

Lima menit selanjutnya, mereka sudah berada dalam laboratorium Dokter Mur. Wajah-wajah cemas, menanti Dokter Mur dan Ana keluar dari bilik pemeriksaan.

.....

Ana keluar dengan senyuman di wajahnya "Bagaimana?" Seli langsung bertanya.

"Tenanglah dia hanya tertidur, transformasi tadi pasti sangat menguras tenaga nya" Jelas Ana.

Ali menghembuskan nafas lega "Kapan kira-kira Ia akan bangun?" Masih dengan senyuman Ana menjawab, teman-teman yang lain juga ikut menahan tawa "Itu tergantung Raib, Ali" 

"Apa aku boleh membangunkannya setelah Ia tidur selama 3 jam?"

"Biarkan Ia tidur selama 8 jam, tubuhnya benar-benar membutuhkan istirahat" Kini Dokter Mur yang bersuara. Ali terdiam "Aku akan menunggu di sini, sampai Raib bangun" Tak ada yang membantah, semua meninggalkan Ali. 

After SagarasTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang