Hi I am back... Sorry sorry butuh waktu lama untuk bisa ngekumpulin niat ku lagi hehehe
Enjoy the story
.
.
.
Kapsul Ali tiba di samudera pasifik saat bumi telah menunjukkan waktu pagi. Berdasarkan informasi Sagaras, ini H-2 sebelum ramalan itu terjadi. Kapsulnya mengelilingi permukaan samudera tapi tak menemukan anomali satupun, laut itu begitu tenang.
"Spark, dimana pasukan komet minor?" Ali bertanya. Spark menelan ludah, terlihat sedang berpikir keras. Ia jelas meninggalkan pasukannya beberapa jam yang lalu beberapa kilometer dari terjadinya anomali.
"Ini sangat aneh, seingatku aku meninggalkan pasukanku di sini, beberapa kilometer dari anomali. Cukup jauh untuk pasukan Ratu Callista tak melihat kami, tapi kami bisa memantau pergerakan mereka. Tapi sekarang ...."
Ali menarik nafas dan menghembuskannya pelan "Jelas, posisi kalian telah diketahui" Ali menepuk pelan bahu Spark. Siapapun bisa menebak bahwa mereka telah gugur. Spark tertunduk, namun Ali bisa melihat rahang pemuda itu mengeras, tangannya mengepal.
"Apa yang harus kita lakukan jika tak ada anomali?" Qalb memecah keheningan.
Ali menatap laut tenang-tanpa ombak, jenis tenang yang aneh. Tak ada laut yang setenang ini.
"Kita menyelam" Putus Ali
.
.
.
*****
Aloda menatap ketiga remaja di depannya dengan seksama. Selama ribuan tahun hidupnya, beberapa generasi telah Ia lewati, kadang takdir membawanya bertemu keturunan murni, kadang pun tidak. Namun, tak pernah Ia menjumpai peristiwa seperti ini.
"Entah siapa yang mencetuskan teori seperti itu, yang ku tau keturunan murni baru hanya lahir saat keturunan murni sebelumnya telah gugur. Tak ada dalam sejarah kekuatan keturunan murni berpindah pada perempuan dewasa lainnya"
Seli dan Lan saling menatap bingung "Tapi ramalan itu begitu terlihat jelas, Ratu Callista dikalahkan oleh seorang wanita, dan itu bukan Raib" Cope menyela.
Aloda menggelengkan kepala "Anak muda, banyak hal di dunia ini yang tak bisa kau mengerti hanya dengan melihat, kadang kau perlu menelusuri jauh ke belakang untuk mengerti. Alam selalu punya rahasia dan kejutan untuk makhluknya"
"Lagi pula jika kalian benar percaya ramalan itu, biarkanlah itu terjadi, dengan atau tanpa campur tangan kalian. Justru aku takut jika kalian melakukan sesuatu, yang sebaliknya yang akan terjadi" Lanjut Aloda.
.....
.....
Lama mereka terdiam. Ketiganya tak punya suatu kalimat untuk dikatakan. Mereka tak bisa mengelak, mungkin benar Ratu Callista akan dikalahkan dan itu bukan oleh Raib, tapi bukan berarti perempuan dalam ramalan itu adalah keturunan murni. Bagaimana jika mengakhiri hidup Raib membawa mereka ke takdir yang baru?
.....
.....
"Ba-bagaimana kabar Raib?" Seli memecah keheningan dengan suara tercekat. Ia tak pernah menginginkan ini, Ia hanya ingin perang ini berakhir.
"Keturunan murni masih dalam proses pengobatan"
"Apa kemungkinan keturunan murni bisa sadar kembali?" Lan ikut bertanya. Aloda sejenak terdiam "Anak muda, kami makhluk hanya dapat berusaha namun alam yang akan menentukan. Alam akan selalu menemukan keseimbangannya" Jawab Aloda jumawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Sagaras
FantezieIni Kisah tentang Raib dan Ali setelah perpisahan mereka di buku SagaraS. Tentang kesedihan dan kerinduan Raib. Tentang kerinduan dan perjuangan Ali untuk bertemu Raib lagi. Tentang musuh antar klan yang kembali mengusik ketenangan klan Bumi.
