Big thanks untuk mereka yang udah vote sampe nyempatin komen. Aku bisa bilang cerita ini udh masuk 60% tapi kita belum sampe di klimaks. Keep reading and waiting for update.
.
.
.
Seluruh pasang mata di ruangan tersebut terlihat berfokus pada Av yang sedang mengamati sebuah batu hitam di bawah sebuah instrument yang Ali percaya sebagai microscope klan Bulan.
"Ini asli" Putus Av setelah beberapa menit "Dari mana kau mendapatkannya Ali?" semua pasang mata kini beralih pada Ali, sementara Av mengelilingi rak-rak buku di sekitarnya seperti tengah mencari sesuatu.
"Klan Archantum, aku membelinya" Jawab Ali.
"Tak banyak buku yang membahas tentang batu ini karena kepemilikannya yang tak menentu di setiap generasi" Av muncul dengan sebuah buku kecil di tangannya.
"Precious stone tak diwariskan secara darah keturunan, dipercaya mereka yang menemukan pemiliknya sendiri. Setelah diciptakan oleh Robero, precious stone memang diberikan kepada keponakannya Aderia. Lalu setelah 550 tahun batu ini berada di tangan pasangan Rend-Nalena, pasangan yang sempat dipisahkan 110 tahun lamanya dan berhasil saling menemukan menggunakan batu-batu ini. Pasangan Rend-Nalena berasal dari klan Drema yang terletak jauh beberapa galaxy dari klan Robero. Hanya dua kepemilikan itu yang terekam sejarah"
"Lalu bagaimana cara kerjanya? Bagaimana kita bisa mengetahui lokasi Raib lewat batu ini?" Tanya Ali tak sabar, ini bukan saatnya menambah pengetahuan.
Av menatap Ali seksama "Bukan kita Ali tapi Kau. Hanya kau yang mengetahui lokasi Raib"
"Tapi aku-"
"Kau hanya perlu melangkahkan kakimu, batu itu akan menuntunmu menemukan pasangannya" Av menepuk pelan bahu Ali, mengirimkan energi ketenangan.
Ketegangan dalam ruangan itu sedikit menurun. Pasalnya sejak Ali datang dengan ekspresi serius bersama Batozar yang juga memasang wajah sangar, Panglima Tog tak berani mengatakan sepatah kata pun walau kalimat selamat datang. Dia bergidik melihat Ali yang seingatnya selalu terlihat jenaka saat itu menampakkan ekspresi yang sedikit menakutkan.
Sebenarnya sangat bisa diipahami. Ali yang dihadapannya sekarang terlihat jauh berbeda, remaja itu tumbuh menjadi pemuda gagah dan tampan. Tubuhnya menjulang tinggi, hampir menyamai panglima Tog, rambut yang biasanya berantakan telah terpangkas rapi, ditambah wajah Ali terlihat di beberapa bagian semakin tegas. Sorot matanya menajam, tulang hidungnya yang meninggi dan rahangnya yang terlihat semakin tajam. Tak tersisa sedikitpun sosok remaja beberapa tahun lalu.
.....
"Lalu kita mulai darimana?" Kalimat pertama panglima Tog. Seluruh pasang mata kini berfokus pada Ali.
...
....
"Distrik sungai jauh-jauh" Ali menyadari mulutnya menyebut sebuah lokasi. Ia benar-benar tak tahu bagaimana menjelaskan alasan Ia meyakini Raib berada di sana, tapi sepertinya tak ada seorang pun yang mempertanyakan.
"Aku akan menyiapkan pasukan" Pangima Tog berdiri, bergegas.
"Tunggu, sebelum ke sana, kita perlu menemui seseorang"
******
Seseorang yang Ali maksud adalah Ayah Ana, Zen. Walau Ia bisa menemukan lokasi Ratu Calista, Ia terlebih dahulu harus tahu seberapa besar pasukan mereka sebelum menyerang, dan satu-satunya yang mempunyai banyak informasi adalah pengintai klan sagaras, Zen. Berdasarkan kartu kordinat yang diberikan untuk Ana, pria itu berada di klan Aaro. Tak banyak yang berangkat, hanya Ali, Batozar, Lan dan Ana, sementara Panglima Tog tinggal untuk mengkordinir pasukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Sagaras
FantasyIni Kisah tentang Raib dan Ali setelah perpisahan mereka di buku SagaraS. Tentang kesedihan dan kerinduan Raib. Tentang kerinduan dan perjuangan Ali untuk bertemu Raib lagi. Tentang musuh antar klan yang kembali mengusik ketenangan klan Bumi.
