Raib tak tahu berapa lama sejak Ia terbangun di dimensi kekuatan-ketika tiba-tiba salah satu untaian DNARNA nya perlahan memunculkan satu per satu kode. Raib dapat merasakan kesedihan dan penyesalan yang terus menderanya seketika menghilang, digantikan dengan harapan baru.
"Itu kekuatan penenang. Salah satu kekuatan yang tak boleh dihilangkan dari seorang keturunan murni" sebuah suara mendistraksi Raib. Tampak seorang wanita dewasa berpostur tinggi-tidak-sangat tinggi-turut memandangi untaian DNARNA.
"Maaf. Anda siapa?" Wanita itu tersenyum, menatap Raib yang jauh lebih pendek darinya.
"Aku Alana, keturunan murni pertama" Pupil Raib membesar, spontan membungkukkan badannya "Maaf Putri. Saya tidak tahu. Saya Raib, ketu-" Kalimat Raib terhenti, entah Ia masih pantas menyebut dirinya keturunan murni.
"Aku tahu. Kau keturunan murni abad ini"
Alana kembali memandangi dimensi kekuatan Raib yang baru terisi beberapa kode, selebihnya untaian kekuatan tersebut masih kosong "Jadi apa yang terjadi hingga seorang keturunan murni bisa kehilangan semua kekuatannya" Netra Alana kembali ke Raib yang seketika menunduk.
Raib mulai menceritakan tentang Ratu Callista hingga Ia terbangun di dimensi ini "Aku tak tahu apa yang mereka lakukan, tapi ketika terbangun di sini. Gen kekuatanku sudah hilang" Raib masih menunduk.
"Baru tadi, beberapa kode itu muncul. Apakah semua kekuatanku bisa kembali?"
"Seseorang pasti telah membawamu ke klan Orez"
"Klan Orez?"
"Tempat pertama kalinya keturunan murni diberi kekuatan. Tenanglah, satu persatu kekuatanmu akan kembali, hanya saja itu butuh waktu yang lama. Yang kutakutkan adalah kekuatan lamamu yang diambil Ratu Callista"
"Diambil?"
"Ya melihat untaian DNARNA mu yang kosong dan tubuhmu yang tak sadarkan, itu berarti kekuatanmu tak dihapus, tapi diambil paksa lalu dipindahkan ke tubuh yang lain"
.....
"Jika mendengar ceritamu, perkiraanku di masa mu sekarang tengah berlangsung peperangan"
Pupil Raib membesar. Raib tak pernah memikirkan kemungkinan ini, bahkan Ia tak tahu bahwa sebuah kekuatan bisa dipindahkan ke tubuh yang lain. Apa katanya, peperangan? Bagaimana dengan Seli? Bagaimana dengan teman-temannya di Klan Bulan? Bagaimana dengan Ali di Sagaras? Apakah mereka baik-baik saja?
"Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan semua kekuatanku?"
"Aku tak tahu Raib. Aku bahkan tak tahu berapa banyak kekuatan yang dimiliki seorang keturunan murni. Hingga akhir hayatku, tubuhku terus berkembang, kekuatan baru terus muncul. Aku sudah lupa berapa banyak kekuatan yang kumiliki"
"Lalu bagaimana? aku harus segera kembali. Teman-temanku dalam bahaya" Raib berucap panik. Kecemasan kembali menderanya.
"Yang pasti, kau takkan bisa mengalahkan Ratu Callista hanya dengan kekuatan penenang" Dalam hati Raib membenarkan. Setidaknya Ia perlu mengembalikan kekuatan nya terdahulu yang telah Ia kuasai.
"Apa kau tak bisa membantuku?"
Alana menggeleng pelan "Kita hidup di masa yang berbeda Raib. Aku tak mungkin bisa membantu. Lagi pula ini hanya perkiraanku, itu semua bisa saja salah" Raib terduduk. Tidak. Sesuatu yang besar pasti terjadi. Ia teringat kalimat Dan sebelum mereka berpisah.
"Hiks ... hiks .... ini salahku. Aku keturunan murni yang paling lemah" Entah sejak kapan wajah Raib telah basah. Alana memandangnya simpati, seraya mengusap pelan bahu Raib, mengirimkan energi ketenangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Sagaras
FantasiIni Kisah tentang Raib dan Ali setelah perpisahan mereka di buku SagaraS. Tentang kesedihan dan kerinduan Raib. Tentang kerinduan dan perjuangan Ali untuk bertemu Raib lagi. Tentang musuh antar klan yang kembali mengusik ketenangan klan Bumi.
