Raib memandang bayangannya dalam cermin. Ia tak pernah memandangi dirinya untuk waktu selama ini. Sebenarnya tak ada yang berbeda, namun Raib masih bisa merasakan jejak sentuhan Ali sejak belasan menit lalu. Jari-jari Raib mengusap pelan bibirnya yang terlihat sedikit membengkak, moment saat bibir mereka bertemu teringat kembali, rasa yang tercipta saat bibirnya dihisap lembut, saat mereka saling mengecup dalam basah. Raib tanpa sadar menggit bibir bawahnya.
Jari-jarinya berpindah pada leher. Ruam-ruam merah samar masih terlihat. Raib masih bisa merasakan kecupan lembut di sana, juga hisapan dan sentuhan basah lidah Ali pada kulitnya. Semua itu mengirimkan rasa yang belum pernah Ia rasakan sebelumnya. Rasa candu menginginkan Ali terus menyentuhnya, rasa takut yang hadir bersama rasa nikmat kala sentuhan Ali semakin intim. Nafas Raib memburu. Hanya mengingatnya saja sudah membuat Raib basah.
Ia bukan anak kecil, Ia tahu semua ini akan mengarah ke mana. Ia juga menginginkannya sebesar keinginan Ali. Namun terlebih dahulu, mereka harus memecahkan takdir ceros dan keturunan murni. Gelombang khawatir tiba-tiba menghantamnya. Bagaimana jika pada akhirnya tak ada jalan untuk mereka. Bagaimana jika masa depan mereka memang akan diisi oleh orang lain.
Raib mengambil buku kehidupannya. Ia telah mencoba sebelumnya, menelusuri keturunan murni yang dimaksud dalam sejarah. Mereka pernah bertemu di dimensi DNA kekuatan. Dia adalah Lalana, keturunan murni yang wafat di usia sangat muda yaitu 18 tahun. Manusia pada generasinya dapat hidup hingga ribuan tahun, sehingga kematian Lalana merupakan pertanyaan terbesar. Bagaimana mungkin seorang keturunan murni yang memiliki kekuatan penyembuh berakhir hanya karena melahirkan seorang anak.
Rumor pun beredar, perkawinan yang memang tak pernah mendapat restu dari bangsanya kembali dibahas. Bahwa memang seorang keturunan murni tak bisa bersanding dengan manusia yang masih memiliki gen binatang dalam tubuhnya. Bahwa anak ceros yang Ia kandung menghisap energi manusia Ibunya. Sejak saat itu para tetua menulisnya dalam buku-buku, menyampaikan ke anak cucunya untuk disampaikan lagi ke cicitnya, bahwa seorang ceros bahkan ceros alpha sekalipun tak boleh melakukan perkawinan dengan seorang keturunan murni.
Raib menghela nafas. Andai saja Ia bisa ke masa lalu. Mungkin Ia bisa menelusuri peristiwa sebenarnya. Mungkin ada yang terlewat dari buku-buku sejarah. Raib tahu, beberapa keturunan murni dapat melakukan perjalan ke masa lalu, namun Ia belum menemukan cara menguasai kekuatan tersebut. Ia telah menelusuri seluruh perpustakaan Av, namun tak satupun buku yang menuliskan cara menguasai kekuatan itu.
Getaran smarphone menyadarkan Raib dalam pikirannya yang raut. Itu pesan dari Ali.
"Harus pergi ke suatu tempat. Untuk sementara aku tak sekolah. Jangan cari aku"
Raib langsung menelpon Ali dan nomor nya sudah tak tersambung lagi. Seketika Ia menyesal sudah menggoda Ali tadi. Mungkin Ceros itu merasa bersalah karena tak dapat mengendalikan diri hingga berpikir harus mengunsi ke suatu tempat.
Kapan mereka bisa bertemu lagi. Baru beberapa menit yang lalu mereka berpisah dan Raib sudah rindu.
*****
Ali memandang Master Batozar dan Miss Selena yang beberapa menit lalu tiba di basementnya.
"Ini sudah keputusan klan Ali, kalian harus dipisahkan hingga masa period cerosmu habis" Miss Selena berucap "Jangan sampai kalian mengulang sejarah" Lanjutnya.
"Berapa tahun?"
Miss Selena dan Master Batozar saling berpandangan. Sejujurnya ini belum didiskusikan, bahkan para tetua klan tak tahu pasti apakah masa period ceros akan habis tanpa harus menemukan pasangannya. Mereka hanya khawatir melihat physical touch Raib-Ali sudah hampir melewati batas.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Sagaras
FantasíaIni Kisah tentang Raib dan Ali setelah perpisahan mereka di buku SagaraS. Tentang kesedihan dan kerinduan Raib. Tentang kerinduan dan perjuangan Ali untuk bertemu Raib lagi. Tentang musuh antar klan yang kembali mengusik ketenangan klan Bumi.
