Mereka masih memperhatikan handband di tangan Ali, ketika sebuah portal tiba-tiba terbuka. Ali tersenyum, mereka telah menemukan pintu masuknya. Tak salah lagi, pasti Raib sengaja menjatuhkan handband itu lalu bekerja sama dengan alam agar ia menemukannya.
"Saya akan menghubungi Panglima Tog" Batozar berucap dengan semangat. Beberapa menit kemudian pasukan panglima Tog muncul lengkap dengan kapsul tempur mereka.
"Kalian fokuslah menyelamatkan Raib dan Seli. Aku akan mengurus sisanya" Ucap Panglima Tog tak kalah semangat. Strategi penyerangan Markas Ratu Calista telah dibuat sejak beberapa bulan lalu namun tak bisa mereka laksanakan karena tak ada yang mengetahui lokasinya.
Mereka semua dengan memakai kapsul mulai memasuki portal yang langsung diterpa dengan teriknya sinar matahari. Tak susah menemukan persembunyian Ratu Calista karena di sana sejauh mata memandang hanya ada satu bangunan yaitu sebuah istana berwarna merah, sangat kontras di tengah gersangnya padang pasir.
Panglima Tog mulai segera mengatur pasukan. Pasukan yang berisi para pemilik kekuatan menghilang dan pukulan berdentum masuk terlebih dahulu untuk menghadapinya. Namun hanya beberapa menit, sebagian pasukan telah kembali.
"Mereka punya teknologi pendeteksi kekuatan. Kekuatan menghilang tidak akan berguna. Dua orang lainnya tertahan karena posisinya diketahui. Kita harus segera menyerang sebelum mereka melakukan sesuatu dengan 2 orang kita"
"Bagaimana dengan jumlahnya?"
"Tak sempat, kami baru berada di gerbang ketika alarm berbunyi. Hanya perlu beberapa detik untuk mengetahui lokasi akurat kami" Panglima Tog terdiam. Ia tidak memprediksi kemungkinan ini.
.....
.....
"Kita langsung menyerang" Ali berucap, membuat semua pasang mata teralih padanya.
"Aku akan coba mengirim beberapa granat EMP, kita lihat apakah mereka juga punya teknologi peredamnya. Kalau pun mereka punya, setidaknya serangan ini bisa memberi kita waktu untuk menyusup masuk. Hanya bisakah kita berfokus menyelamatkan Raib dan Seli terlebih dahulu?" Ali menatap seluruh pasukan elit panglima Tog.
....
"Tentu Ali, keselamatan keturunan murni dan sahabatnya yang paling utama. Setelah itu baru kita mengejar Ratu Calista" Ali mengangguk. Ia tak punya banyak waktu, mereka pasti sudah mengetahui adanya penyerangan. Ia khawatir mereka memindahkan Raib ke tempat lain.
Sesuai rencana, ILY menembakkan beberapa granat EMP ke beberapa titik istana. Ini adalah teknologi yang Ia pasang ke ILY setelah mengunjungi klan bintang. Secara bersamaan Pasukan Panglima Tog dalam jumlah kecil mulai menyusup masuk. Ali menunggu beberapa menit, Pasukan panglima Tog akan segera memberi sinyal jika ternyata serangannya tak berhasil.
Tidak ada sinyal. Mereka langsung menyerang masuk, menembakkan belasan bom dengan kekuatan kecil, hanya untuk mengacau. Kapsul-kapsul terus merengsek masuk yang langsung menghadapi serangan angin. Mereka jelas punya pengendali angin yang handal, ILY dan kapsul pasukan klan bulan saling bertabrakan karena arah angin yang tak beraturan.
Ali mengambil keputusan cepat untuk mendarat, mereka jelas menguasai pertempuran udara. Ali dan Batozar segera turun menghadapi musuh.
"Lan kau bisa tinggal di kapsul"
"Tidak, aku akan ikut bertarung" Sangat jelas terlihat keraguan di wajahnya. Lan bukan pemilik kekuatan, Ia lebih menyukai teknologi tapi tak mungkin menyerang dengan kapsul di saat angin di atas sana masih menggila.
"Kalau begitu pakai ini. Dari lantai ILY, muncul sebuah koper" Itu adalah teknologi robot dari Enter yang Ali sempat gunakan saat kekuatannya hilang.
Tanpa perlu menjelaskan lebih jauh, Ali meninggalkan Lan dan mulai mengaktifkan kekuatan cerosnya. Terlihat Batozar telah membuat lumpuh belasan lawan yang semuanya menggunakan jubah merah. Ali mulai menyerang sambil menunggu informasi dari pasukan menghilang tentang lokasi Raib dan Seli.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Sagaras
FantasyIni Kisah tentang Raib dan Ali setelah perpisahan mereka di buku SagaraS. Tentang kesedihan dan kerinduan Raib. Tentang kerinduan dan perjuangan Ali untuk bertemu Raib lagi. Tentang musuh antar klan yang kembali mengusik ketenangan klan Bumi.
