Flashback ON
Dan kecil menatap kerumunan para pemilik kekuatan dengan raut khawatir. Ayah Ibunya tengah menemui otoritas klan Komet Minor untuk menanyakan perihal keberadaan kakaknya yang hilang sejak lima jam yang lalu. Mareka berada di sana karena menghadiri konferensi untuk membahas para penjahat klan yang akhir akhir ini semakin meresahkan, sementara kakaknya yang tak punya kekuatan apapun hanya menunggu di luar sambil mengamati presentasi beberapa prototype teknologi terbaru.
"Bagaimana?" Tanya Dan ketika orang tuanya tiba-tiba muncul, bukan hal mengejutkan mengingat Ayahnya memiliki kekuatan menghilang.
"Kita harus segera kembali" Ayahnya berucap dengan nada terburu-buru, Ibunya juga menampakkan ekspresi menakutkan.
"Bagaimana dengan Kakak ku?"
"Kita akan cari Lan setelah ini"
"Aku tak mau pulang sebelum Kak Lan ketemu" Dan kecil menatap Ibunya, seakan meminta persetujuan
"Sayang, terjadi sesuatu di Klan. Kita harus kembali sebelum terlambat. Ibu janji setelah ini kita akan cari Lan sampai ketemu" Suara Ibunya lembut seperti biasa, tapi Dan kecil bisa melihat kekhawatiran yang teramat besar di mata sang Ibu.
Saat itu Dan tak mengerti apa yang tengah terjadi. Saat tiba di klan mereka, Klan Moora perang telah berkecamuk. Itu pertama kalinya Dan menyaksikan manusia saling menyerang menggunakan berbagai kombinasi kekuatan. Ayah Ibunya dan para pemilik kekuatan berusaha sekuat tenaga mengusir para penjahat bertudung merah, sementara Dan dan anak anak lainnya bersembunyi di ruang-ruang tak terlihat. Itu adalah ruangan yang khusus diciptakan sebagai tempat persembunyian, diselubungi dengan mantra-mantra penghilang membuat ruangan itu benar-benar tak terdeteksi.
Dan kecil tak ingat berapa lama Ia dan anak-anak lainnya menunggu, hingga ruangan yang mereka tempati bersembunyi bergetar, disusul retakan-retakan di berbagai sudut ruangan itu. Dan kecil menangis, begitupun anak-anak lainnya. Hal terakhir yang Dan ingat sebelum ruangan itu benar-benar hancur adalah pesan Ayahnya "Dan, jika Ibu dan Ayah tak datang menjemputmu, menghilanglah. Lupakan Ayah dan Ibu, tinggalkan klan ini"
Para penduduk Klan Moora selalu berkata bahwa Dan memiliki teknik menghilang seperti seorang leluhur Moora bernama Panama, pemilik teknik menghilang yang sempurna. Tubuhnya benar-benar menghilang, menyatu dengan alam bahkan dapat menembus benda-benda padat. Dan mewarisi gen tersebut, Ia bisa menghilang dengan hawa keberadaan lebih rendah daripada udara, tak pernah ada yang bisa mencium atau menemukan jejak Dan jika Ia dalam mode menghilang.
Dan kecil menghapus air matanya, mulai menghilang saat para penjahat bertudung merah menyergap anak-anak lainnya. Ia berlari melewati tubuh-tubuh penduduk Moora yang telah bergelimpangan tak bernyawa. Dan tak tahu harus kemana, Ia tak pernah berpindah klan sendiri. Satu-satunya yang terlihat bisa membawanya keluar klan adalah sebuah kapal besar, yang Dan yakini milik para penjahat.
Masih dalam mode menghilang Dan menaiki kapal tersebut, mencari ruangan yang bisa Ia jadikan tempat persembunyian. Ia menemukan sebuah ruangan yang cukup terpencil dan tak dijaga oleh satupun manusia bertudung merah.
Hanya ada satu sosok di sana, seorang gadis kecil dengan puluhan kabel menghubungkan tubuhnya dengan sebuah alat.
Flashback OFF
Ali menatap Raib yang masih tak kunjung sadarkan diri. Seli telah menceritakan semuanya, tentang Dan yang memiliki wajah mirip dengan Lan, hanya warna mata mereka yang berbeda. Sementara Lan masih dirawat intensif, Seli benar-benar menyerang seluruh alat vitalnya.
"Ra, bangun Ra" Bisik Ali. Telah dilakukan pemeriksaan berulang kali dan hasilnya menyatakan bahwa Raib baik-baik saja, bahkan Av tak mengerti apa yang membuat Raib tak kunjung membuka mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Sagaras
FantasíaIni Kisah tentang Raib dan Ali setelah perpisahan mereka di buku SagaraS. Tentang kesedihan dan kerinduan Raib. Tentang kerinduan dan perjuangan Ali untuk bertemu Raib lagi. Tentang musuh antar klan yang kembali mengusik ketenangan klan Bumi.
