Halo aku balik lagi, makasih yang udah baca, vote dan bahkan komen cerita ini. Lebih dari dugaanku, awalnya plot cerita ini sangat sederhana namun semakin menulis ternyata butuh banyak chapter untuk sampai di akhir cerita.
Happy reading guys
Raib mengumpulkan keyakinan. Ia memegang erat permata berbentuk bulan-hiasan jepit rambut pemberian Ali yang sekarang ia jadikan bandul kalung. Ia tak punya pilihan lain, Ia harus datang ke distrik jauh-jauh sendiri untuk menyelamatkan Seli secepatnya. Ia takut mereka semakin menyiksa Sahabatnya.
Bohong jika Raib mengatakan bahwa dia tak takut, Ia bahkan gemetaran. Mendatangi markas penjahat sendiri, tanpa strategi sama saja seperti bunuh diri. Tapi Ia tak bisa berpikir apapun, Ia bukan Ali yang bisa memikirkan 200 solusi untuk satu masalah.
Raib membuka buku kehidupan "Putri ingin ke mana?" terdengar sebuah suara "Distrik jauh jauh" seperti biasa muncul sebuah portal. Raib menarik nafas lalu menghembuskannya pelan. Ia melangkah menuju portal hingga tubuhnya hilang dan portal tertutup.
****
Ali sedang bersama Lan saat benda di sakunya memancarkan cahaya kuning. Benda yang selalu Ia bawa kemanapun setelah berpisah dengan Raib dan Seli. Ali mengeluarkan benda itu dari sakunya.
"Itu apa?" Lan bertanya
"Raib baru saja meninggalkan bumi" Wajah Ali memucat, firasatnya tidak enak. Walau cahaya yang dipancarkan masih kuning bukan merah tapi Ia bisa merasakan bahaya sedang mengintai Raib.
Lan menatap seksama benda di tangan Ali "Itu seperti batu biasa, bagaimana bisa memancarkan cahaya?" Lan bergumam. Tak ada respon dari Ali, Ia kembali mengantongi batu-yang telah berhenti memancarkan cahaya tersebut.
"Kita harus cepat menemukan cermin itu" Ucap Ali cepat. Lan dengan jelas melihat kepanikan di wajah nya "Ali tenang, sebenarnya itu batu apa? ada apa dengan Raib?"
.....
"Mereka menyebutnya The Precious Stone tapi sebenarnya ini adalah pelacak. Batu ini mempunyai pasangan yang aku berikan pada Raib, Ia akan mengeluarkan cahaya kuning ketika pasangannya tidak lagi berada dalam satu klan dan akan memancarkan cahaya merah ketika si pemilik batu sedang dalam bahaya. Kau bisa lihat cahaya kuning tadi, artinya Raib baru saja berpindah klan entah karena apa"
"Wow aku tak tahu ada jenis pelacak seperti itu" terlepas dari suasana hati Ali yang sedang tak bagus, Lan tak bisa menyembunyikan kekagumannya "Kau membuatnya sendiri?"
"Tidak, aku membelinya di Kota Archentum Klan Komet" Lan tak bertanya lebih jauh, itu pasti salah satu Klan yang Ali dan sahabatnya pernah jelajahi.
"Tenanglah, sedikit lagi alatnya akan jadi lalu kita bisa uji coba. Aku yakin tak ada teknologi yang bisa mendeteksi alat ini" Lan menepuk pelan bahu Ali "Lagi pula Raib adalah keturunan murni, dia pasti bisa mengatasinya"
Ali hampir melupakan fakta bahwa yang sedang Ia khawatirkan adalah seorang perempuan yang dapat menghancurkan dinding dengan satu pukulan, membekukan apapun disekitarnya bahkan bisa berbicara dengan alam. Namun entah kenapa, walau mengetahui semua itu firasatnya tetap tidak enak.
Flashback On
Klan Komet Kota Archentum
Ali telah selesai membeli beberapa teknologi yang Ia yakini dapat membantunya dalam pertempuran melawan pangerang tanpa mahkota. Ia masih punya sisa uang dan berpikir untuk membeli hadiah untuk Raib dan Seli.
"Kau sudah selesai, aku masih punya benda bagus untuk mu?" Sang penjual menegur saat melihat Ali berjalan keluar toko. Ali berhenti, wajahnya jelas menunjukkan ketertarikan. Hadiah untuk Raib dan Seli bisa Ia beli di Bumi saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Sagaras
FantasiaIni Kisah tentang Raib dan Ali setelah perpisahan mereka di buku SagaraS. Tentang kesedihan dan kerinduan Raib. Tentang kerinduan dan perjuangan Ali untuk bertemu Raib lagi. Tentang musuh antar klan yang kembali mengusik ketenangan klan Bumi.
