Beberapa siswa memberikan kursi dan meja yang selesai mereka gunakan untuk Vano dan teman-temannya. Dengan langkah tegasnya, ia membawakan dua nampan makananya dan milik Illona. Ini adalah hal yang sangat jarang Vano lakukan, makan di kafetaria sekolah. Biasanya lelaki itu lebih memilih ke rooftop dan menghisap rokoknya daripada makan. Bahkan kadang Sakha sampai harus membawakan makanan yang sudah dikemas oleh para juru masak sekolahan untuk Vano.
Namanya juga cucu pemilik sekolahan. Pasti mendapatkan sesuatu yang istimewa.
"Tumben sekali den Vano mau makan disini"
"Ada pacarnya sekarang, cantik banget ya" ucap para bibi yang menyiapkan makanan untuk siswa siswi disana.
Galen dan Sakha mencoba mencari kursi kosong.
"Disana saja den, buka pintunya gapapa" saran bibi kafetaria.
"Terima kasih" ucap Illona sembari tersenyum manis. Ia membantu Vano membukakan pintu ruangan khusus yang sering digunakan para guru atau tamu.
"Emang ya, cucu pemilik sekolahan selalu dapet hal istimewa" ucap Evan bangga karena bisa berteman dengan Vano.
Tak hanya empat lelaki itu saja, tapi tiga gadis lainnya juga ikut. Iya, karena ajakan Illona.
Akhirnya kini mereka bergabung bersama untuk makan siang.
"Kamu mau minum air putih aja?" Tawar Vano pada Illona.
"Iya, aku juga suka air putih kok"
"Aku bisa minta bibi buat bawain minuman lain"
"Sstttt! Enggak, udah ini aja. Wah ini kelihatan enak ya.."
Illona hanya mencoba membuat Vano tak terlalu memanjakannya saja. Toh, ini sudah sangat cukup untuk Illona.
"Selamat makan semuanya" ucap Illona sebelum menyicip makanan dihadapannya.
"Selamat makan!"
Vano dan Illona duduk berhadapan diujung. Disisi Illona ada Leera, Ryn dan Yessy sementara disisi Vano ada Sakha, Harvey, Galen dan Evan yang duduk menghadap teman-temannya sekaligus tembok.
Tok tok tok!
Bibi dapur kembali lagi namun ia membawakan satu nampan dan masuk.
"Ada menu spesial dari chefnya buat den Vano.."
"Aduh kenapa repot-repot"
"Gak repot kok den, buat sambutan pacarnya juga"
"Hehe makasih" itu Illona yang menjawab.
"Sama-sama mbak cantik.."
Illona geli mendengarnya.
"Tuh, cantiknya emang diluar nalar tuh" ucap Leera mengoda Illona.
"Pacar gue"
"Iye iye Van, pacar elu dah" pasrah Evan. Temannya sudah kelewat bucin sekarang.
"Illona kalo gak suka timunnya dipisahin aja" ucap Harvey tiba-tiba dan membuat Vano langsung menoleh.
"Illona gak bisa makan timun" tambah Harvey.
Vano segera mengambil sendok garpunya untuk mengambil potongan timun itu. Ia memisahkannya dengan sangat sabar.
"Gapapa Vano, aku bisa misahinnya" tak ada jawaban dari pacarnya, tapi Illona tahu bahwa Vano mungkin kesal.
Vano hanya diam, ia tak tahu tentang ini. Dan justru Harveylah yang menyadarinya. Vano sedikit kesal mendengarnya tadi.
"Udah, makan yang banyak ya" usap Vano pada kepala Illona. Tak lupa ia memberika beberapa potongan sosis untuk Illona. Vano hanya tahu jika gadisnya sangat menyukai sosis, nugget dan daging.
Aura Vano saat itu membungkam teman-temannya sementara.
"Makan aja, kalian ambilah. Gue sama Illona juga gak bisa nghabisin tuh daging"
"Siapp!" Ucap mereka semua dengan sangat semangat ketika Vano memberi izin.
Illona tersenyum manis melihatnya, Vano memang perhatian hanya saja sedikit judes. Apalagi aura dominasinya sangat amat kuat.
TBC
Vano buat orang lain 👿🤬😒🤨😑🔪🖕👊
Vano kalo sama Illona 😍🥰😘😇😊😉❤💕
Hidup memang tak adil 🥲
KAMU SEDANG MEMBACA
promise
Short StoryNomin Gs ‼️Feat Hyunjin Illona, si gadis buta yang dihadapkan dua pilihan sulit antara Harvey atau Vano. Siapakah yang akan Illona pilih? Na Jaemin as Illona Lee Jeno as Vano Hwang Hyunjin as Harvey Started : August 23 2022
