Kedua Puluh Sembilan

341 67 93
                                        

Boom! Emo bawa book baru hehe, btw kalau ini udah selesai. Soalnya kemungkinan loh ya, kurang 5-6 chapter lagi terus book nya tamat! Aslinya Emo nggak mau namatin, tapi nggak mau kaya sinetron aja yang konfliknya muter-muter. Oh ya, pada setuju buat Taehoon harem nggak? Tapi takut ribet, pengen buka req sih biar bisa dapat ide terus. 

//nampar diri sendiri; inner: geblek kau, masih ada banyak book di draft kau! 

//nampar diri sendiri; inner: geblek kau, masih ada banyak book di draft kau! 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

.

Taehoon terlentang di ranjang, menatap langit-langit kamar yang terasa asing. Seumur-umur ia tak pernah mengira bahwa dirinya akan diculik oleh komplotan gangster. Sekarang dia bimbang, bagaimana cara melarikan diri dari tempat menyebalkan ini? Pastinya tidak mudah.

Taehoon pernah mengintip dari sela-sela jendela yang telah terblokir oleh papan kayu. Ternyata Lee Jinho telah memperhitungkan segala kemungkinan yang akan dilakukan pemuda taekwondo itu untuk kabur. Dia menempatkan banyak penjaga di luar dan di dalam, tak lupa menutup semua akses yang terhubung ke kamar Taehoon.

Lee Jinho sengaja membuat Taehoon seperti burung dalam sangkar yang memiliki persentase kecil untuk kabur ke alam bebas. Namun sekecil apapun kemungkinan yang ada bila disetai niat dan usaha, pasti akan berhasil. Taehoon meyakini prinsip tersebut.

Dia tak bisa menunggu orang lain menolongnya karena rasanya mustahil. Taehoon menghilang setelah insiden penyerangan gangster. Pasti banyak orang yang mengira ia melarikan diri ke tempat aman. Walaupun kenyataannya tidak demikian.

Taehoon sedikit menyesal menyuruh Yeonwoo pergi bersama Bomi waktu itu. Seandainya ia tak memerintahkan pemuda nerd itu kabur, mungkin nasibnya tidak akan berakhir seperti ini. Dikurung layaknya burung dalam sangkar membuatnya terhina dan kesepian. Dia jadi merindukan seseorang yang selalu menemani hari-harinya dengan senyum dan tawanya.

Ah, Taehoon merindukan Yeonwoo. Kira-kira pemuda nerd itu sedang ngapain? Apa dia khawatir dengan Taehoon yang tiba-tiba menghilang?

"Aku kangen Yunu.." gumam Taehoon lirih lalu mengubah posisinya menjadi terduduk. Dia lelah berbaring di ranjang empuk milik orang yang menculiknya. Sekarang ia harus memikirkan cara untuk kabur dari tempat menyebalkan ini. Kalau bisa sekalian menghabisi Lee Jinho.

Taehoon pun beranjak dari kasur, berjalan mengelilingi ruangan sembari memikirkan suatu cara yang memiliki persentase keberhasilan tinggi. Tak lama kemudian sebuah bohlam kuning muncul di kepalanya. Dia mendapat sebuah ide yang lumayan gila. Namun sepertinya patut untuk dicoba.

Setelah itu ia mulai menjalankan rencana pertama. Menggedor pintu dengan brutal supaya penjaga di luar membukakan pintu. Taehoon berniat meminta bantuan pada salah satu orang di luar untuk memanggilkan Lee Jinho. 

Pintu pun terbuka, menampilkan penjaga berotot besar yang kini berdiri di ambang pintu. Taehoon harus sedikit mendongak untuk menatap mata pria itu. Apa Lee Jinho selalu memiliki anak buah bertubuh titan? Tinggi orang ini sekitar 200 cm, hampir setinggi Mangi.

How To YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang