Pagi yang keruh. Awan-awan hitam bergelantung di angkasa, berkumpul menjadi satu membentuk lapisan yang menghalang kilau mentari. Hembusan angin kencang seolah menghantam apapun yang dilaluinya. Mengantarkan hawa dingin yang membuat siapapun urung untuk tetap berada di luar.
Namun berbeda dengan Ji Yeonwoo yang dipenuhi semangat masa muda. Dia berlari, tersenyum ke beberapa pejalan kaki yang dilewati. Ia tak sabar untuk ke dojang, mengambil tasnya yang tertinggal dan bertemu Taehoon. Tiba-tiba Yeonwoo menghentikan langkah seribu, menoleh ke arah supermarket.
"Apa aku harus membawakannya snack?" tanyanya pada diri sendiri. Yeonwoo bisa saja tidak membelikan apapun, tapi mengingat sikap Taehoon yang kasar sepertinya harus membawa sesuatu ketika berkunjung ke sana. Jika dia tak membawa sesuatu, pasti akan langsung diusir setelah mengambil tasnya.
Ia tak ingin langsung diusir, maunya berlama-lama dengan pemuda itu. Bahkan kalau bisa, Yeonwoo mau menemani Taehoon berlatih. Dia jadi terbayang oleh bentuk tubuh Taehoon hingga tanpa sadar semburat merah muncul di pipinya. Setelah sadar, Yeonwoo langsung menampar pipi kanan. Tak menyangka bila hal-hal kotor bisa menyelip di pikirannya.
"Argh, apa yang aku pikirkan?! Aku baru pertama kali bertemu dengannya, tapi bisa gila seperti ini! Sadarlah Ji, singkirkan hal-hal kotor itu dari kepalamu!" monolognya pada diri sepndiri. Lalu berjalan masuk ke dalam supermarket. Dia tak tahu snack apa yang disukai pemuda taekwondo itu. Jadi, ia membeli sesuai insting saja. Suka tidak suka, pasti akan tetap dimakan karena gratis.
Taehoon itu mata duitan. Yeonwoo yakin itu, preman cantik yang selalu menghajar orang setelah ditanya "Punya 500 won, nggak?" Dia tahu rumor itu, tapi dulu tidak tahu bila preman teri tersebut adalah Sung Taehoon. Sebenarnya ia penasaran alasan Taehoon meminta 500 won sebelum menghajar orang-orang.
Setelah membeli berbagai snack, ia langsung keluar dan berlari menuju dojang milik Seong Hansoo. Yeonwoo tak ingin membuang waktu secara sia-sia, berharap pemuda itu ada di sana dan tengah berlatih. Kedua kakinya pun berhenti di depan dojang, memantapkan hati kemudian berjalan memasuki tempat tersebut.
Yeonwoo sedikit bersenandung ketika menaiki puluhan anak tangga yang tiada habisnya. Namun tak apa bila demi menemui Taehoon. Perasaan dia baru bertemu dengan Taehoon beberapa kali sebelumnya dan itu pasti ada konflik. Kenapa ia seperti anak yang kasmaran hanya karena ditendang?
Apa balchagi 1080 derajat ada efek samping membuat orang jatuh hati?
Efek mematikan dari balchagi tiga putaran hanyalah kematian, yang dirasakan Yeonwoo sepertinya lebih mematikan karena bisa membuat dirinya tergila-gila dengan pemuda tukang tendang. Setelah melewati puluhan anak tangga, dia pun sampai di sebuah ruangan tempat ia sadar dari pingsan waktu itu.
Namun Yeonwoo belum berani untuk masuk ketika mendengar suara sanbag yang dianiya. Dia mengintip sekilas, lalu meringis mendengar kerasnya tendangan Taehoon. Pemuda taekwondo itu berlatih terlalu keras dan membuat suara yang mengerikan, Yeonwoo sampai berpikir bahwa kemarin ia menjadi sanbag untuk Taehoon.
"Hei, kenapa kamu menginjakkan kaki di dojang yang suci ini?" Yeonwoo tersentak dalam lamunan, memandang Taehoon yang juga menatapnya dengan sorot mata tajam. Yeonwoo menggaruk tengkuk yang tak gatal, ia menjadi salah tingkah karena kepergok. Namun dia lebih salah tingkah lagi ketika melihat dada bidang Taehoon yang terekpos, begitu menggiurkan.
Yeonwoo ingin sekali menyentuh dada bidang tersebut, menjilatnya, dan meremasnya. Tak lama kemudian ia tersadar, menampar kembali pipi kanannya. Dia berpikir kotor ketika melihat pemuda taekwondo itu. Rasanya Yeonwoo harus respirasi otak secepatnya untuk mengembalikan kadar kewarasan.
"Kalau tidak ada urusan, pergilah! Jangan bertingkah seperti orang gila!" usir Taehoon sembari mendengus. Risih, ia dua kali melihat tatapan Yeonwoo yang seolah ingin menyentuhnya. Memikirkan saja membuat dia merinding lebih baik latihan setiap detik.
KAMU SEDANG MEMBACA
How To You
FanfictionKetika Yeonwoo mengejar salah satu cahaya hidupnya. Sung Taehoon, orang yang berani membebaskan dia dari penjara ayahnya. Namun sayangnya Taehoon adalah orang yang gila kebebasan dan hidup semaunya tanpa terikat oleh siapapun, berhubungan dengan ses...
