Emo bingung. Perasaan Emo mengikuti beberapa orang saja. Kok tiba-tiba Emo follow banyak orang ya? Kepencet atau wattpad error atau ke hack? Emo pusing sendiri, mana emo nda kenal sama orang yang emo follow. Happy reading ya~ enjoy!
.
.
Kanvas hitam membentang di segala penjuru cakrawala. Berhias bulatan putih utuh nan bersinar, ditemani titik-titik kecil bergermelap. Semua orang terpukau, melihat lukisan alam yang cantik nan memikat. Seakan menghipnotis siapapun yang memandang kagum.
Tak terkecuali seorang pemuda bermata hitam dengan kacamata yang bertengger manis di wajahnya. Ia menatap kagum pada gugusan bintang yang terlukis di kanvas hitam. Lalu mengangkat tangan kanannya, menghubungkan titik-titik begermelap itu menjadi suatu pola yang disukainya.
Canis Major, sekumpulan bintang yang senantiasa memikat hatinya dengan keindahan pola dan maknanya. Walaupun tak seterang Orion, ia tetap menganggumi gugusan titik cantik tersebut. Membuatnya terkadang lupa sesaat akan sesuatu yang dilaluinya saat ini.
Ia bahkan tak sadar dengan keberadaan seseorang yang kini berdiri tepat di belakangnya. Tenggelam dalam kekaguman yang membuat seluruh indranya tumpul. Panggilan keras dari sosok lain dia abaikan bagaikan desiran angin yang menyapa kulitnya.
"YEONWOO, KAU TULI?!" teriak Taehoon yang mengguncang indra pendengaran Yeonwoo. Pemuda berkacamata itu tersentak lalu membalikkan badan, menatap netra coklat yang kini melotot ke arahnya.
Dia tersenyum canggung, mengusap tengkuknya yang terasa berat karena tatapan intimidasi dari lawan bicaranya. "Maaf, aku nggak denger.." ucapnya dengan raut wajah bersalah. Yeonwoo merasa tak enak hati. Ia terlalu kagum pada lukisan alam hingga tak sengaja mengabaikan Taehoon yang senantiasa bersamanya dari mentari menyosong.
Taehoon mendengus. Sudah biasa dengan kelakuan Yeonwoo yang selalu mengagumi panorama alam. Bukan tanpa alasan. Ia kerap kali memergoki pemuda nerd itu menatap gugusan titik bercahaya dengan sorot mata berbinar, seolah menemukan sesuatu yang menjadi tujuan hidupnya.
Terkadang Taehoon heran, kenapa Yeonwoo sangat mengagumi gugusan bintang tersebut? Semenarik itukah dibanding dirinya? Ah lupakan. Ia juga sering menatap titik-titik kecil bercahaya itu jika rindu dengan sahabatnya di masa lalu.
Dowoon dan ayahnya pernah bilang padanya bila orang yang sudah kehilangan jiwa akan berada di antara bintang-bintang di angkasa. Awalnya Taehoon tak percaya. Namun sekarang ia memilih untuk memercayainya karena sahabatnya kini berada di sana. Melihatnya sepanjang masa, bertanya pada angin. Apakah Taehoon bahagia atau tidak?
"Tehun, apa aku boleh bertanya sesuatu?"
Taehoon memiringkan kepala, menilai gelagat Yeonwoo yang tampak aneh dari biasanya. Pemuda nerd itu enggan menatap netra coklatnya, terus-menerus mengalihkan pandang ke arah lain dan memainkan jari-jari tangannya. Mendeskripsikan suatu perasaan yang hinggap di hati Yeonwoo.
Taehoon bergumam lirih, "Takut atau gugup? Nggak mungkin takut, kan? Memang aku gigit Yunu tadi?" Ia tidak dapat memastikan perasaan Yeonwoo saat ini. Akhirnya dia membalas dengan dehaman singkat. Tak lupa melipat kedua tangannya di depan dada, membuat Yeonwoo semakin kikuk.
"Tadi pagi, kamu menangis sambil nyebut Dowoon. Dia siapamu? Apa dia berharga bagimu?" tanya Yeonwoo seraya menatap netra Taehoon yang meredup.
Pemuda berambut coklat itu menunduk, tersenyum getir pada tanah yang menyemangatinya. Membuat Yeonwoo panik seketika. Ia tak bermaksud membuat Taehoon kembali larut pada kesedihannya. Dia hanya ingin tahu sosok yang selalu digumamkan Taehoon disetiap isak tangisnya.
Yeonwoo penasaran. Ingin mengungkap kisah dibalik nama tersebut. Jika Taehoon tidak siap untuk berbagi, dia tak akan memaksa. "Ehm.. aku nggak maksa kamu buat cerita kalau kamu nggak nyaman. Maaf.." ucapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
How To You
Fiksi PenggemarKetika Yeonwoo mengejar salah satu cahaya hidupnya. Sung Taehoon, orang yang berani membebaskan dia dari penjara ayahnya. Namun sayangnya Taehoon adalah orang yang gila kebebasan dan hidup semaunya tanpa terikat oleh siapapun, berhubungan dengan ses...
