"Tunggu!" Yuri mencegat langkah Chania sebelum gadis itu menghilang dari pandangan. Memindai penampilan Chania dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Gimana, Nda? Chani cantik, kan? Cantik banget dong, Chani yakin si Mario-mario itu bakalan klepek-klepek. Hihi."
"Tas kamu siniin." Sang Bunda nggak membalas ucapan Chania. Matanya melirik tas tenteng di tangan kiri Chania yang entah apa isinya.
Yang lebih muda tampak gugup. Bisa mampus dia kalo Bunda Yuri tahu hidden agendanya saat bertemu Mario nanti. Bukan hal aneh-aneh sih, Mario mengundang Chania makan siang di restoran mewah, dan Chania berencana untuk merekam video. Kapan lagi bisa ngevlog di tempat mahal ya kan? Mumpung ada kesempatan trobos saja. Gratis pula.
"Nggak ada yang aneh-aneh kok, Nda." Sahut Chania mencoba meyakinkan Yuri.
"Bunda nggak percaya, siniin tasnya."
"Bunda..."
"Siniin, Chania."
Chania pasrah. Dari pada di rebut paksa dan berakhir merusak kamera kesayangannya? Big no. Penghasilan Youtube perempuan itu belum seberapa, dan tentunya dia belum bisa membeli barang-barang mahal. Jajan sehari-hari saja masih mengemis pada Johannes dan Bunda Yuri.
"Nah kan! Nih bocah emang nggak bisa dipercaya. Mau ngapain kamu bawa-bawa kamera?!"
"Ngevlog lah, pake nanya- aduh! Sakit Nda..."
Jangan salahin Chania kalo Mario salah paham gara-gara melihat belasan bekas cubitan di tubuhnya. Kecuali kalo Mario seorang profesional, jadi dia bisa membedakan mana bekas cubitan dan mana bekas cupangan.
Bunda Yuri emang hobi nyiksa anak-anaknya asal tau aja. Untung uang saku lancar!
"Kamu jangan malu-maluin Bunda, Chania!" Bentak Yuri
"Apanya yang malu-maluin sih, Bunda sayang? Chania nggak ngevlog di depan Mario, kok."
"Masih berani bohong? Mau Bunda cubit lagi?" Chania reflek menutup rapat bibirnya.
"Bunda ijinin kamu megang kamera lagi karna kamu setuju nikah sama Mario! Kalo Mario illfeel liat kamu trus kalian gagal nikah, gimana? Mau kamu Bunda daftaran kuliah S2?"
"Bunda..." Rengek Chania. Diancam sedemikian kejamnya, jelas dia takut dong?
"Makanya dengerin apa kata Bunda."
"Tapi kamera Chani jangan disembunyiin lagi. Bunda harus janji."
"Iya. Nanti Bunda balikin."
"Bener ya Nda? Bunda udah janji loh."
"Janji apaan?"
"Bunda..."
"Iya, iya, dah sana. Nanti kamu telat. Mario orangnya disiplin. Dia nggak memberi toleransi untuk keterlambatan."
Sebenarnya Chania calon istri Mario atau calon karyawan laki-laki itu, sih? Aneh banget.
"Dikit-dikit Mario, siapa sih tuh orang? Kayak pejabat negara aja, sok penting. Cih."
Chania segera berlalu dari hadapan Bunda-nya. Dia kesal banget karna Bunda terus-terusan menyebut nama Mario dalam setiap kesempatan. Nggak terhitung berapa kali Yuri bercerita tentang Mario dalam seminggu terakhir.
Yuri selalu mengagung-agungkan Mario di depan Chania. Mario beginilah, Mario begitulah, trus ujung-ujungnya dibandingin sama Chania atau Johan. Sampai-sampai Johan jarang di rumah karna malas mendengar celotehan Bunda-nya tentang Mario yang agung.
Bunda Yuri malah terkikik geli melihat tingkah anak gadisnya. Chania persis seperti dia saat muda dulu. Cerewet dan seksi, eh?
Sepeninggal Chania, Yuri kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur siang yang sempat tertunda. Dia sedang sendirian di rumah. Johan sudah pergi entah ke mana, paling anak sulungnya itu sedang kencan sama pacarnya yang nomor sekian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oh My Wife (END)
Fiksi PenggemarChania beneran udah gila! Bisa-bisanya dia milih nikah sama orang yang nggak dikenal dibanding lanjut kuliah S2 😱 CW! • Markhyuck gs • Love story • Arranged marriage; • Fluffy, comedy, friendship, family • Harsh words • 18+
