[SUDAH TERBIT]
Hyunsuk yang dijual oleh adiknya kepada seorang ketua mafia kejam.
Awalnya Jihoon membeli hyunsuk hanya untuk memuaskan hasrat membunuh pada dirinya saja, namun semua itu sirna saat melihat tatapan memohon dari pria manis itu.
"Kenapa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
2 weeks after the incident...
Jihoon menatap guci abu didepannya dengan tatapan datar, tangannya meletakkan secarik kertas berisi lembaran jawaban di samping guci itu.
"Aku masih menyimpan ini. bawalah keneraka dan tunjukkan pada malaikat disana, agar dosamu semakin bertambah"
Alhasil sebuah bogeman keras mengenai bahunya, Jaehyuk pelakunya.
"Kejam sekali mulutmu itu!" Seru Jaehyuk kesal.
Setelah itu Jaehyuk meletakkan bungkus roti kosong yang sudah kusut disana.
"Aku juga masih menyimpan ini, tunjukkan pada malaikat agar hukumanmu semakin ditambah"
Plak
"Kalian ini bagaimana sih?" Omel Hyunsuk tidak habis pikir.
"Aduh" Ringis keduanya.
Asahi yang sejak tadi diam mulai maju kedepan, lalu meletakkan uang receh disana.
"Makasih"
Setelah itu dia mundur dan berdiri disamping Yoshi.
Jihoon menatap foto pemuda mirip koala yang menampilkan senyum kaku disana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Cih, sok tampan sekali" Ucap Jihoon menatap foto Junkyu sinis.
Sedangkan Jaehyuk mengangguk mengiyakan, "Percuma dia tampan, jika pada akhirnya dibakar" Timpalnya ikut-ikutan.
Mereka semua tergelak kecil, astaga, sempat-sempatnya.
"Aku menyuruhmu pergi ke neraka hanya bercanda, bodoh!. bisa-bisanya kau mengabulkan ucapanku" Omel Jihoon masih tidak terima dengan tindakan bodoh Junkyu.
"Tapi makasih, karena mu aku bisa hidup lagi seperti ini" Lanjutnya dengan seduh.
Jaehyuk mengelus guci itu dengan lembut, "Kau jangan baper ya, aku mengelus mu hanya ingin saja" Ucapnya memberi peringatan.
Lalu dia terkekeh geli mendengar ucapannya sendiri. "Jun, aku tidak tahu harus bilang apa lagi selain terimakasih padamu!"
"Jika bukan karena bantuanmu yang tiba-tiba menelponku dan mengatakan akan mendonorkan paru-parumu untuk Asahi, pasti kemarin aku sudah mati menyusulmu" Jaehyuk tersenyum kecil.