[SUDAH TERBIT]
Hyunsuk yang dijual oleh adiknya kepada seorang ketua mafia kejam.
Awalnya Jihoon membeli hyunsuk hanya untuk memuaskan hasrat membunuh pada dirinya saja, namun semua itu sirna saat melihat tatapan memohon dari pria manis itu.
"Kenapa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa kau disini!" Teriak Hyunsuk marah.
Tuan Seo menyeringai lebar, "Istri ku koma karena racun yang ada dipeluru Jaehyun!, dan kemarin malam dia dinyatakan meninggal."
"Tentu saja aku tidak terima!" Tuan Seo merenggut seperti orang gila.
Hyunsuk membelalakkan matanya terkejut mendengarnya, namun anehnya dia tidak sedih! dia merasa puas.
Tuan Seo mendekat kearah Hyunsuk, namun dengan cepat Hyunsuk memundurkan kakinya.
"Aku akan membalaskan dendam istriku dengan cara membunuhmu, karena kau berlian kesayangan keluarga Park, bukan begitu?" Ucapnya sambil tersenyum lebar.
"Dan aku akan memperlihatkan seberapa gila diriku kepada Jaehyun"
Hyunsuk semakin ketakutan saat tuan Seo semakin memojokkannya.
Melihat Hyunsuk yang dalam bahaya, Mashiho berniat menghampirinya dengan cara mengesot.
Air matanya mengalir deras dipipinya, tubuhnya seakan mati rasa.
"Hiks" Isakkan keluar begitu saja.
Sudah tidak ada harapan lagi untuk bisa mempertahankan bayinya saat tuan Seo menginjak perutnya berkali hingga ia mengalami pendarahan hebat.
Mashiho takut, Junkyu akan kecewa padanya.
Tangannya meraih celana tuan Seo dan menariknya kebelakang, "J-jangan sakiti dia, a-aku mohon"
Tuan Seo yang hampir mencekik leher Hyunsuk jadi urung karena tarikan lemah dari pemuda dibawahnya.
Dia menunduk, dan tanpa perasaan tuan Seo menendang tubuh Mashiho hingga pemuda itu terjungkal kebelakang.
"Jangan mengganggu ku, sialan"
Lalu tangannya terulur meraih mesin blender yang ada diatas kulkas dan melemparnya tepat mengenai dada Mashiho dengan keras.
Sedangkan tangan yang satunya lagi menekan palatuk pistol hingga mengenai perut buncitnya.
DOR
"MASHIHO" Teriak Hyunsuk terkejut.
Nafas Mashiho tercekat, tangannya terulur menyentuh perutnya yang terasa sakit. air matanya mengalir deras dikelopak matanya.
Tidak, tidak. dia tidak boleh mati.
Mashiho memejamkan matanya, dengan kedua tangan yang bersimpuh didepan perutnya.
"Sesungguhnya aku tidak percaya jika tuhan itu ada, tapi untuk sekarang, aku ingin berdoa kepada mu. tolong jangan ambil nyawaku untuk sekarang, aku tidak ingin mengingkari janji ku kepada Junkyu,,,,Aku mohon kabulkan aku!" Batinnya memohon.
Bruk
Setelah itu tubuh Mashiho ambruk dengan nafas yang mulai melemah.
"TIDAK! MASHIHO BANGUN, JANGAN TINGGALKAN AKU BRENGSEK!" Teriak Hyunsuk lari mendekat kearah tubuh lemah Mashiho.