07-01-2023
03-09-2023
•••
"Bafi kamu mau ke sekolah kan!?" teriak Bintang saat mengintip anak dari tetangganya yang sudah bersiap untuk pergi ke sekolah dengan sepeda gowesnya.
"Eh iya tan," jawab Bafi sopan.
"Saya nitip nebengin Kia gimana!? Soalnya suami saya lagi keluar kota!" teriak Bintang lagi untuk memperjelas pendengaran Bafi.
Bafi berpikir sejenak, sebenarnya dia mau-mau saja untuk menumpangi Kia atau kakak kelasnya itu menuju sekolah. Tapi apakah Kia tidak dijemput oleh pacarnya?.
Demi kesopanan kepada orang yang lebih tua, Bafi menuntun sepedanya masuk ke dalam gerbang rumah milik Kia.
"Gimana, kamu mau kan?" seru Bintang karena Bafi kearah rumahnya, dan itu artinya Bafi mau mengantar anaknya ke sekolah.
"T-tapi kak Kianya emang mau?" tanya Bafi pelan.
"Ah udah, dia mah pasti mau. Lagian kalau gak mau, dia mau naik apa? Jalan? Ngojek? Haduh saya takut, mending saya tebengin ke kamu. Kan kamu udah saya jamin keamanan dan kepercayaannya" jawab Bintang tertawa kecil dengan nada yang sedikit meremehkan.
"Bentar ya saya panggilin." Ucap Bintang langsung masuk memanggil Kia tanpa menunggu jawaban Bafi yang masih terdiam.
"Ayo sana berangkat"
Dari luar pintu, Bafi bisa melihat Bintang yang mendorong pelan tubuh Kia agar segera berangkat bersamanya.
"Ih tapi Kia gak mau naik sepeda Buna!" rengek Kia seperti anak kecil.
Bafi melipat bibirnya menahan senyum saat melihat kakak kelasnya yang terlihat sok cuek di sekolah, tapi manja di rumah.
"Terus kamu mau naik apa sayang? Kamu mau naik angkot? Atau jalan kaki aja? Jangan manja sekarang, Buna bingung mau nitipin kamu ke siapa lagi," tolak Bintang dan langsung menuntun Kia kehadapan Bafi.
"Ini ya nak, saya nitip anak gadis saya ke kamu." Bafi mengangguk ragu saat mendengar ucapan Bintang, melirik sedikit, matanya bisa melihat Kia yang memanyunkan bibirnya kesal.
•••
"Turunin gue di perempatan!" teriak Kia karena saat ini keduanya sudah di jalan raya dengan Kia yang duduk menghadap samping walau takut-takut jatuh karena tidak berpegangan.
"Tapi perempatan jauh sama sekolah kita," jawab Bafi juga sedikit keras.
"Masa bodoh." Ucap Kia, dan Bafi hanya mengangguk pasrah.
"Eh-eh," sepeda Bafi oleng karena Kia tiba-tiba meloncat dari sepedanya untuk turun.
"Itu bahaya tau!" peringat Bafi turun dari sepedanya dan menatap tajam Kia.
"Biarin. Udah sana pergi!" usir Kia lanjut berjalan. Kia kira Bafi akan meninggalkan dirinya, tetapi saat menoleh ke belakang, mata Kia membola terkejut karena melihat Bafi yang menuntun sepedanya dan mengikuti dirinya.
"Kenapa Lo masih ikutin gue!?" tanya Kia membalikkan badannya dan menatap Bafi kesal.
"Amanat mama lo," jawaban santai itu berhasil mengingatkan Kia kepada mamanya yang berpesan dan menitipkannya kepada Bafi. Tapi ya mana mungkin sampai Bafi rela berjalan seperti ini!? Ia kan juga merasa tidak enak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bafi
Teen Fictionnikah sama kakel + cowok kaya? ❌️ nikah sama adkel + cowok miskin ✅️
