Happy Reading<3
•••
"Bafi g-gue minta maaf," lirih Kia menatap Bafi yang tetap diam dan sesekali memejamkan matanya karena kepalanya masih terasa sangat berat.
"Kamu gak salah, saya nya aja yang terlalu menganggap pernikahan ini nyata." Jawab Bafi dan Kia menggeleng panik dengan tangan yang kembali menggenggam tangan Bafi.
"Gue yang salah, lo g-gak salah, gue nya aja y-yang sering berlebihan sama lo... padahal kita asli nikah hiks, t-tapi gue...
Bafi terkejut saat kepala Kia langsung menubruk dadanya dan memeluk tubuhnya erat sambil menangis disana.
Bibir Bafi sedikit berkedut mendengar banyaknya kata maaf dan penyesalan dari Kia, istrinya.
Jujur saja rasa sakit di kepala Bafi tidak lagi begitu terasa, hanya saja ia merasa kecewa dan sedih dengan tingkah dan perilaku Kia yang seakan membatasinya.
"Aku tau aku miskin, aku tau aku minta Papa dan Buna buat bantu perekonomian Ibu, tapi jangan gini... Aku sedih, aku kecewa waktu kamu gak pernah menghargai perasaanku," lanjut Bafi meluapkan rasa sedihnya hingga Kia semakin menangis keras dipelukannya.
Bafi tersenyum tipis lalu ikut mengulurkan tangannya untuk membalas pelukan sang istri.
"Janji sama aku buat memulai kembali pernikahan ini dengan niat dan hati yang tulus" bisik Bafi dan Kia mengangguk di pelukannya.
•••
Setelah kejadian beberapa menit itu, akhirnya Kia memutuskan mencoba membuka hati untuk Bafi. Ia juga sangat amat berharap jika benih dari Gavin mantannya, tidak muncul ditengah rumah tangganya yang masih awam. Ya walaupun ia masih sangat cinta dengan mantannya itu.
"Enak?" tanya Kia telaten menyuapi Bafi dengan bubur buatan ibu Zulaiha.
Bafi mengangguk, tak bisa dipungkiri hati Bafi sangat bahagia mendapat semua perlakuan Kia saat ini. Kalau pun ini hanya sekedar mimpi, maka Bafi akan meminta agar Tuhan maupun seseorang tidak membangunkannya.
"Aku m-minta maaf ya soal kemarin sama sebelum-sebelumnya," Bafi diam lalu tersenyum mendengar setiap kata milik Kia yang mulai diubah, sejenak ia mengusap sudut bibirnya menggunakan punggung tangan.
Sebelum menjawab, Bafi memilih mengambil alih mangkok bubur tadi dan meletakkannya diatas meja lalu menarik pelan tangan Kia agar lebih dekat.
"Gak papa, aku tau itu semua salah paham. Aku juga minta maaf sebelumnya kalau aku belum bisa jadi suami idaman kamu, tapi kamu sendiri juga harus kasih tau aku bagaimana kriteria suami idaman ataupun suami impian kamu, mungkin dengan itu aku bisa lebih memantaskan diri."
Mata Kia kembali berkaca-kaca, setiap kata dan kalimat yang diucapkan Bafi selalu membuat hatinya tersentuh dan merasa menjadi wanita yang paling spesial.
Bukannya menjawab, Kia malah menarik leher Bafi dan memeluknya erat.
Mungkin bibir Bafi akan terasa lelah, tapi nyatanya tidak akan lelah jika senyum yang Bafi tampilkan adalah senyum kebahagiaan.
Ia hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar kebahagiaan ini tidak hanya semata-mata saja, tetapi selamanya.
"Oh ya, kamu kenapa gak sekolah?" tanya Bafi mendorong bahu Kia pelan agar dapat menatapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bafi
Teen Fictionnikah sama kakel + cowok kaya? ❌️ nikah sama adkel + cowok miskin ✅️
