3

26.9K 800 45
                                        

10-01-2023
07-10-2023

110 VOTE DAN 60 KOMEN!!!!!!!!!

Happy Reading<3

•••

Semenjak hari itu, Bafi memutuskan perjanjiannya dengan Bintang agar tidak menitipkannya dan menjelaskan bahwa Kia sendiri sudah memiliki kekasih.

Bintang sangat sedih dan kecewa, tapi bagaimanapun itu adalah keputusan Bafi, mau tidak mau Bintang harus menerima dan kembali menjaga anaknya sendiri.

"Kamu memiliki kekasih?"

Uhukkk...

Kia langsung tersedak saat mendengar pertanyaan dari sang Buna yang terbilang to the point tanpa aba-aba.

Darel mengernyit heran dan menatap Bintang beserta dirinya meminta penjelasan.

"Kia punya kekasih yank?" kaget Darel dan Bintang mengedikkan bahunya meminta sang anak sendiri yang menjelaskan.

"Jawab papa sayang!" tegas Darel langsung meletakkan sendok beserta garpunya menatap dalam mata sang anak.

Kia menundukkan kepalanya takut dan menganggukkan kepalanya pelan.

"Siapa!?" tanya Darel cepat.

"Papa gak kenal orangnya," jawab Kia dengan kepala yang masih menunduk.

"Papa bicara didepan kamu, bukan dibawah kamu," lanjut Darel berusaha melembutkan suaranya agar sang anak lebih terbuka.

"Gavin," jawab Kia lagi dengan suara yang tetap pelan.

"Gavin siapa? Boleh ditunjukkan ke papa anaknya?" tanya Darel lagi dan Kia menggeleng.

"Kenapa?"

Belum menjelaskan secara tuntas, Kia sudah berdiri dan meninggalkan meja makan karena tak tahan menahan air matanya. Ia yakin jika kedua orang tuanya saat ini sangat kecewa dengan perbuatannya.

•••

Di rumah lain, Bafi sedang membantu ibunya membuat kue untuk dijual besok.

"Bu, besok Bafi bawa jajannya juga ya?" ucap Bafi dengan tangan yang terus bekerja.

"Buat apa?" tanya ibunya setelah memanaskan air untuk mengukus.

"Bafi bantu jualin di sekolah," jawab Bafi tersenyum hangat.

Ibu Bafi tersenyum dan mengucap syukur kepada Tuhan karena diberikan anak yang baik dan sholeh seperti Bafi.

"Kamu gak malu?" tanya ibu Bafi turut membantu sang anak mencetak kue.

Bafi menggeleng. "Buat apa malu? Lagian niat Bafi kan baik, Bafi juga gak minta mereka buat beli, yang mau-mau aja. Kalau gak mau, Bafi kan bisa bagikan ke orang yang tidak mampu," jawab Bafi membuat ibunya lagi-lagi berdecak kagum.

Ibu Bafi mengangguk benar dan akan menyiapkan kuenya besok untuk dibawa oleh Bafi.

•••

"Lo jualan apa Baf?" tanya Alam membuka tutupan wadah yang berisi berbagai jajanan pasar.

"Gue mau!" pekik Candra langsung mengambil jajan tersebut.

"Gimana, udah aman?" tanya Alam.

Alam adalah sahabat paling pengertian, diantara ketiganya, Alam adalah satu-satunya orang yang bisa diajak serius dan selalu memberikan solusi.

BafiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang