"aku harus bagaimana,lelah dan meninggalkanmu atau bertahan dengan sikap acuhmu"
_nadhira Nesya nadhira_
Nadhira tengah berada di taman sembari membaca novel yang tengah berada di tangannya,mata gadis itu menatap fokus pada deretan kata yang berada di bawah sana,dengan di temani sebuah lagu berjudul collide Nadhira sengaja menggunakan headphone agar tak mendengar apapun,hari ini Nadhira ingin tenang sembari menghabiskan waktunya sendiri,tak ada niatan untuk berkumpul ataupun menghampiri kekasihnya,Nadhira memilih menghabiskan waktunya untuk membaca sebuah cerita
Nadhira menikmati lagu itu sembari menggelengkan kepalanya pelan lagu itu membuat Nadhira sedikit menghilangkan beban fikirannya,Nadhira sedikit mengulum senyumnya saat membaca bagian yang sedikit membuat perasaanya senang Nadhira terus tersenyum ia jadi ingat bagaimana kisahnya dulu bersama Aksa saat ia dan Aksa sering menghabiskan waktu bersama bermain dan bercanda bersama
Nadhira menghembuskan nafasnya kasar,ia menatap kearah dedaunan yang kini berada di bawah pohonnya Nadhira mengambil salah satu dari mereka setelah itu ia menuliskan sesuatu di atas daun itu
"Aksa dan Nadhira"
Itu lah yang Nadhira tulis di atas sana ia tersenyum walaupun sedikit sakit,perih itu masih terasa Nadhira seakan akan ingin pergi dan segera membuangnya jauh jauh,ia lelah dengan perasaanya yang lemah Nadhira lelah dengan ia yang selalu saja mengalah.tapi semua yang telah berlalu seakan akan reflek sampai Nadhira tak sadar bahwa hal itu mampu menyayat hatinya Nadhira bahkan bingung melihat setiap perubahan perubahan yang terjadi akhir akhir ini
Dia yang benar benar sibuk atau hanya sebuah cara agar membuatya menyerah dan menjauh?
Itu yang tengah terbayang bayang di kepala Nadhira,gadis itu kini tak fokus lagi dengan aktivitas membacanya yang ia pikirkan hanyalah Aksa dan aksa laki laki yang sanggup membuatnya jatuh sedalam dalamnya sampai untuk pergi pun seakan mustahil dan tak akan untuk kapan pun,Nadhira melihat daun yang ia ambil tadi ia tersenyum lalu menyelipkannya di antara lembaran buku,setelah itu Nadhira mengatup bukunya dan memilih untuk diam sembari menikmati lagu yang tengah ia setel
"Sulit banget ya kak Aksa mau ketemu Nadhira,klo ketemu juga bentar banget"ucap gadis itu ia menarik nafasnya panjang entah ada apa dengan hatinya tapi rasanya sangat nyeri
"Kapan sih mau selesai,kapan kita mau sama sama lagi,harus nunggu Nadhira pergi ya biar kak Aksa bakalan ngejar Nadhira dan meluk Nadhira"tanya gadis itu dengan pilu,jika di tanya bagaimana keputusannya Nadhira bingung ia tak ingin pergi namun hatinya lelah ia sudah lelah dengan keadaannya ini mengapa harus dirinya
"Mama papa juga ga cepet pulang,Nadhira kangen pa,ma kalian janji bakalan pulang buat Nadhira kalian dimana sekarang"gadis itu tampak tengah menahan sesak di dadanya ia sangat sedih saat ini,dulu Aksa adalah orang yang akan memberi penyemangat untuk Nadhira orang yang selalu menemani Nadhira ketika ia tengah rindu dengan orang tuanya dan sekarang ia hanya sendiri tak ada seseorang yang memeluk dan menghapus air mata nadhira
"Nadhira boleh nyerah kan"ia menatap ke arah depan dengan pilu"tapi Nadhira sayang sama kak Aksa"gadis itu mengusap lagi air matanya yang turun dari pada di sini dan menangis ia memilih untuk segera pergi ke kelas
Nadhira melangkahkan kakinya menuju kelas sebelum itu ia membasuh wajahnya di toilet,Nadhira melewati koridor dengan senyuman,seakan akan dirinya tengah baik baik saja,bahkan wajah murung dan pilu tadi seakan hilang di telan bumi,Nadhira juga sempat membalas sapaan dari teman temannya,saat ingin sampai Nadhira tak sengaja menabrak tubuh seseorang,dengan canggung Nadhira memundurkan badannya dan meminta maaf
KAMU SEDANG MEMBACA
Februari12:23
Teen FictionNamanya Aksa carlen drenaska,seorang pemuda tampan yang baru saja di tinggal oleh ibunya,pria baik ini tiba tiba merubah sikapnya saat sang ibu meninggal,namun semuanya berubah saat ia bertemu dengan seorang gadis yang yang sangat ceria.aksa merubah...
