Sore ini Aksa pulang ke rumah ia memarkirkan motornya lalu masuk ke dalam rumah,Aksa melangkahkan kakinya saat ingin pergi ke kamar tak sengaja ia menemukan Andre yang tengah duduk sembari memainkan ponselnya,Aksa menarik nafasnya ia tersenyum lalu menghampiri Andre
Laki laki paruh baya itu mendongak menatap heran ke arah anaknya apalagi saat ini ia melihat aksa yang mengulurkan tangannya Andre sempat menautkan kedua alisnya tangannya telurur untuk menggapai tangan Aksa,laki laki itu tersenyum lalu menyalami tangan Andre membuatnya tercengang
Aksa duduk di sebelah Andre sembari merangkul bahu laki laki tua itu dengan erat,hampir di buat jantungan saking terkejutnya laki laki tua itu tak mengedipkan matanya sama sekali
"Papa kapan yang pulang?"tanya aksa
"Tad_di"jawab Andre gugup
"Oh,besok papa lembur ga?" Tanya Aksa
"Engga"
"Makan yuk sama Aksa Nadhira juga kita makan di cafe mau ga?papa kan sering kerja masak ga capek"kata Aksa yang masih setia merangkul bahu orang tuanya itu
"Kamu_maafin papa?"tanya Andre dengan mata berkaca kaca
"Iya,maafin Aksa ya,karna selama in_"ucapan Aksa terhenti saat Andre langsung mendekap tubuhnya erat Aksa mematung ia melihat tangannya yang masih terdiam dan akhirnya Aksa pun membalas pelukan itu,Aksa dan Andre sama Sam menangis merasakan setiap Susana hati masing masing
Aksa menepuk punggung Andre ini yang Aksa inginkan dari kecil ini adalah pertama kali ia merasakan pelukan tulus dari papanya aksa menenggelamkan wajahnya di ceruk Andre sedangkan dirinya ia menepuk kuat punggung putranya itu
"Kita jalan besok malam,kita seneng seneng mau ke pantai?kita jalan jalan liat sunset main bareng itu kan yang aka pengen dari kecil"kata Andre Sembari menangis sekarang orang tua ini sadar bagaimana rasanya menjadi Aksa,laki laki itu merasakan tak teranggap semenjak putranya ini membencinya dan sekarang putranya kembali ia kembali dalam pelukannya
"Kita seneng seneng besok sekarang Aksa mau mandi dulu soalnya nanti malam bakalan main sama temen"kata Aksa Sembari melepas pelukannya Andre tersenyum ia mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata anaknya itu
"Makasih,sebelum papa pergi ke tuhan seenggaknya papa bisa bahagia"kata Andre membuat hati aksa kembali teringat tentang janjinya
"Aksa yang bakalan pergi ke tuhan lebih dulu pa"batin laki laki itu
****
Setelah selesai mandi Aksa segera mengenakan bajunya ia melihat penampilannya di kaca menyisir rambutnya lalu menyemprotkan farfum di bagian nadinya setelah itu Aksa turun ke bawah ia segera pergi untuk berpamitan pada Andre
"Hati hati,jangan bandel"peringat Andre Sembari mengelus lengan Aksa
"Aksa baik kok ga bakal aneh aneh"jelas Aksa Sembari tertawa pelan,Andre tersenyum lalu mengangguk setelahnya Aksa segera pergi keluar untuk mengambil motor
Laki laki itu melajukan motornya menuju tempat yang sudah di janjikan bersama dengan arsen,Aksa menyusuri malam dengan tatapan kosong,ia sempat berfikir apakah ia akan benar benar meninggalkan dunia ini?tapi kenapa ia harus berbuat baik pada orng yang jelas jelas akan membunuhnya?tidak!Aksa tau bagaimana perasaan arsen Tentang bagaimana rasa sakitnya dan pasti di dua bahwa mental laki laki itu sangat hancur bahkan ia mungkin tak sadar dengan setiap kata dan perbuatannya
Aksa menghentikan motornya di sebuah tempat yang cukup terbilang indah,sebuah pondok kecil yang cukup dekat dengan pantai Aksa melangkahkan kakinya menuju seorang laki laki yang kini tengah berdiri sembari memotret sesuatu

KAMU SEDANG MEMBACA
Februari12:23
Teen FictionNamanya Aksa carlen drenaska,seorang pemuda tampan yang baru saja di tinggal oleh ibunya,pria baik ini tiba tiba merubah sikapnya saat sang ibu meninggal,namun semuanya berubah saat ia bertemu dengan seorang gadis yang yang sangat ceria.aksa merubah...