Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

MOS#11

2.1K 224 15
                                        

Sejak pertemuan lisa dengan rosé. Keduanya kembali menjalin hubungan baik. Lisa terus bertukar pesan dengan rosé setiap hari. Wajah lisa perlahan mulai berubah lebih hangat. Dia tak lagi mendiamkan minho dan chungha.

Malam ini lisa tengah menelfon rosé. Keduanya sudah mengobrol sekitar 1 jam lamanya. Lisa terus bercerita banyak hal pada rosé.

"Jadi bagaimana dengan adik angkatmu itu kak?" Tanya lisa. Kini dia berada di balkon kamarnya.

"Belum ada perubahan, dia tetap tidak mau menemuiku" Balas rosé.

"Kenapa kakak tidak mencoba mendekatinya lebih dulu?" Ujar lisa menyarankan. Rosé tertawa di ujung sana.

"Malas, lagipula nanti juga dia yang datang padaku" Jawab rosé penuh keyakinan.

"Percaya diri sekali" Cibir lisa. Rosé semakin tertawa terbahak di sana.

"Kakak sedang apa sekarang?" Tanya lisa.

"Duduk di tepi kolam renang sambil minum kopi, kenapa ingin menemani?"

"Ya jika kakak di dekatku pasti ku temani, kakak kan jauh" Ujar lisa lesu.

"Kalau begitu datang ke komplek perumahan BlackSweet blok 4 rumah nomor 2"

Lisa terdiam sejenak saat mendengar rosé menyebutkan alamat rumah yang tak lain adalah alamat rumahnya sendiri.

"Kak, serius?" Tanya lisa. Tapi rosé hanya diam saja.

"Kak?" Panggil lisa lagi. Dia sampai menjauhkan ponselnya sebentar untuk memeriksa sambungan teflonnya.

"Kak, jangan kemana-mana dan jangan matiin telfonnya" Ujar lisa.

Lisa berlari keluar kamar, tujuannya adalah tepi kolam renang yang ada di rumahnya.

Sesampainya di sana lisa memang melihat cangkir kopi yang sudah kosong. Matanya menyusuri area kolam renang tapi nihil tidak ada siapapun di sana kecuali dirinya sendiri.

Lisa menghembuskan nafas panjangnya. Dia kembali memeriksa ponselnya. Panggilannya dengan rosé masih tersambung.

"Kak dimana? " Tanya lisa.

"Kenapa?" Tanya rosé balik.

"Dimana? Cepat katakan dan jangan pergi lagi" Ujar lisa. Rosé kembali tertawa.

"Kamar"

Setelah itu panggilan berakhir karena rosé mematikannya terlebih dahulu. Lisa menggeram lalu berlari menuju lantai dua.

Setahunya kamar kakak angkatnya berada di lantai dua tepat di samping kamarnya. Tanpa mengetuk lisa langsung membuka lebar pintu kamar itu.

Kamar itu begitu gelap. Lisa segera meraba tembok mencari saklar lampu untuk menyalakannya.

💡💡💡💡💡💡💡💡

Lampu itu menyala terang. Lisa menyusuri kamar itu tapi lagi dan lagi tidak ada satu orang pun di sana. Lisa keluar dengan wajah kesalnya karena rosé yang mempermainkan dirinya.

Kak rosé:
Berhenti mempermainkanku kak!

Setelah mengirim pesan itu lisa memilih kembali ke kamarnya. Dahinya mengkerut saat mendapati lampu kamarnya mati.

"Kok mati?.. Padahal tadi nyala kok" Gumam lisa sembari mencari saklar lampu dan menyalakannya.

Tringg!...

Lisa mematung di tempatnya saat bola matanya melihat seseorang yang sedari tadi dia cari tengah berbaring santai di atas kasur miliknya.

"Gokil!" Seru lisa senang. Dia langsung berlari dan melompat ke atas kasur. Memeluk tubuh rosé seerat mungkin.

My Older SisterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang