Minho dan chungha pulang lebih awal hari ini. Keduanya menghampiri anak-anak yang berada di kamar lisa.
"Hei, nanti malam siap-siap yah. Kita makan malam di luar" Ucap Minho mengintrupsi kegiatan kakak adik itu yang sedang asik bermain PS.
"Tumben Pa, ada acara apa nih?' tanya lisa penasaran.
"Engga ada apa-apa sih. Cuma pengen aja sekalian kita habisin waktu bersama. Terus weekend nanti papa pengen ngajak kalian ke pantai" Lisa menatap antusias pada minho.
"Yesss... Lisa setuju, ayo kak kita siap-siap" Ajak lisa meraih tangan rosé yang langsung mendengus.
"Itu kakak mau menang loh" Ucap rosé. Lisa terkekeh.
"Sengaja sih, untung Papa sama Mama dateng"
Lisa membawa rosé ke dalam kamar mandinya. Minho dan chungha saling pandang.
"Itu kalian mau mandi bareng?" Tanya chungha dengan suara yang di keraskan.
"Yak! Aisshhhh... " Rosé keluar dengan wajah kesalnya. Sementara lisa sudah tertawa terbahak di dalam sana.
"Lagian kakak aku tarik diem aja" Ujar Lisa. Minho dan chungha ikut tertawa.
"Udah sayang, kamu ke kamar yah terus siap-siap" Suruh Minho. Rosé mengangguk berlalu pergi. Minho dan chungha juga keluar dan akan bersiap di kamar mereka.
Mereka sudah berada di sebuah restaurant mewah di pusat kota. Lisa duduk di samping rosé dan keduanya di apit oleh minho dan Chungha.
"Pa.. Ma.. Ini kita kelebihan kursi yah" Gumam rosé yang di balas gelengan oleh minho dan chungha.
"Ada keluarga temen papa sama anaknya nanti, mereka masih di jalan kayaknya" Balas Minho.
"Siapa?" Tanya Lisa.
"Nanti juga tahu" Balas Minho.
15 menit menunggu akhirnya keluarga yang di tunggu datang juga. Wajah lisa berubah datar sementara rosé sudah menunduk saat matanya bertatapan dengan gadis berbibir hati.
"Selamat datang Jong" Sapa minho.
"Terima kasih Minho-ya, maaf kami datang terlambat" Ucap Jongsuk.
"Tidak masalah"
Kedua keluarga pun saling cipika cipiki. Untuk anak-anak mereka hanya saling berjabat tangan saja.
"Rosie kamu pasti sudah saling mengenal mereka, dia ini jisoo dan jennie senior kalian di sekolah" Ujar Chungha memberitahu. rosé mengangguk pelan.
"Sukurlah" Ucap chungha tersenyum.
Merekapun mulai makan malam bersama yang terbilang dadakan itu, ini adalah ide jongsuk dan langsung di setujui oleh minho.
Mereka saling berbalas candaan. Minho yang terus menggoda jongsuk.
"Apa yah kau ucapkan itu huh! Aku tidak begitu sayang" Rengek Jongsuk saat minho menggodanya jika dulu dia adalah seorang playboy. Hyorin yang mendengar itu sebenarnya hanya berpura-pura marah tapi jongsuk nampaknya menganggap itu serius.
Tawa kembali terdengar.
"Aku mengerti berhentilah merengek seperti bayi" Cibir Hyorin mencubit gemas pipi jongsuk.
Berbeda dengan para orang tua, keempat anak gadis itu tampak diam. Mereka hanya ikut tertawa saat ada lelucon lucu keluar.
Selera makan lisa benar-benar hilang saat matanya bertatapan dengan sepasang mata kucing di depannya itu. Rosie masih merasa tak enak dengan jisoo, saat mereka tak sengaja eye contact. Rosie tersenyum sungkan dan langsung menunduk.
Makan malam dadakan ini benar-benar membuat keempat gadis itu terkejut bukan main.
Selesai makan malam, kedua keluarga langsung berpisah walau sebenarnya tujuan mereka sama. Ya rumah mereka saja bersebelahan.
Rosie menatap lisa yang wajahnya di tekuk saja sejak tadi. Sikunya menyenggol perut lisa pelan.
"Kenapa?" Tanya rosie pelan. Lisa segera menggeleng.
"Kesal karena ada jennie?" Tanya rosie lagi. Kali ini lisa mengangguk.
"Aishhh... Tadi ditanya kenapa hanya menggeleng, sekarang di tanya karena jennie baru mengangguk" Kesal rosie. Lisa menyengir tanpa dosa.
"Kakak tau kan aku sebel banget sama dia, ehh papa sama mama malah ajak makan bareng kaya tadi" Ujar lisa berbisik. Beruntung kedua orang tua mereka tengah sibuk mengobrol jadi tidak begitu memerhatikan keduanya.
"Tapi menurutku nih. Setelah di teliti lagi, jennie itu imut tau. Badannya kecil-kecil gimana gitu, pipinya lucu udah kaya bakpao. Suaranya juga kaya anak kecil gitu. Gemes" Lisa berpura-pura muntah. Rosie sampai tertawa melihatnya.
"Awas, kakak pernah bilang jangan terlalu membenci seseorang. Bisa aja suatu saat kalian malah deket banget. Kakak udah ngerasain karma nyata soalnya" Lisa mendengus pelan.
"Amit-amit deh kak. Kalau sama kak jisoo sih masih ok, tapi kalau di pendek big no!" Tegas lisa di akhir ucapannya. Rosie menghela nafasnya.
"Kena karma baru tahu rasa kamu sa"
.
.
.
Rosie sedang berkeliling perpustakaan. Dia sedang mencari satu buku yang sejak tadi belum juga dia temukan. Kakinya sudah terasa pegal karena harus mengelilingi perpustakaan yang sangat luas ini.
"Ini buku dimana sih, susah banget di cari" Gumam rosie kesal.
Puk.. Puk...
Rosie langsung berbalik saat bahunya di tepuk dari belakang.
"Sedang cari apa?" Tanya jisoo.
Yah yang menepuk bahu rosie adalah jisoo. Kebetulan jisoo datang dan melihat rosie yang tampak bingung. Akhirnya dia pun menghampiri adik kelasnya itu.
"Ini kak, anu buku sejarah sama fisika kimia" Jawab rosie gugup. Jisoo terkekeh saat mendengar cara rosie bicara padanya.
"Panggil saja jisoo. Kata papaku umur kita sama" Ucap jisoo lembut. Dia tarik tangan rosie menuju rak yang ada di sudut.
"Oh begitukah" Gumam rosie. Jisoo mengangguk.
Keduanya sampai di rak yang ada di sudut. Rosie membiarkan mulutnya menganga. Pasalnya tadi dia juga sudah melewati rak ini tapi tidak melihat buku yang di carinya. Tapi sekarang saat datang bersama jisoo, buku itu ada di sana.
"Lihat yang atas itu. Tubuhku lebih pendek darimu jadi kau ambil sendiri" Rosie terkekeh.
"Bukan aku yang bilang ya kak" Jisoo memukul bahu rosie pelan.
"Ya aku tahu"
Karena terlanjur bertemu. Mereka pun memutuskan untuk membaca buku bersama. Jisoo dan rosie duduk berhadapan.
"Saat makan malam kamu tampak kurang nyaman, ada apa rosie?" Tanya jisoo. Rosie mengulum bibirnya sesaat.
"Ehmm itu yah kak. Sebenarnya aku engga enak sama kakak soalnya jennie aku marahin kaya gitu. Ya gimana yah aku cuma mau lindungi lisa yang statusnya sudah jadi adik aku" Ucap rosie. Jisoo mengangguk mengerti, jika dia dalam posisi rosie pasti juga akan melakukan hal yang sama.
"It's oke rosie. Kalau aku di posisi kamu juga akan lakuin hal yang sama" Balas jisoo tersenyum. Rosie merasa nyaman kembali karena ternyata jisoo tidak marah dengannya.
"Dan perlu kamu tahu, dua adik kita itu memang tak pernah akur sejak kelas 3 SD. Aku ingin mendamaikan mereka tapi 1 lawan 2 tentu aku kalah" Ucap jisoo lesu.
"Sekarang 2 lawan 2. Aku akan membantumu ji, aku rasa mereka juga sebenernya saling sayang cuma gengsi aja" Ujar rosie.
"Yah aku juga berpikir seperti itu. Dulu juga mereka dekat tapi entah karena apa sekarang jadi musuhan begitu" Beritahu jisoo sedih. Padahal dulu dia melihat dua anak itu sangat dekat dan lengket.
"Oh ya, kalau begitu aku jadi tambah yakin buat mendamaikan mereka. Kita kerja sama ji" Rosie mengulurkan tangannya. Jisoo tersenyum dan langsung menjabat tangan rosie.
"Setuju"
.
.
.
.
J*J*R*L
KAMU SEDANG MEMBACA
My Older Sister
Fiksi PenggemarCast utamanya Chaelisa tapi tetep ada Jensoo juga. Ini aku buat karena lagi demam Chaelisa, sejak konser mereka kek tambah nempel aja apalagi setelah coldwar yang gemesin itu 😁😄 Mau di baca silakan, engga juga gpp skip aja hehe ✌
