Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

MOS#7

2K 233 7
                                        

Setibanya di busan rosé langsung ikut bekerja. Gadis itu tak berniat sedikitpun untuk istirahat terlebih dahulu.

Paman seungri memberi nasihat pad rosé agar bekerja dengan baik karena di pantau langsung oleh bos besar.

Ada lima kontainer besar yang akan di bongkar. Rosé dan paman seungri harus berpisah setelah mendapat arahan dari bos besar.

Lima kontainer ini harus selesai di bongkar secepatnya karena besok empat kontainer lagi akan datang dan satu kontainer lagi datang keesokan harinya.

Rosé menghembuskan nafasnya panjang sebelum memulai pekerjaannya.

Pekerja wanita di sini bukan hanya rosé saja. Sekitar ada 20 orang wanita yang ikut bekerja namun memang hanya rosé yang  usianya masih sangat muda.

Dengan hati-hati rosé memanggul karung-karung beras dan gandum ke dalam gudang yang cukup luas ini. Sesekali dia berhenti sejenak hanya untuk mengatur nafas dan mengumpulkan tenaganya yang hampir habis.

Mereka mulai bekerja dari pukul 12 dan perkiraan akan selesai nanti malam.

Kaos yang awalnya kering mulai terlihat basah. Buliran keringat terus mengucur dari dahi rosé. Nafasnya mulai terengah karena kelelahan di tambah cuaca yang lumayan panas. Punggung dan tangan rosé juga sudah terasa pegal.

"Semuanya, istirahat dulu. Pergilah ke gudang 2 dan ambil jatah makan kalian" Perintah seseorang yang merupakan mandor di sana.

Rosé segera menuju gudang dua. Di jalan dia kembali bertemu dengan paman seungri.

Keadaan keduanya sama. Tubuh mereka sangat basah karena keringat.

"Lelah yah" Gumam paman seungri. Rosé tersenyum.

"Namanya kerja pasti lelah paman" Balas rosé tertawa.

"Paman bangga padamu. Kau bekerja sangat keras seperti ini pasti demi lisa juga kan. Aah aku jadi rindu anak itu, bagaimana dia tadi? Apa menangis saat kau pamit untuk pergi" Tanya paman seungri. Rosé tersenyum kecil, dia jadi ikut rindu dengan sosok lisa.

"Ehmm dia terus merengek padahal aku sudah bilang hanya pergi 3 hari saja. Tapi paman tahu sendiri kan, adikku itu sangat lebay"

"Dia bukan lebay rosé. Tapi khawatir padamu" Ujar paman seungri.

"Eehmm iya paman"

Keduanya sudah sampai di tempat makan. Rosé dan paman seungri segera mengantri.

Di depan sana sudah ada beberapa karyawan gudang yang membagikan nasi bungkus untuk para tukang panggul.

Setelah mendapatkan nasi masing-masing. Rosé mengajak paman seungri untuk mencari tempat yang enak untuk makan. Mereka memutuskan untuk duduk di bawah pohon rindang, lumayan melindungi di cuaca yang cukup panas ini.

"Permisi, apa kau rosé?" Tanya seorang karyawan gudang yang mendatangi rosé dan paman seungri.

"Ooh iya, ada apa yah?" Tanya rosé bingung.

"Bos besar memanggilmu. Mari ikut saya"

Rosé cukup terkejut dengan pemanggilan ini. Dia sudah bekerja dengan baik tadi tapi kenapa bos besar malah memanggilnya.

"Nona rosé, ayo ikuti saya" Ajak karyawan itu lagi. Rosé terbangun dari lamunannya lalu mengangguk pelan.

"Paman aku pergi dulu yah" Pamit rosé.

"Ya rosé,  aku harap tidak ada hal buruk yang terjadi" Gumam paman seungri khawatir.

Karyawan itu membawa rosé menuju ke kantor. Jantung rosé terus berdetak cepat. Pikirannya benar-benar kacau.

My Older SisterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang