'Bruumm'
'Ngengg'
Suara raungan motor yang sangat berisik, terdengar memenuhi gerbang SMA Global International. Lima motor besar dengan warna dan tipe berbeda memasuki area sekolah secara bersamaan. Di dekat pos satpam sudah berdiri 6 anggota OSIS yang menatap tajam ke arah mereka berlima.
"Ya! Apakah kalian ingin membuat semua orang yang ada di sini tuli?" teriak salah satu anggota OSIS laki-laki bernama Taehyung.
"Kenapa kau lebay sekali? Telingamu paling hanya berdengung. Tidak sampai tuli" sewot Jisoo.
"Kalian tidak pernah membaca buku peraturan sekolah? Dilarang memakai knalpot berisik di area sekolah!" marah Mina.
"Buku pelajaran saja tidak pernah kami buka. Apalagi buku peraturan yang tidak penting" balas Wendy santai.
"Pantas saja otak kalian kosong" cibir Jungkook.
"Yak diamlah gigi kelinci! Kau ingin kuhajar hah?!" teriak Seulgi marah.
"Bear..." suara lembut namun terdengar menusuk, membuat Seulgi seketika terdiam.
Itu adalah suara Irene.
Ryujin dan Lisa tampak memasang ekspresi datarnya. Tidak berniat untuk mencari keributan dengan anggota OSIS. Meskipun wajah Lisa datar, sejujurnya ia cukup takut mendapati sebuah tatapan tajam yang terarah kepadanya. Ia pun memilih membuang pandangannya, pura-pura tidak tahu pada tatapan tajam dari mata kucing itu.
"Bisakah sehari saja kalian berhenti membuat ulah? Buku pelanggaran kalian bahkan sudah penuh dengan catatan merah" kata Jennie datar, namun tidak dengan tatapannya yang sangat tajam.
"Kami tidak! Hari ini kami datang tepat waktu dan tidak terlambat. Kami tidak berniat melanggar. Mana kami tau jika sekolah tidak memperbolehkan knalpot seperti milik kami. Lagipula, ayolah! Jangan jadi sekolah yang ketinggalan jaman. Hanya karena knalpot kenapa begitu dipermasalahkan?" elak Jisoo dengan cerocosan panjang lebarnya.
"Chu, lebih baik kau diam!" perintah Rosè membuat Jisoo seketika bungkam.
"Jadi, hukuman apa yang kalian inginkan sekarang? Membersihkan toilet, berlari mengelingi lapangan atau push-up? Silahkan pilih sendiri" tawar Jennie.
Sudah terlalu banyak jenis hukuman yang diberikan untuk mereka berlima, namun tetap membuat mereka tidak jera. Jennie sampai pusing memikirkan hukuman yang tepat untuk mereka berlima. Jadi, untuk kali ini biarlah mereka menentukan nasib mereka sendiri.
"Kucingmu terlihat menyeramkan saat seperti itu, monkey" bisik Wendy kepada Lisa.
Lisa hanya berdehem.
Namun, ia setuju dengan ucapan Wendy. Jennie terlihat menakutkan saat sedang marah. Lisa merasa ini semua tidak masuk akal. Ia terkenal sangat tangguh, tidak pernah takut pada apapun juga siapapun. Tapi setiap kali berhadapan dengan Jennie yang sedang dalam mode marah, nyalinya entah hilang kemana. Lisa benar-benar dibuat tidak berkutik.
"Jadi, apa pilihan kalian?!" teriak Jungkook.
"Bersabarlah! Kami sedang berdiskusi!" Seulgi ikut berteriak.
Padahal sejak tadi mereka sama sekali tidak berdiskusi dan hanya larut dengan pikiran masing-masing. Seulgi sibuk memikirkan cara untuk membujuk Irene agar mau membelanya di depan orang tuanya nanti. Sebab bisa dipastikan, kenakalannya hari ini akan sampai di telinga appa dan eomma-nya. Tidak ada yang bisa membantunya kecuali Irene.
Sedangkan, Jisoo, ia tengah berpikir makanan apa yang bisa untuk ia jadikan alat sogokan agar Rosè tidak marah kepadanya. Atau ia akan berakhir dengan tidak mendapat jatah selama satu bulan penuh. Oh tidak, itu adalah mimpi buruk.
KAMU SEDANG MEMBACA
When Perfect Meet Trouble Maker [END]
Fanfiction"Arrgghhh...bisakah sehari saja kau berhenti mencari masalah?! Aku lelah, Lisa!" teriak Jennie frustasi. "Aku akan. Asal kau menjadi milikku!" tatapan Lisa menembus ke dalam mata Jennie. G!P 18+ 🔞🔞🔞
![When Perfect Meet Trouble Maker [END]](https://img.wattpad.com/cover/333048645-64-k878283.jpg)