"Mwo? Dimana Lisa?" Rosè mengedarkan pandangannya, saat tidak menemui Lisa bersama para inti Alaska yang lain.
"Ke toilet" balas Jisoo.
"Kalian ingin memesan apa? Biar aku dan Wendy yang pergi" Seulgi menatap para gadis bergantian.
"Jjangmyeon dan orange juice saja" sahut Irene.
"Yang lain?" giliran Wendy bertanya.
"Sama kan saja"
"Baiklah" Wendy dan Seulgi segera pergi menuju stand, memesan makanan untuk para gadis.
"Bagaimana dengan persiapan olimpiademu, Jen? Apa berjalan lancar?" tanya Ryujin.
Jennie mengangguk, "Semuanya berjalan sesuai ekspektasiku. Semoga saat olimpiade nanti, semuanya juga berjalan lancar"
"Syukurlah"
"Oh ya, kudengar Somi akan pulang besok. Bagaimana jika kita menjemputnya?" usul Jisoo.
"Ide bagus. Tapi jangan membawa mobil sendiri-sendiri. Tidak seru" kata Joy.
"Lantas, kita memakai apa?" tanya Yeji.
"Bagaimana dengan minibus? Jika hanya untuk menampung kita bersepuluh, ditambah Somi dan bayinya kurasa cukup" Joy memberikan idenya.
"Sepertinya seru. Rasa kebersamaannya akan lebih dapat jika kita berada di kendaraan yang sama" Rosè setuju dengan ide Joy.
"Itu benar. Aku juga setuju dengan ide itu" timpal Irene.
"Alaska memiliki beberapa minibus, kita bisa memakainya nanti" ujar Ryujin.
"Benarkah?" Joy tampak antusias.
Ryujin mengangguk, "Kita bicarakan nanti pada Lisa. Dia pasti mengijinkan kita untuk memakai minibus milik Alaska"
"Oh ya, bicara tentang Lisa. Dimana dia? Bukankah dia pergi sudah cukup lama? Bahkan ini sudah nyaris 30 menit" Jisoo mengedarkan pandangannya, berharap Lisa muncul.
"Mungkin dia sedang sakit perut. Atau antrean toilet sedang panjang. Jadi wajar lama" sahut Rosè.
Jisoo hanya manggut-manggut.
Tak berselang lama, Seulgi dan Wendy datang membawa makan siang milik para gadis.
"Selamat makan!" Seulgi meletakkan nampan berisi lima mangkok jjangmyeon di atas meja, begitu juga dengan Wendy yang meletakkan minuman di depan mereka masing-masing.
"Kalian cocok menjadi pelayan" ledek Jisoo.
"Yak! Mana ada pelayan se-rupawan kami? Kau mengada-ada, chikin!" Wendy memukul kepala Jisoo membuat sang empu mengaduh kesakitan.
"Eh, Lisa belum kembali?" Seulgi juga menyadari ketidakmunculan Lisa di sana.
Mereka semua menggeleng.
"Kenapa lama sekali? Perasaan toilet juga tidak ramai" Seulgi duduk kembali di bangkunya.
"Apa terjadi masalah?" tebak Wendy.
Pandangan Seulgi langsung teralih ke arah Jennie yang sedang menikmati makanannya.
"Kau dan Lisa masih bertengkar?" tembak Seulgi.
Jennie mengangguk, "Hanya saling diam. Tidak ada keributan apapun setelahnya. Kami juga masih pulang dan pergi bersama. Ada masalah?"
"Lisa belum kembali dari toilet sejak tadi dan ini terlalu lama untuk berada di toilet. Kupikir karena Lisa dan kau masih bertengkar, dia sengaja menghindarimu" terang Seulgi.
KAMU SEDANG MEMBACA
When Perfect Meet Trouble Maker [END]
Fanfiction"Arrgghhh...bisakah sehari saja kau berhenti mencari masalah?! Aku lelah, Lisa!" teriak Jennie frustasi. "Aku akan. Asal kau menjadi milikku!" tatapan Lisa menembus ke dalam mata Jennie. G!P 18+ 🔞🔞🔞
![When Perfect Meet Trouble Maker [END]](https://img.wattpad.com/cover/333048645-64-k878283.jpg)