30

9.4K 774 25
                                        

Bel pulang terdengar menggema di seluruh sudut sekolah. Jam pelajaran terakhir pun akhirnya selesai. Para guru sudah keluar dari kelas masing-masing, disusul oleh rombongan para murid yang ingin segera pulang ke rumah masing-masing.

"Kita ke gedung A?" tanya Jisoo yang sudah siap dengan tas di bahunya.

Seulgi, Wendy, Ryujin dan Lisa kompak mengangguk.

"Jja! Aku sudah merindukan Bae Irene" kata Seulgi bersemangat.

"Jangan lupakan soal nintendo-ku, bear" Wendy memperingati.

Seulgi menatap ke arah Wendy, "Kau tenang saja. Kau ikut denganku ke mall nanti. Arra?"

Wendy mengangguk.

"Apa kalian juga akan ikut kami ke mall?" Seulgi menatap Lisa, Jisoo dan Ryujin bergantian.

Ryujin menggeleng, "Aku berencana mengajak Yeji makan malam dengan keluargaku hari ini. Banyak yang perlu dipersiapkan"

"Woah! Apakah ini sebuah kemajuan, Ryu? Akhirnya kau mengenalkan Yeji kepada keluargamu" sambar Jisoo dengan heboh.

"Aku hanya merasa, ini sudah saatnya" balas Ryujin.

Mereka semua mengangguk mengerti.

"Aku dan Chaeng juga tidak bisa ikut. Ada urusan yang harus kami selesaikan" sambung Jisoo, menjawab pertanyaan Seulgi sebelumnya.

"Kau, bagaimana denganmu, monkey? Kau akan ikut?" Seulgi bertanya kepada Lisa yang masih diam.

Lisa menggedikkan bahunya, "Tergantung pada Jennie"

"Kalau begitu, kajja kita menjemput para gadis" Seulgi bangkit dari kursinya, begitu juga dengan yang lain.

Mereka berlima sudah keluar dari dalam kelas dan melangkah menuju gedung A yang letaknya tepat di seberang gedung mereka.

Setibanya di kelas 11 IPA 1, mereka langsung menghampiri kekasih masing-masing kecuali Lisa yang tetap berdiri di tempatnya. Ada keraguan untuk ia menghampiri Jennie yang sedang sibuk membereskan peralatan belajarnya.

Seulgi yang kebetulan berada di sebelah Lisa, langsung menyenggol lengan Lisa dengan tangannya membuat gadis jangkung itu seketika menoleh.

Lisa menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya 'kenapa'. Seulgi hanya melirik-lirik ke arah Jennie. Bermaksud menyuruh Lisa untuk menghampiri Jennie. Lisa yang mengerti maksud Seulgi pun langsung menurutinya dan hendak melangkah menuju bangku Jennie. Baru selangkah, langkahnya harus terhenti karena D.O tiba-tiba sudah berada di dekat bangku Jennie.

"Jen, bisa kita pulang bersama? Kurasa ada beberapa buku yang perlu kita beli untuk keperluan olimpiade" ajak D.O tiba-tiba.

Mendengar hal itu, Lisa mengepalkan tangannya kuat-kuat. Berani sekali laki-laki itu mengajak gadisnya pergi padahal ada dirinya di sini.

Jennie tampak kebingungan untuk menjawab ajakan D.O. Tapi di sisi lain dia juga membutuhkan buku tambahan untuk persiapan olimpiade yang akan berlangsung dalam hitungan hari. Jennie menoleh dan tanpa sengaja bertemu dengan tatapan hazel dari mata Lisa. Keduanya saling menatap selama beberapa detik, sebelum akhirnya Jennie yang lebih dulu memutus kontak mata di antara mereka.

"Baiklah. Aku akan ikut denganmu untuk membeli buku" jawab Jennie yang tentu saja membuat perasaan Lisa seketika menjadi kecewa.

Gadis jangkung itu bahkan sampai menundukkan pandangannya, enggan melihat interaksi antara D.O dan Jennie.

"Tapi aku akan berangkat bersama dengan kekasihku, apa kau keberatan?"

Sebuah tangan tiba-tiba melingkar di lengan Lisa, membuatnya seketika mendongak dan menemukan Jennie sudah berada tepat di sampingnya bahkan memeluk lengannya posesif.

When Perfect Meet Trouble Maker [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang