20 🔞

25.3K 883 11
                                        

Lisa terlihat baru saja menuruni anak tangga. Ia sudah rapi dengan stelan casualnya juga sepatu yang menghiasi kakinya. Lisa berjalan ke arah ruang makan dan membuka kulkas untuk mengambil susu kotak rasa coklat yang menjadi favoritnya.

Pagi ini, mansion keluarga Kim tampak sepi. Kim Dong-wook sudah berada di rumah sakit karena ada operasi besar yang harus ia jalani. Sedangkan Yoona dan Ella sudah pergi berdua, untuk menghabiskan quality time hari Sabtu mereka di sebuah pusat perbelanjaan. Jennie? Gadis berpipi mandu itu tengah bersiap karena sebentar lagi ia akan pergi bersama Lisa.

Sudah seminggu belakangan ini, Lisa tinggal di mansion keluarga Kim karena Dong-wook dan Yoona yang memintanya. Itu sebabnya Lisa lebih sering berada di mansion keluarga Kim dibanding berada di mansion daddynya. Namun, sesekali Lisa tetap pulang ke rumahnya untuk menjenguk daddy dan mommy-nya.

Lisa tengah asyik menyedot susu kotak miliknya sambil menatap ke arah kolam renang melalui pintu kaca yang berada di dapur.

"Kolam renangnya jauh lebih indah hmm?" sepasang tangan mungil tiba-tiba melingkar di perut Lisa, membuatnya spontan menoleh.

Lisa tersenyum saat mendapati gadis kesayangannya yang tengah memeluknya sekarang.

"Kau jauh lebih indah" Lisa berbalik dan membawa tubuh Jennie ke dalam pelukannya.

Jennie semakin mengeratkan pelukannya pada Lisa dan menenggelamkan wajahnya. Tangan Lisa terangkat untuk mengelus rambut Jennie. Betapa beruntungnya ia memiliki kekasih yang sangat luar biasa seperti Jennie. Apapun yang terjadi, Lisa berjanji akan selalu menjaga Jennie dan mengorbankan apapun demi kebahagiaan Jennie.

"Kau hangat, hon" Jennie tampak nyaman di dalam pelukan Lisa.

"Peluk aku kapan pun kau menginginkannya, baby. Saranghae"

"Nado saranghae, honey"

Jennie tiba-tiba mendongak dan menatap ke arah Lisa, membuat gadis jangkung itu reflek menunduk untuk melihat wajah kesayangannya.

"Kau ingin sarapan apa, hon?"

"Mmm..." Lisa tampak berpikir, kemudian sebuah seringai licik muncul di wajahnya.

"Jennie Ruby Jane Kim" bisik Lisa dengan suara berat.

"Yak! Byuntae!" Jennie memukul bahu Lisa, membuat gadis jangkung itu tertawa.

"Kita harus pergi, jadi tahan hormonmu dulu, nee. Aku akan membuat roti panggang untuk sarapan kita" Jennie mengecup rahang Lisa sekilas, kemudian beranjak menuju dapur.

Lisa mengekor di belakang, membuang sampah kotak susu kemudian duduk di kursi bar untuk melihat Jennie yang tengah serius memasak.

"Honey, kau mau teh hijau?" tawar Jennie yang masih sibuk menyiapkan peralatan memasaknya.

"Ya, aku mau" Lisa turun dari kursinya dan berjalan ke arah Jennie.

Ia memeluk tubuh kekasihnya dari belakang.

"Bisakah aku tetap memelukmu saat kau sedang memasak?" pinta Lisa.

Jennie tersenyum dan mengusap tangan Lisa yang berada di perutnya.

"Kau bisa, honey. Tapi mungkin akan sedikit tidak nyaman karena aku terus bergerak"

"Tidak masalah. Aku hanya ingin terus memelukmu" Lisa menyandarkan kepalanya di bahu Jennie.

Jennie membiarkan hal itu dan kembali fokus pada masakannya. Ia memasukkan dua lembar roti ke dalam mesin toast, kemudian meraih gelas juga teh hijau untuk ia seduh dengan air panas. Jennie juga mengambil selai coklat dan strawberry yang berada di dalam buffet untuk ia oleskan pada roti panggangnya nanti.

When Perfect Meet Trouble Maker [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang