08

16.2K 1.2K 45
                                        

Rombongan motor-motor besar berjalan beriringan memenuhi jalanan. Suara raungan dari mesin motor mereka, membuat siapapun tidak berani menghalangi jalan mereka. Seluruh pengendara motor tersebut secara kompak mengenakan jaket dengan logo yang sama.

Alaska.

Geng motor terbesar di Korea Selatan. Entah apa yang akan mereka lakukan di Minggu pagi seperti ini. Beberapa dari mereka membawa bendera besar yang juga menampilkan logo milik Alaska. Di barisan terakhir, ada sebuah mobil minivan yang juga dihiasi dengan logo yang sama.

Hingga akhirnya, puluhan motor tersebut berhenti di sebuah bangunan yang tidak cukup besar. Ada papan bertuliskan 'Graceful Orpanhage'.

Mereka semua berdiri membentuk barisan dengan kelima inti Alaska yang berada di depan.

"Lakukan tugas kalian seperti biasa. Turunkan box makan siang dan taruh di dalam aula panti. Untuk bahan makanan dan kebutuhan lainnya, taruh di dalam gudang. Mengerti semua?!" perintah Lisa.

Mereka semua kompak menjawab iya. Setelah membubarkan barisan, mereka semua memisahkan diri untuk menjalankan tugas mereka masing-masing. Ada yang membersihkan taman bagian depan panti asuhan, ada yang membersihkan teras, kamar, ruang tamu dan masih banyak lagi. Hari ini, Alaska secara khusus melakukan kegiatan kerja bakti di panti asuhan sesuai dengan agenda yang memang sering mereka lakukan sebanyak dua minggu sekali.

Lisa, Seulgi, Wendy, Jisoo dan Ryujin masuk ke dalam panti untuk menemui para pengurus panti yang ada.

"Apa kabar, Lisa-ssi?" sambut ibu panti.

"Baik, ahjumma. Dimana anak-anak? Kami ingin bertemu dengan mereka"

"Ada di ruang belajar mereka seperti biasa. Sedangkan para bayi, mereka tidur di box masing-masing"

"Bisakah kami melihat mereka?" tanya Ryujin memastikan.

"Tentu. Mereka akan sangat gembira melihat kedatangan kalian"

Kim Hee Ae yang berperan sebagai pemilik panti asuhan, menuntun langkah kelima inti Alaska menuju sebuah ruangan. Di sana sudah ada anak dari berbagai usia yang terlihat sedang sibuk belajar sesuatu.

"Sedang belajar apa kalian? Sepertinya menyenangkan sekali" celetuk Seulgi, tentu membuat mereka semua kompak menoleh.

"Eonnie...!!!"

"Noona...!!!"

Secara kompak, mereka meninggalkan aktivitas sebelumnya dan berlari ke arah mereka berlima. Kelima inti Alaska segera berlutut, bersiap menyambut kedatangan mereka semua.

'Bruughhh'

Mereka saling memeluk dengan erat. Seperti inilah pemandangan yang terjadi setiap kali mereka datang berkunjung ke panti asuhan. Anak-anak akan menyambut mereka dengan sangat gembira.

"Sudah nee? Lepaskan pelukan kalian. Para eonnie dan noona kalian akan kesakitan jika kalian menyerbu mereka seperti itu" Hee Ae memperingati.

Mereka segera melepaskan pelukan mereka dan berjalan mundur beberapa langkah.

"Apa kami menyakitimu, eonnie?" gumam anak perempuan bernama Dita, sembari menunduk.

"Ani~ kalian tidak menyakiti kami. Kami justru senang karena kalian memeluk kami. Jangan sedih seperti ini, nee?" Wendy mengusap kepala Dita dengan penuh kasih sayang.

"Benarkah, eonnie?"

Wendy mengangguk.

"Kajja, kita lanjutkan belajar kalian. Para eonnie akan membantu kalian" kata Jisoo penuh semangat.

When Perfect Meet Trouble Maker [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang