Jennie, Irene, Joy, Yeji dan Rosè tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan. Mereka sedang melakukan girls time, menikmati kebersamaan mereka tanpa ada pasangan di samping mereka. Secara mandiri, mereka menenteng beberapa paperbag dari brand terkenal dan mewah. Logo dari Chanel, Celine, Dior, YSL, Calvin Klein, dan beberapa brand lainnya terlihat di tangan mereka. Sepertinya para gadis benar-benar menghabiskan weekend untuk memanjakan diri.
"Kita akan pergi kemana lagi?" tanya Irene saat mereka baru saja keliar dari store Bvlgari.
"Bagaimana jika kita makan siang? Aku lapar" keluh Rosè, mengusap perut datarnya dengan wajah cemberut.
"Aigoo, Chipmunk kita sudah lapar. Baiklah, kajja kita mencari tempat makan" ajak Jennie.
Mereka meninggalkan segala keinginan mereka untuk kembali menjelajah store barang-barang branded dan memilih beristirahat sejenak karena jam sudah menunjukkan waktunya makan siang.
Para ratu Alaska memilih restoran hotpot sebagai tujuan makan siang kali ini. Setelah memesan, mereka duduk di ruang VIP yang telah disediakan. Di luar telalu ramai. Mereka tidak ingin terganggu oleh suara bising yang ada dan memilih private room sebagai tempat mereka.
"Aku ingin mengunjungi Somi setelah ini" celetuk Yeji tiba-tiba.
"Kita bisa pergi bersama. Aku juga akan ke apartemennya" sahut Joy.
"Kalau begitu semua saja. Terakhir kali aku mengunjunginya 3 hari yang lalu" saran Jennie.
"Aku setuju" Rosè dan Irene berkata serempak.
"Apakah kita akan membawakannya sesuatu?" tanya Rosè.
"Mungkin buah serta sayuran juga beberapa daging segar? Itu sangat bagus untuk kandungannya" Jennie memberikan idenya.
"Nee, aku setuju dengan Jendeuk" Joy mengacungkan jempolnya ke arah Jennie.
Setelah minuman datang, mereka menjeda obrolan mereka dan mulai memasukkan saus racikan ke dalam kuah hotpot yang berada di tengah-tengah mereka. Para gadis juga memasukkan beberapa sayuran juga daging, lalu mulai menikmati makan siang mereka.
"Apa kalian sudah mendengar rumor yang beredar di sekolah?" Yeji bertanya sembari membungkus daging dengan selada dan langsung melahapnya dalam satu kali gigitan.
"Rumor? Aku tidak mendengarnya" jawab Rosè.
"Anak-anak cheers terus membicarakannya. Joy juga tau" tunjuk Yeji ke arah Joy.
"Memangnya rumor apa?" Irene bertanya.
"Mereka terus membicarakan tentang seorang murid yang hamil. Tapi mereka tidak tau siapa siswi tersebut dan angkatan berapa" sambar Joy.
"Jinjja?! Apakah seseorang mengetahui tentang keadaan Somi dan mulai menyebarkan rumor?" mata Rosè membulat sempurna.
Joy menggedikkan bahunya, "Tapi beruntung mereka tidak mendapatkan clue siapa gadis itu. Namun tetap saja, aku merasa tidak nyaman saat mereka terus-terusan membicarakan siswi yang hamil. Apalagi mereka juga mengolok-oloknya tanpa tau siapa orang itu"
"Sampai kapan kita harus menyembunyikan kebenaran ini? Maksudku, semakin lama masalah ini akan tercium oleh pihak sekolah. Bagaimana nantinya kita akan membela Somi?" Yeji menatap ke arah Jennie.
Jennie menggeleng lemah, "Aku belum menemukan solusinya. Aku bisa membuat Somi tetap mendapatkan haknya untuk bersekolah. Tapi, tentang anak-anak. Aku tidak yakin mereka akan bisa menerima semudah itu. Seperti yang kalian tau, kandungan Somi sangat lemah. Ia tidak bisa terkena beban pikiran yang berat. Sedangkan, jika semua murid tau, mereka pasti akan berkata buruk tentang Somi dan membuatnya tertekan. Itu bisa membahayakan Somi dan janinnya"
KAMU SEDANG MEMBACA
When Perfect Meet Trouble Maker [END]
Fanfiction"Arrgghhh...bisakah sehari saja kau berhenti mencari masalah?! Aku lelah, Lisa!" teriak Jennie frustasi. "Aku akan. Asal kau menjadi milikku!" tatapan Lisa menembus ke dalam mata Jennie. G!P 18+ 🔞🔞🔞
![When Perfect Meet Trouble Maker [END]](https://img.wattpad.com/cover/333048645-64-k878283.jpg)