"Oh sial! Aku akan terlambat" Lisa bangun terburu-buru dari ranjangnya saat menyadari jam di atas nakas telah menunjukkan pukul setengah 7 pagi.
Hari ini ia terlambat bangun karena belajar hingga nyaris pagi, semalam.
Lisa langsung berlari ke kamar mandi dan secepatnya membersihkan diri untuk bergegas ke sekolah. Ia tidak ingin terlambat atau akan kembali berurusan dengan OSIS, membuat Jennie menangkap basah dirinya kembali berbuat onar. Ini sudah hari keempat dari tujuh hari yang Jennie berikan. Lisa tidak ingin gagal di tengah jalan dan merusaknya dengan perkara sepele seperti terlambat.
Tak sampai 10 menit, Lisa sudah bersiap dengan seragam lengkap juga tas hitam yang menghiasi punggungnya. Secepat kilat ia berlari menuruni tangga, melewatkan sarapan paginya dan segera pergi menuju garasi.
"Haish! Tidak akan sempat jika membawa mobil, jalanan sangat ramai di jam-jam seperti ini. Tapi membawa motor? Aku bisa kembali dihukum karena knalpot berisiknya. Aku harus bagaimana?" Lisa mengusap wajahnya frustasi.
Tidak ada pilihan lain. Lisa mengambil motor BMW S1000RR miliknya untuk dipakai ke sekolah.
Tak sampai 10 menit, Lisa berhasil tiba di halte dekat sekolahnya. Namun, ia tidak melanjutkan perjalanannya. Ia memutuskan untuk mematikan mesin motornya dan perlahan mendorongnya menuju sekolah. Setidaknya ia bisa terhindar dari masalah knalpot berisik.
"Ya! Apakah motor kebanggaanmu itu tengah merengek, Manoban?" cibir Taehyung saat Lisa baru saja memasuki gerbang sekolah dengan mendorong motornya.
Di sana juga ada anggota OSIS yang lain, termasuk Jennie dan Irene. Rosè? Entah kemana perginya Chipmunk pemakan segala itu.
Lisa hanya diam, tidak menanggapi ucapan Taehyung dan memilih tetap berjalan memasuki area sekolah.
"Lebih baik tinggalkan saja motormu itu di jalan! Petugas sampah pun enggan untuk mengambilnya" teriak Jungkook, ikut meledek Lisa.
Lisa mencengkeram stang kemudinya dengan kuat. Berusaha menahan gejolak kemarahan yang tiba-tiba muncul karena ledekan mereka berdua. Ingin rasanya Lisa meninju kedua wajah menyebalkam itu. Namun, ia berusaha menahannya. Tidak ingin kembali membuat kekacauan apalagi di hadapan Jennie.
Jennie diam-diam menatap sendu ke arah punggung Lisa yang mulai menjauh. Ia tidak bisa berbuat banyak karena Lisa masih menjalani masa hukumannya. Meski sebenarnya, Jennie juga sangat penasaran, apa yang membuat Lisa mendorong motornya pagi-pagi begini. Apa motor tersebut mengalami kendala dan mogok di tengah jalan?
"Pecundang itu benar-benar terlihat payah dengan motor besarnya yang mogok" Taehyung masih menertawai Lisa, membuat Jennie seketika geram.
"Bisakah kau menutup mulutmu, Taehyung-ssi?!" tatapan tajam Jennie seketika membuat Taehyung bungkam.
Irene tertawa, "Lihat siapa yang pecundang di sini?"
"Sudah biarkan saja. Dia memang bermental kerupuk" sahut Jennie tidak kalah pelan dari suara Irene.
Mereka kembali fokus untuk menjaga gerbang.
***
Jam pertama di kelas 11 IPS 4 adalah pelajaran olahraga. Semua siswa-siswi sudah memakai baju olahraga mereka masing-masing dan berbaris rapi di pinggir lapangan basket. Rencananya, mereka akan melakukan praktek bola basket hari ini.
Joong-ki ssaem, guru mata pelajaran olahraga, berdiri dengan gagah di depan murid kelasnya.
"Hari ini akan ada kelas gabungan, karena ssaem di kelas IPA tengah melakukan masa cuti" ujar Song Joong-ki.
"Mwo? Siapa yang akan bergabung dengan kita?" bisik Jisoo kepada para sahabatnya.
"Entahlah, yang jelas anak IPA" balas Seulgi santai.
KAMU SEDANG MEMBACA
When Perfect Meet Trouble Maker [END]
Fanfiction"Arrgghhh...bisakah sehari saja kau berhenti mencari masalah?! Aku lelah, Lisa!" teriak Jennie frustasi. "Aku akan. Asal kau menjadi milikku!" tatapan Lisa menembus ke dalam mata Jennie. G!P 18+ 🔞🔞🔞
![When Perfect Meet Trouble Maker [END]](https://img.wattpad.com/cover/333048645-64-k878283.jpg)