Dilarang meniru yang ada di cerita ini,karena cerita ini hanya FIKSI dan tidak untuk di tiru di dunia nyata terimakasih!!
Turki menjadi Saksi Dimana Beruntungnya Saya Dipertemukan dengan nya ~Shani Indira
Entah itu pertemuan sudah di rencana Oleh T...
Mohon yang untuk tidak spoiler kakak okey Happy Reading<3
Ko Hendri berusaha membangunkan Shani,Itu yang dari tadi memangis sambil menutup mata yang masih terpenjam
"Ngeri amat dah nih orang kenapa coba"gumam ko Hendri
Tangannya yang sudah dingin wajahnya juga sudah penuh air mata
Gracia yang di samping ikut khawatir,karena Shani akan menjemputnya di bandara,tapi hampir 3 jam Gracia menunggu Shani tidak Datang datang dan Gracia memutuskan untuk naik taksi dan tidak hanya itu Gracia juga menelfon Shani terus menerus namun tidak di angkat akhirnya dia memutuskan untuk menelfon ko hendri nanyakan Shani dimana
Shani berada di apartemen bersama papa dan Koko nya karena papa dan mama nya yang menyuruh saat tiba di apartemen Shani,Gracia ingin membangunkan Shani,tapi Shani itu malah menangis tersendu sendu dengan mata yang sudah Hampir membengkak wajahnya yang tak beraturan,merasak khawatir Gracia memanggil mama Shani agar kesini
"Shani, Shani Indira Natio"pekik Ko hendri tepat di telinga Shani lagi dan lagi Shani tidak bangun,bisa di bilang Shani tidur lebih dari 5 jam
"Ko,adek mu budek loh kamu teriak gitu di telinga nya"ucap om papa
"Lah ini loh pa Shani ga bangun bangun Udah di teriakin juga ga bangun"balas ko Hendri
Gracia perlahan mengusap kening berkeringat dingin itu
"Ci,Aku udah pulang"bisik Gracia lembut di telinga Shani
Krishna sudah ancang ancang ingin menguyur Shani dengan gayung yang ia bawa
"Sembarangan kamu dek, ya ampun"Tante mama melarangnya Krishna
"Cici biar bangun ma liat tuh"
"Ga gini juga loh astagfirullah"Tante mama mengelengkan kepalanya
"Hmm Tante,om,Koko sama Krishna nanti Cici aku coba bangunin "
"Kamu yakin Gracia dari tadi dia ga bangun bangun loh"
"Yakin om Kalian istirahat aja dulu udah jam segini"
"Kalau ga bangun bangun guyur aja Gre"
Gracia hanya terkekeh saja Yang lain sudah pada keluar
Perlahan Gracia membasahkan wajah Shani dengan usapan tangannya
"Ci Shani"panggil Gracia dengan lembut
Dan perlahan mata Shani terbuka sedikit demi sedikit cahaya redup lampu Menyilaukan pandangannya ia menyipitkan matanya melihat suasana sekitar
Dengan nafas yang tak berarti,serta sesenggukan akibat terlalu banyak menangis Shani mencoba duduk dengan pandangan yang masih buram matanya benar benar bisa di bilang sangat bengkak
Pandangan Shani kembali normal sedetik setelah itu ia kembali nangis,saat Menatap manik mata hitam pekat sipit Gracia yang sedang menatap lembut ke arahnya
Shani segera memeluk Gracia dengan sangat erat,tak ingin Sahabat nya di depannya ini pergi ke mana mana lagi
"Gee.."lirih Shani
Gracia mengelus rambut Shani seperti Shani mengalami mimpi buruk Dia membiarkan Shani seperti ini
Gracia melonggarkan Pelukannya dia menghapus air mata Shani dengan mata yang sangat bengkak
"Apa? Aku disini aku udah pulang"ucap Gracia tersenyum
"Gee,jangan tinggalin aku lagi,aku takut"lirih Shani
"Hey,aku ga kemana mana Ci aku disini di depan kamu udah jangan nangis okey Kasian matanya jadi bengkak gitu "Gracia dengan lembut mengusap Mata Shani yang bengkak
Shani memeluk Gracia lagi,Gracia membiarkan Shani seperti ini dia membiarkan Shani memeluknya
"Gee"panggil Shani
Gracia hanya menjawab dengan gumaman
"Aku mimpi pesawat kamu hilang kendali"lirih Shani tak sanggup melanjutkan Ucapan nya
"Aku takut ge,mimpi itu jadi nyata"sambungnya
Gracia hanya terkekeh,mimpi Itu membuat Shani sampai Segini
"Aku disini ci,aku di depan kamu aku juga ga Akan ninggalin kamu Karena kamu tau Kalau Shania Gracia ga akan pernah bisa kalau ga ada Ci Shani"
"Ga mau peluk aku hmm kata kangen aku pengen nih di peluk"Gracia mengkode Shani
Shani terkekeh,dia langsung menarik Gracia ke dalam pelukannya Dia sangat merindukan Gege nya
"Jangan pernah tinggalin sendirian Gee"
"Ga akan pernah"Gracia mengaitkan Kelingkingnya ke kelingkingnya Shani
"Terimakasih"balas Shani Tersenyum
"Ga perlu berterima kasih Harus aku yang berterima kepada kamu yang menyusahkan kamu"
"Lebih baik begitu Gee,Aku merindukan Sosok manja seorang Gracia"
"Pasti ini perih ya? Kebanyakan nangis ya"Gracia mengelus mata Shani yang bengkak
"Hanya Sedikit"
"Kurus banget kamu aku tinggal 3 hari Ya ampun pasti makannya ga teratur ya??"
"Kok kamu Tau si ge"
"Tau lah,apa si yang aku ga tau tentang kamu"balas Gracia pede
"Yaudah aku ambil makan dulu ya kamu tunggu sini"
"Aku ikut"Shani menahan Tangan Gracia
"Ci ya ampun Ke depan doang loh"
Shani tetap kekeh Ingin ikut,Gracia hanya pasrah saja
"Okey ayok ikut"
Gracia dan Shani ke arah meja makan Apartemen Shani sudah sepi nampaknya keluarga Shani sudah pada Istirahat semua
"Suapin Gee,makannya di kamar Ya"pinta Shani memohon kepada Gracia
Gracia mengerutkan Keningnya sejak kapan Shani Berubah sifatnya seperti ini
"Ini kamu bukan si?"tanya Gracia yang heran
"Arwah Aku! Ya aku lah gimana si kamu"kesal Shani
"Kok manja gini si Sifatnya Tumben banget Deh"
"Emang salah ya punya sifat manja sama Sahabat sendiri?"Shani bertanya kepada Gracia
"Ya ga salah si kaget aja Kamu kaya gitu"
"Ah kamu mah lama banget aku laper tau Ayok Gee"Shani menarik narik tangan Gracia agar cepat ke kamar Agar Bisa cepet makan
"Iya Astaga,ayok "
Mereka berdua sudah sampai kamar Gracia yang menyuapi Shani baru kali ini Shani yang meminta di Suapin Gracia sendiri pun binggung tapi gapapa sesekali dan Shani terus memperhatikan Wajah Gracia
"Aku tau ci aku cakep ga usah Terpesona gitu kenapa si"Gracia pede
"Kamu cantik"puji Shani melihat pahatan Wajah Gracia yang nyaris sempurna
"Hahahaha terimakasih loh kamu juga "Gracia terkekeh
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KETAWAIN AJAA WKWKWK AKU TUH BAIK SAMA KELEAN TENANG AJA ASAL VOTE DAN FOLLOW AKU BAIKIN Byee Sampai di Extra Chp selanjutnya 🏃🏃