CHAPTER 35 - Kejutan Ulang Tahun

549 45 18
                                        

Lelah sekaligus mengantuk. 

Sejak kembali dari ruang seni bersama Jevin dan Abi tadi, tidak ada yang Luna dambakan selain kasur dan tidur. Namun ternyata, sejak tadi, seseorang sudah menantinya. Duduk di ujung sofa sambil meremas kedua tangannya. Menunggu Luna penuh harap-harap cemas.

Lio kembali terus memohon pada Luna tanpa peduli gadis itu mengeluh betapa lelah dirinya. Katanya, ini waktu yang sangat tepat untuk melancarkan aksi "ngerjain Lexa" karena Lexa sedang keluar.

Sebenarnya Luna tidak termakan dengan wajah melas Lio. Tapi tawaran pizza selama seminggu setiap hari dari Lio terdengar setimpal dengan usahanya menahan kantuk hanya untuk mengerjai Lexa.

Sepertinya dendam Lio tidak main-main. Luna sampai geleng-geleng kepala sendiri.

"Ini hapenya gue taruh sini ya," ucap Lio saat Luna tengah menguap untuk yang kesekian kalinya. "Luna lihat kesini," lanjut Lio.

"Kenapa?" tanya Luna gemas.

"Ini. Kalau hape gue taruh disini mencurigakan nggak?"

"Enggak mencurigakan," jawab Luna sedikit enggan.

"Luna, lo itu nengoknya nggak ada satu detik. Bantuin gue kek. Liat sini."

Luna menghela napas kesal lalu memutar kepalanya sambil menguap, lagi.

Mata Luna terbuka lebar. "Lo itu mau ngerekam Lexa terang-terangan ya? Enggak sekalian bikin konferensi pres aja?"

Luna menghela napas panjang melihat betapa tidak kompetennya Lio meletakkan kamera tersembunyi. Luna melangkah ke kasurnya lalu mengambil buku di atas bantalnya. Dia mendekati Lio dan meletakkan buku itu di depan ponsel Lio. Lio tersenyum lebar saat ponsel merah Lio yang mencolok itu akhirnya tersamarkan keberadaannya berkat buku Luna.

"Jenius lo, Lun." Lio nyengir.

"Sama-sama."

"Iye, makasih, makasih. Jangan cemberut gitu dong. Kan nanti gue kasih pizza."

"Ngantuk gue tuh." ujar Luna kesal sendiri.

"Jangan ngantuk. Lo harus total aktingnya!"

Luna tidak menjawab ucapan Lio barusan, hanya melirik laki-laki itu tajam.

"Hehe bercanda, Lun," kekeh Lio. "Eh ini Lexa kenapa belum balik-balik ya?"

Luna diam dan hanya menatap Lio tanpa mengatakan apapun.

"Kenapa deh, lo liatin gue begitu. Naksir beneran ya lo."

Luna menepuk keningnya sendiri, tidak mengerti dengan jalan pikiran Lio saat ini.

"Lo itu nungguin Lexa dateng, terus mau nontonin kita gitu. Mau bilang roll, camera, action???"

Lio kini yang menepuk keningnya sendiri. "Oh iya, gue harus sembunyi ya."

"Astaga."

Lio menengok kesana kemari, lalu berseru riang. "Gue di kamar mandi ya."

"Terserah lo deh." Luna sudah menyerah dengan tingkah Lio.

Beberapa menit berlalu dan pintu kamar Luna belum terbuka dari luar. Lio membuka sedikit pintu kamar mandi.

"Pssst, Luna. Jangan tidur!"

"Enggak," kata Luna yang kini memejamkan matanya sambil duduk di kasurnya.

"Jangan merem."

"Berisik ah."

Lio terkekeh. Sadar suaranya menggema cukup keras, Lio menutup mulutnya. Bersamaan dengan itu, suara pintu terbuka akhirnya terdengar. Dengan sangat perlahan, Lio menutup kembali pintu kamar mandi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 15, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Aluna & AlexaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang