HAI AKU BALIK LAGI DONG! HAHA
ENJOY!
***
Hari sudah mulai gelap.
Sedan putih itu mengerem tajam di persimpangan jalan kecil yang cukup sepi. Satu-satunya jalan menuju jalan utama yang sudah pasti dilewati Lexa. Dena turun dengan membanting keras pintu mobilnya. Matanya nyalang ke segala penjuru, memindai seluruh tempat remang cahaya.
Tidak ada siapapun disana selain sepasang abg sedang berpacaran di atas sepeda motornya. Dena menghentakkan kakinya kesal karena tak menemukan Lexa dimanapun. Dia akhirnya kembali ke dalam mobilnya dan mulai menyusuri jalanan seraya bersumpah serapah.
Ketika cahaya lampu mobil Dena menghilang di kejauhan. Lexa keluar dari tempat persembunyiannya.
"Hehe makasih ya, silakan lanjutin pacarannya."
"Ganggu aja sih, dasar aneh." Gadis berkaus merah menyala itu menghempaskan rambutnya. Disusul anggukan setuju dari laki-laki di sebelahnya.
"Aneh an juga kalian kali, berduaan di tempat kayak gini. Udah syukur nggak dibegal," ujar Lexa, tentu saja dalam hati.
Tapi dia bersyukur dengan adanya mereka. Jika saja tidak menemukan pasangan abg ini, sudah pasti Dena akan membunuhnya. Dia tidak berlebihan, Dena benar-benar hampir membunuhnya tadi.
Lexa menjatuhkan dirinya perlahan dan duduk bersandar pada tiang listrik. Apa yang harus dia lakukan sekarang? Dia menoleh, menyadari jalan utama masih cukup jauh dari sini. Mungkin dia harus menghubungi ojek online.
Lexa sudah mengangkat ponselnya, saat tiba-tiba penglihatannya buram. Gadis itu menutup matanya erat, merasakan keringat dingin mengucur deras di seluruh tubuhnya. Sepertinya dia harus beristirahat sebentar. Semoga tidak ada orang jahat yang lewat, pikirnya.
Tidak benar-benar beristirahat, Lexa membuka kedua matanya perlahan lalu sadar jika tidak ada siapapun lagi yang berada di sekitarnya. Entah sejak kapan dua anak abg itu pergi.
Bingung, menit demi menit berlalu dan Lexa yang seharusnya memikirkan apa yang harus dia lakukan malah tidak memikirkan apapun selain merasakan ngilu di sekujur tubuhnya.
Tiba-tiba ponselnya bergetar singkat.
[Princess Giga]
Lex, liat pr prancis lo dong, gue nggak paham sama sekali. Besok gue traktir deh aaaaaaaaapapun.
Melihat pesan itu Lexa mendapat ide.
Dia membalas, "Jemput gue sekarang! Jangan bilang siapapun, gue dalam bahaya."
Kemudian gadis itu mengirim lokasi sekaligus foto selfie dirinya di bawah sinar lampu jalanan pada Giga.
Lexa masih sanggup terkekeh sendiri melihat betapa menyedihkannya dia sekarang dari hasil foto selfie nya barusan.
Tiba-tiba saja dia mengantuk. Dia memeluk ponselnya lalu menutup mata, berharap secara ajaib Giga akan datang satu detik kemudian.
Benar saja, Giga datang sekejap setelah Lexa menutup matanya. Laki-laki itu berjongkok di depan Lexa. Mengguncang kedua bahu gadis itu dengan panik.
"Lo pingsan?" ucap Giga dengan kepanikan yang mulai mereda setelah gadis itu akhirnya membuka matanya.
Beberapa saat yang lalu, laki-laki yang bahkan masih mengenakan celana pendek, kaos oblong, dan sendal jepit itu melompat dari motor matic nya saat dari kejauhan dia melihat Lexa terduduk lemas di pinggir jalan. Tidak ada satupun pikiran positif yang melintas di kepala Giga saat melihat gadis itu terpejam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aluna & Alexa
Teen FictionCerita ini adalah tentang sepasang saudara kembar Aluna dan Alexa. Aluna dan Alexa tak pernah terpisahkan. Sebagai anak yang terlahir tanpa mengenal ibu, keduanya tumbuh dengan ikatan yang sangat kuat. Saling menyayangi dan melindungi. Namun selal...
