10. Gadis Yang Menyusahkan

4.5K 255 7
                                        

"Kamu siapa?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kamu siapa?"

Refal yang berada di samping Amanda, menatapnya aneh. "Ini siapaaa?" Namun, gadis itu tetap lanjut bertanya dengan nada yang dibuat-buat seperti lagu, terdengar aneh.

"Amanda, ini saya, Refal."

Gadis itu tertawa kencang atas penuturan Refal. Dia melepaskan tangan laki-laki itu yang memeganginya agar tidak terjatuh. "Oh atasan nyebelin itu, ya? Yang suka nyuruh orang lembur? Yang nggak punya empati?" racaunya dengan keadaan setengah sadar.

"Terserah kamu saja. Yang penting kita sekarang balik ke kamar. Kamu jangan bikin orang kesusahan."

Lagi-lagi Amanda tertawa. "Bapak pasti kesel, kan, harus pulang cepet?"

Refal tidak peduli, dia tetap menarik lengan Amanda agar tidak limbung ke samping. Apalagi mereka berada di luar hotel karena acaranya tadi memakai konsep outdoor.

"Kenapa Pak? Karena nggak bisa ketemu crush bapak, ya, di sana? Kasiannya."

"Kamu jangan meracau terus, jalan saja yang benar," tegas Refal karena kesusahan memegang Amanda yang tidak diam sejak tadi. Gadis itu banyak sekali tingkah, entah melompat-lompat atau memutari tubuhnya.

"Ciee marah. Saya tau bapak lagi patah hati karena Mbak Gita mau nikah, kan? Ututututu kasian bangett."

Lancang, Amanda memegang pipi Refal dan mengelusnya. Membuat laki-laki itu langsung terdiam. Sementara pelakunya malah terkekeh geli karena mengira hal itu adalah mimpi.

"Lepas," kata Refal dengan nada dingin. Namun, namanya sedang mabuk, Amanda tidak takut sedikit pun. Dia malah memegang tangan Refal dan mengajak laki-laki itu menari.

"Bapak tenang aja, saya akan menghibur bapak malam ini. Ayo kita menari! Yuhuuu!"

Amanda menarik tangan Refal ke atas dan dia berputar di bawahnya, lalu tertawa sendiri karena Refal masih setia dengan ekspresi datarnya. Tidak hanya itu, dia berlari dengan merentangkan tangan sampai membuat sang atasan kewalahan mengejarnya.

Duk!

Mata Refal melotot saat melihat Amanda yang menabrak tiang lampu di depan sana. Tak lama setelah itu, Amanda terduduk di jalanan yang akan mereka lewati. Yang semakin membuat laki-laki itu panik saat bawahannya itu menangis kenceng.

"Bundaaa! Sakit! Aaaaaa!"

"Ampun, deh," decak Refal yang semakin kesal. Apalagi bersamaan dengan Amanda yang menangis, beberapa pelayan hotel melewati mereka dan menjadi pusat perhatian.

"Amanda! Bangun!"

"Aaaaa Bundaa!" Bukannya bangun, Amanda malah menendang-nendang tanah seperti anak kecil yang merajuk. Membuat Refal semakin pusing karena tingkah gadis itu.

Mau tidak mau, Refal harus membujuk Amanda agar tidak menangis. Dia bahkan rela mengelus dahi gadis itu yang tertabrak tiang lampu.

"Udah, ya, jangan nangis lagi. Nanti saya obatin."

Amanda [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang