Semua Tampak Mencurigakan

3.9K 227 3
                                        

Amanda pulang ke rumah terlebih dahulu untuk membersihkan diri sekaligus mengganti baju

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Amanda pulang ke rumah terlebih dahulu untuk membersihkan diri sekaligus mengganti baju. Ayunda yang memang sudah diberitahu semalam, langsung memicingkan matanya begitu Amanda sampai ke kosan.

"Tidur di mana, nih, semalam?" godanya dengan tersenyum penuh makna.

"Please, deh, selama gue udah bilang kalo gue di rumah sakit. Jangan mikir kemana-mana!" Amanda membalas dengan ketus karena Ayunda tetap menatapnya jenaka.

Namun, bukannya takut, teman satu kosannya itu malah semakin gencar menggoda. Alhasil Amanda tidak memedulikannya lagi dan langsung masuk ke dalam kamar sendiri.

Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 6, Amanda tidak bisa beristirahat sebentar walaupun sangat ingin. Dia pun mengambil baju dan beralih ke kamar mandi.

Hampir 40 menitan, gadis itu keluar dengan blouse berwarna teracota dan celana putih. Ada handuk yang dililit di kepala, karena sempat mencuci rambutnya yang sudah lepek sejak kemarin.

"Man, Aku mau beli nasi uduk. Kamu mau, nggak?"

"Mau!" Amanda berteriak dari dalam kamar karena sedang mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.

Selesai menata rambutnya dan memoles make up, Amanda ingin langsung berangkat ke kantor karena sudah terlambat. Dia berencana memakan nasi uduk tadi di kantor saja.

"Ayok aku anterin." Amanda berhenti di pintu saat melihat Ayunda yang sudah siap dengan motornya.

"Emang nggak bakal telat masuk kerja kalo lo anterin gue dulu?"

"Telat dikit nggak apa-apa. Asal aku bisa ngecek keadaan kantor kamu."

Amanda yang sudah duduk di boncengan, memajukan wajahnya agar bisa lebih dekat dengan Ayunda. Berhubung mereka sudah berada di jalan raya yang ramai, dipastikan dia tidak bisa mendengar dengan jelas.

"Ngapain? Bukannya lo udah liat tempat kerja gue?" tanyanya dengan sedikit menaikkan volume suara.

Ayunda menghela napas sebelum menjawab, "Kamu lupa kalo penguntit itu ngirim bunga lili ke kantor? Jadi, aku mau mastiin aja siapa orang-orang terdekat kamu yang mencurigakan."

Amanda sekarang paham, karena dia tahu jika Ayunda dulu sempat mengambil kuliah jurusan kriminologi sampai semester 4. Walaupun akhirnya gadis itu terpaksa keluar karena tidak sanggup membayar uang kuliah yang mahal. Itu juga sebabnya mengapa Amanda selalu mengumpulkan notes dari si pengirim, sesuai arahan Ayunda tentunya.

"Tapi jangan tanya apa-apa, ya, Yun. Takutnya orang itu curiga kalo lo lagi mata-matain dia."

Ayunda tersenyum penuh makna di balik helmnya. "Tenang. Aku udah siapin rencananya dengan matang."

Setelah mengatakan itu, Ayunda membelokkan motornya menuju tempat kerja gadis itu bekerja. Amanda hendak bertanya, tetapi gadis itu sudah lebih dulu ditinggal di parkiran. Ayunda bekerja di salah satu Bakery terkenal di Jakarta sebagai pengantar makanan.

Amanda [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang