women's series #2
Amanda, sarjana Manajemen yang lulus dengan predikat cumlaude. Namun, malah luntang-lantung tidak mendapatkan pekerjaan. Sampai suami sepupunya menawarkan pekerjaan di perusahaan temannya, sebagai staff di divisi keuangan.
Awalnya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Waktu menunjukkan pukul delapan malam. Namun, masih ada secercah cahaya di balik kubikel dari divisi keuangan. Itu merupakan cahaya dari layar komputer milik Amanda. Gadis itu masih mengerjakan laporan yang diminta oleh Refal tadi siang.
"Tinggal masukin data dari harta yang tidak bergerak, habis itu selesai," gumamnya berbicara sendiri. Dengan siapa lagi memang dia ingin berbicara jika bukan sendiri? Kartika dan Hari sudah dia biarkan pulang karena ini pekerjaannya. Meskipun tadi Kartika sempat menawarkan diri untuk menemani.
Walaupun Amanda menyumpahi atasannya sejak tugas ini di berikan, tak bisa dipungkiri jika pekerjaannya terus berjalan. Mau bagaimana lagi? Dia hanya bahawan yang tidak tidak bisa membantah. Meskipun Direktur di sini adalah teman dari suami sepupunya, tetap saja Amanda tidak ingin memanfaatkannya. Maka dari itu dia sangat marah saat Refal menuduhnya nepotisme.
Ah mengingat hal itu membuat Amanda kembali sakit hati.
Jika diingat-ingat, laki-laki itu memang sering membuatnya makan hati. Andai dia mendapatkan kesempatan untuk membalas perilaku Refal. Namun, bagaimana caranya? Refal seolah tercipta tanpa celah.
Lihat saja, laki-laki itu langsung bekerja setelah tamat SMA dan sekarang menjadi manajer keuangan. Amanda tahu jika Refal kini melanjutkan studinya yang dengan mengikuti kelas khusus karyawan. Namun, pengalaman Refal di dunia kerja lebih banyak. Bukankah laki-laki itu mendekati kata sempurna dengan otak dan tampang yang diatas rata-rata?
Tunggu, kenapa dia malah memuja-muja Refal? Bikin merinding saja.
Sebuah notifikasi yang masuk mengalihkan fokusnya ke benda pipih itu. Sebenarnya sejak tadi sudah berbunyi. Entah Bundanya yang mengirimkan pesan, Refal yang sibuk menanyakan laporan serta Kartika dan Hari yang entah membahas apa di grup mereka.
Ayunda Kamu lembur ya, Man? Kapan pulangnya? Mau aku beliin makanan biar sekalian?
Kali ini dari Ayunda. Tampaknya dia memang sudah terlalu lama mengabaikan ponselnya sampai banyak pesan yang masuk.
Nggak usah, Yun. Gue mampir ke Rumah makan padang deket kantor aja nanti
Setelah membalas pesan Ayunda dan beberapa pesan lainnya, Amanda kembali memfokuskan dirinya ke laporan di depannya. Tinggal menekan fitur 'save' lalu mengirimkannya ke Refal melalui email sesuai permintaan laki-laki itu. Selesai. Kini Amanda bisa bernapas lega.
Buru-buru dia membereskan mejanya sebelum Refal membalas pesannya dan mungkin menyuruhnya untuk revisi, dan berakhir pulang telat. Maka sebelum semua itu terjadi, dia akan kabur dari tempat terkutuk ini. Nanti saat disuruh revisi, dia bisa beralasan sudah pulang.
Keluar dari ruang divisi keuangan, Amanda melewati divisi pemasaran yang masih ramai. Tampak mereka begitu sibuk. Itulah alasan mengapa Amanda tidak terlalu takut untuk lembur karena staff dari divisi lain juga banyak yang lembur.