30. ternyata dia pelakunya

54 2 0
                                        

Brug Brug Brug ....

Terdengar suara bising di atas atap rumah, ketakutan Kinan semakin memuncak kala mendengar suara tertawa seorang pria.

"Tunggu, suara ini aku mengenal nya" Gumam Kinan, suara tertawa itu semakin kencang kala melihat raut wajah Kinan semakin pucat.

"Sialan ! Ini suara pak Selamet !" Teriak Kinan

"jadi selama ini dia yang neror aku? Benar-benar keterlaluan dia" ucap nya lagi.

Kali ini ketakutan Kinan sudah hilang, dia sudah mengumpulkan kembali keberanian nya, bahkan ia ingin sekali mengeluarkan amarah nya. Entah kenapa tiba-tiba ia yang tadi nya tengah berbaring kini dia tengah duduk dan bersila, lalu dia pun memejamkan mata nya seakan membaca mantra.

"Loh loh loh, ini kenapa gue jadi kaya dukun gini ?" Batin Kinan

Saat sedang memejamkan mata nya, terlihat sebuah selendang ungu mertengger di leher nya, Kinan pun langsung mengambil selendang itu dan mengarahkan nya ke depan Seperti sebuah cambukan, kini Kinan bisa melihat sosok pak Selamet yang sedang berada di hadapan nya.

"Kamu lagi?" Tanya Kinan

"Kenapa? Kamu kaget atau takut ?"

"Ck, anda ini benar-benar tidak pernah ada kapok nya ternyata"

"Hahahaha dalam kamus ku tidak pernah ada kata menyerah, apa lagi menyerah karena melawan bocah seperti mu" Mendengar ejekan dari pak Selamet, hati Kinan semakin memanas, seperti mendapat dorongan ia pun segera memanggil Abah, Kang Hideung dan A bodas, benar saja tak lama mereka pun datang bahkan tidak hanya mereka bertiga tapi putri kang gedug pun hadir.

"Sampurasunn..." Hormat Kinan sopan

"Maaf bah, jika Kinan lancang memanggil abah dan yang lain nya" sambung Kinan

"Tak apa neng, abah memang sedari kemarin sudah merasakan apa yang kamu alami"

"Teh, sebenar nya kemarin aku ada di sini tapi teteh tidak bisa melihat ku karena mata batin teteh di tutup oleh manusia itu" Tunjuk Nyai pada pak Selamet.

"Pantas saja, beberapa kali aku meminta tolong tidak pernah ada yang datang, jadi karena itu alasan nya"

Melihat Kinan yang tengah lengah, pak Selamet mengambil kesempatan itu untuk menyerang nya, bahkan dia saat ini merasa akan menang karena tidak ada Roy suami Kinan.

Srett!

Pedang pak Selamet mencoba untuk menyentuh tubuh Kinan, namun kang Hideung sudah terlebih dahulu menahan nya

"Dasar manusia pengecut ! Berani nya kamu menyerang kakak ku dari belakang !" Bentak nya, kang hideung pun langsung berubah wujud menjadi seekor harimau hitam, dengan tatapan nyalang dia mulai menyerang pak Selamet namun tenaga nya tidak sebanding, Nyai ular pun turun tangan membantu saudara nya itu, kekuatan mereka masih belum bisa mengalahkan pak Selamet.

"Bagaimana bisa dia sehebat itu sekarang?" Gumam Kinan

"Dia telah menguasai ilmu hitam tingkat paling tinggi neng, akan sedikit susah untuk mengalahkan nya" jelas abah

MATA BATINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang